Klasifikasi Kecelakaan Kerja

klasifikasi kecelakaan kerja menurut jenis kecelakaan

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 1952, kecelakaan kerja dapat diklasifikasikan sebagai berikut (ILO, 1980:43)

Klasifikasi menurut Jenis Kecelakaan Menurut jenisnya, kecelakaan dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Terjatuh,
  2. Tertimpa benda jatuh,
  3. Tertumbuk atau terkena benda, terkecuali benda jatuh,
  4. Terjepit oleh benda,
  5. Gerakan yang melebihi kemampuan,
  6. Pengaruh suhu tinggi,
  7. Terkena arus listrik,
  8. Kontak dengan bahan berbahaya atau radiasi,
  9. Jenis lain termasuk kecelakaan yang datanya tidak cukup atau kecelakaan lain yang belum masuk klasifikasi tersebut

Klasifikasi menurut Penyebab

Mesin

Mesin yang dapat menjadi penyebab kecelakaan, diantaranya

  1. Pembangkit tenaga terkecuali motor listrik,
  2. Mesin penyalur (transmisi),
  3. Mesin-mesin untuk mengerjakan logam,
  4. Mesin pengolah kayu,
  5. Mesin pertanian,
  6. Mesin pertambangan,
  7. Mesin lain yang tak terkelompokkan.

Alat angkutan dan peralatan terkelompokkan

Klasifikasi ini terdiri dari:

  1. Mesin pengangkat dan peralatannya,
  2. Alat angkutan yang menggunakan rel,
  3. Alat angkutan lain yang beroda,
  4. Alat angkutan udara,
  5. Alat angkutan air,
  6. Alat angkutan lain.

Peralatan lain

Penyebab kecelakaan kerja oleh peralatan lain diklasifikasikan menjadi:

  1. Alat bertekanan tinggi,
  2. Tanur, tungku dan kilang,
  3. Alat pendingin,
  4. Instalasi listrik, termasuk motor listrik tetapi dikecualikan alat listrik (tangan),
  5. Perkakas tangan bertenaga listrik,
  6. Perkakas, instrumen dan peralatan, diluar peralatan tangan bertenaga listrik,
  7. Tangga, tangga berjalan,
  8. Perancah (Scaffolding),
  9. Peralatan lain yang tidak terklasifikasikan.

Material, Bahan-bahan dan radiasi

Material, Bahan-bahan dan radiasi yang dapat menjadi penyebab kecelakaan diklasifikasikan menjadi:

  1. Bahan peledak,
  2. Debu, gas, cairan, dan zat kimia, diluar peledak ,
  3. Kepingan terbang,
  4. Radiasi,
  5. Material dan bahan lainnya yang tak terkelompokkan.

Lingkungan kerja

Faktor dari Lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan diantaranya berupa:

  1. Di luar bangunan,
  2. Di dalam bangunan,
  3. Di bawah tanah.

Perantara lain yang tidak terkelompakkan Penyebab kecelakaan berdasarkan perantara lain yang tidak terkelompokkan terbagi atas:

  1. Hewan,
  2. Penyebab lain. Perantara yang tidak terklasifikan karena kurangnya data. Kurangnya data penunjang dari penyebab kecelakaan, dapat diklasifikasikan tersendiri dalam satu kelompok.

Klasifikasi menurut Sifat Luka

Menurut sifat luka atau kelainan, kecelakaan dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Patah tulang,
  2. Dislokasi atau keseleo,
  3. Regang otot atau urat,
  4. Memar dan luka yang lain,
  5. Amputasi,
  6. Luka lain-lain,
  7. Luka di permukaan,
  8. Gegar dan remuk,
  9. Luka bakar,
  10. Keracunan-keracunan mendadak,
  11. Akibat cuaca dan lain-lain,
  12. Mati lemas,
  13. Pengaruh arus listrik,
  14. Pengaruh radiasi,
  15. Luka yang banyak dan berlainan sifatnya.

Klasifikasi menurut Letak Kelainan

Berdasarkan letak kelainannya,

jenis kecelakaan dapat dikelompokkan pada:

  1. Kepala,
  2. Leher,
  3. Badan,
  4. Anggota atas,
  5. Anggota bawah,
  6. Banyak tempat,
  7. Kelainan umum,
  8. Letak lain yang tidak dapat dimasukkan klasifikasi tersebut.

Sedangkan menurut Bennet NB. Silalahi dalam analisa sejumlah kecelakaan, kecelakaan kerja dapat dikelompokkan kedalam pembagian kelompok yang jenis dan macam kelompoknya ditentukan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya kelompok: Tingkat Keparahan Kecelakaan Dalam Mijin Politie Reglement Sb 1930 No. 341 kecelakaan dibagi menjadi 3 tingkat keparahan, yakni mati, berat dan ringan.

Dalam PP 11/1979 keparahan dibagi dalam 4 tingkat yakni mati, berat, sedang dan ringan. Daerah Kerja atau Lokasi Dalam pertambangan minyak dan gas bumi, ditentukan kelompok daerah kerja: seismik, pemboran, produksi, pengolahan, pengangkutan, dan pemasaran.