3 Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya

Merujuk pada data penjualan sepeda motor Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), terlihat bahwa penjualan sepeda motor terus bertumbuh. Data itu menyebutkan empat tahun terakhir, yaitu 2010-2013, rata-rata per tahun pertumbuhan sepeda motor sekitar 8%. Dalam periode yang sama, tiap jam terjual 866 sepeda motor.

Kenapa konsumen membeli sepeda motor?

Sebagian bisa berkorelasi erat dengan alasan-alasan ekonomi. Namun,ada alasan teknis dan nonteknis yang mendasari konsumen membeli sepeda motor. Pertama, sepeda motor dianggap mangkus dan sangkil dalam mendukung mobilitas konsumen. Sepeda motor mampu point to point saat dipakai sebagai alat transportasi oleh konsumen. Kedua, harga sepeda motor terjangkau oleh kebanyakan konsumen. Tentu saja hal ini juga ditopang oleh hadirnya banyak lembaga pembiayaan yang mempermudah konsumen membeli sepeda motor. Ketiga, sepeda motor masih dianggap sebagai status sosial dan menjadi bagian gaya hidup.

data penjualan sepeda motor 2015Hal inilah yang, membuat orang-orang lebih memilih sepeda motor sebagai alat transportasi karena dianggap paling praktis dan ekonomis, baik untuk pribadi maupun keluarga. Selain memiliki kemampuan untuk melalui jalan yang relatif kecil juga seakan menjadi kendaraan yang bebas macet dan efektif dengan pemakaian BBM yang ekonomis serta murah dalam biaya perawatan nya.

Namun demikian, Cukup ironis ternyata kemudahan memperoleh sepeda motor tidak dibarengi dengan kesadaran akan berkendara dengan baik dan aman. Belum lagi, sepeda motor sebagai bagian yang tak terpisahkan dari hiruk pikuk kendaraan yang hilir mudik di jalan raya ternyata memiliki andil yang sangat besar terhadap terjadinya kemacetan dan bahkan kecelakaan lalu lintas seperti terjadi di kota-kota besar seperti jakarta. Banyak pengendara sepeda motor yang tidak memperdulikan kenyamanan dan memperhitungkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain di sekirtarnya, seperti para pejalan kaki maupun pengemudi kendaraan lainnya.

Mereka mengendarai sepeda motor dengan sekencang-kencangnya, ugal-ugalan atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain di sekitarnya. Demikian pula ketika lampu hijau menyala, mereka seakan tak peduli dengan kendaraan bermotor lainnya, langsung tancap gas dan tak sedikit pula yang zig zag. Pemandangan yang mengerikan dan seakan-akan mereka tidak peduli akan terjadinya kecelakaan hingga mengakibatkan nyawa melayang.  Hal-hal inilah yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Ada 3 faktor yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan di jalan raya yaitu:

1. Faktor manusia (si pengendara).

Siapa (Dia) yang berkendara? Kelengkapan Apa yang Dia miliki untuk berkendara?
Bagaimana perilaku Dia berkendara? Kapan dan Di mana Dia berkendara?

2. Faktor kendaraan .

Apa Jenis Kendaraan Dia? Bagaimana kondisi kendaraan Dia? Kapan Dia
melakukan pemeliharaan kendaraan?

3. Faktor Lingkungan

Bagaimana kondisi/situasi Jalan Raya pad a saat Dia berkendara? Bagaimana
rambu-rambu lalu lintas?

Lebih dari 900 sepeda motor terjadi kecelakaan setiap hari di seluruh dunia. Data dari Departemen Perhubungan RI menyebutkan sepeda motor merupakan penyumbang terbesar kecelakaan di jalan raya pada tahun 2004. Dari 17.732 kecelakaan di seluruh Indonesia, 14.223 di antaranya melibatkan sepeda motor (80,21%) dan menurut survey bahwa 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri. Angka yang fantastis dan memprihatinkan. Jadi, dengan kata lain bahwa perilaku si pengendara sepeda motorlah yang harus dibenahi dan dibina untuk mengurangi terjadinya resiko kecelakaan.

Di Indonesia sekarang ini banyak bermunculan klub-klub atau komunitas sepeda motor. Pendapat bahwa perlunya kita bergabung dalam sebuah klub motor tidak sepenuhnya jelek melainkan ada baiknya juga. Selain bisa membangun tali silaturahmi juga dapat menambah wawasan kita dalam berorganisasi dan menumbuhkan jiwa sosial. Tidak perlu memilih klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang utama adalah klub yang baik dan bisa membina para anggota menjadi bikers yang baik dan tertib saat berkendara. Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli akan keselamatan dan keamanan berkendara.

Klub motor sering melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara kepada anggota barunya. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan berkendara (Safety Riding).