Jenis Resiko Pekerjaan di Laboratorium

Pekerjaan laboratorium memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko tersebut bisa dari dalam ataupun luar laboratarium. Resiko itu dapat mempengaruhi perusahaan atau lembaga laboratorium atau mempengaruhi masyarakat secara umum.
Pekerja labaoratorium harus lebih memperhatikan keselamatan kerja, karena selain resiko fisik juga risiko karena bahan kimia dari labaoratorium itu sendiri. Maka dar itu, para pekerja laboratoorium di anjurkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri  yang sudah di canangkan oleh pemerintah.

Berikut adalah Resiko bekerja di laboratorium

1.Situasi Dalam skala besar

banyak kejadian dalam skala besar yang sensitf yang mempengaruhi perusahaan atau lembaga laboratorium hingga ketingkat

operasional perusahaan. misalnya :

  • kebakaran
  • banjir
  • gempa bumi
  • pemadam listrik
  • hilangnya bahan laboratorium

2. Pelanggaran Keamanan

pelanggaran kemananan yang terjadi dapat berupa hilangnya aset fisik laboratorium ataupun aset data. Penyalahgunaan aset labaratorium dapat menyebabkan kerugian besar bagi lembaga laboratorium, selain itu pelanggaran juga dapat terjadi dengan eksperimentasi laboratorium yang tidak sah.

3. bahan kimia beracun

salah satu resiko yang sulit dapat diprediksi dan paling berbahaya dalam pekerjaan di laboratorium adalah kadar racun dari bahan-bahan berbahaya. di dalam laboratorium tidak ada zat yang sepenuhnya aman.

4. Bahan kimia mudah terbakar, eksplosif dan reaktif

hampir semua bahan kimia adalah bahan yang mudah terbakar. Bahan reaktif adalah adalah bahan yang bereaksi secara liar jika di kombinasikan dengan bahan kimia yang lain, selain itu bahan kimia adalah bahan yang mudah meledak.

5. Bahaya Hayati

Bahaya hayati merupakan masalah di laboratorium yang menangani mikroorganisme atau bahan yang terkontaminasi mikroorganisme. Bahaya bahaya ini muncul biasanya muncul di laboratorium penelitian kimia dan penyakit menular, dan tidak menutup kemungkinan muncul di laboratorium mikrobiologi.

6. Limbah Berbahaya

Hampir setiap laboratorium menghasilkan limbah. Limbah adalah bahan yang dibuang atau hendak dibuang, atau tidak lagi berguna sesuai peruntukannya.

Limbah juga meliputi item seperti bahan bekas laboratorium sekali pakai, media filter, larutan cair, dan bahan kimia berbahaya.

Limbah dianggap berbahaya jika memiliki salah satu sifat berikut ini :

  • Bisa menyulut api
  • Korosif
  • Reaktif
  • Beracun

7. Bahaya Fisik

Beberapa kegiatan di laboratorium menimbulkan resiko fisik bagi petugas karena zat atau peralatan yang digunakan, seperti misalnya :

  • Gas yang dimampatkan
  • Kriogen tidak mudah menyala
  • Reaksi tekanan tinggi
  • Kerja vakum
  • Bahaya frekuensi radio dan gelombang mikro
  • Bahaya listik

 

3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas

Untuk para pencari kerja di Indonesia, bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas adalah impian akan masa depan yang cerah. Benar adanya, Perusahaan pertambangan minyak dan gas dikenal sebagai perusahaan yang memberikan gaji/kompensasi tinggi.

Indonesia memiliki banyak ladang minyak dan gas yang sudah maupun belum diekspoitasi sehingga banyak perusahaan asing menanamkan modal mereka di negara ini. Para penacari kerja ataupun  para karyawan yang sudah bekerja di untungkan dengan hal ini karena masih banyak peluang pekerjaan, Selain darpada itu, Bekerja di sebuah perusahaan pertambangan juga memberikan prestise bagi pekerjanya karena mereka telah berhasil mengalahkan ribuan pesaing.

Perusahaan pertambangan minyak dan gas memberikan gaji yang jauh diatas rata-rata bagi para pekerja entry level di bandingkan perusahaan lainnya. Di perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang mengelola pertambangan di Indonesia, gaji pekerja entry level mereka bisa mencapai Rp. 4.000.000 – Rp. 8.000.000, tergantung dengan posisi dan kompetensi yang dimiliki pekerja. Di perusahaan asing, anda bisa mendapat jumlah gaji yang lebih besar lagi.

Dari data salah satu situs penyedia lowongan pekerjaan di Indonesia, terdapat 3 posisi yang paling dibutuhkan di perusahaan pertambangan, diantaranya adalah

1. Health Safety and Environment Senior Officer

Health Safety and Environment

Divisi ini diciptakan untuk menjamin dan memberikan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan perusahaan. Posisi ini diharuskan meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecelakaan kerja.

Biasanya Persyaratan untuk bekerja di posisi ini adalah :

• Memiliki gelar sarjana di bidang yang terkait dengan pertambangan, pengalaman paling tidak 5 tahun.
• Menguasai pengetahuan yang mendalam mengenai perijinan, peraturan keselamatan, sistem manajemen dan audit, berbagai jenis pelatihan dibidang keselamatan, kesehatan dan lingkungan.
• Mempunyai kemampuan untuk menganalisa keadaan dan kebutuhan perusahaan dengan akurat, memiliki integritas tinggi dan berkomitmen dengan keselamatan tenaga kerja.

2. Senior Geologist

sepatu safety pekerjaan pertambangan

Senior geologist bertugas untuk merencanakan mulai dari riset, review dan menilai data geologi dan geofisika dari sebuah area pertambangan. Setelah selesai merencanakan, mereka akan bekerja sama dengan tim pengeboran untuk memulai dan melaksanakan program eksplorasi. Seorang Senior Geologist harus dapat mengawasi setiap aktifitas selama proses dan berlangsungnya pengeboran dan eksplorasi, mengembangkan dan menjaga model geological untuk setiap area eksplorasi.

Kualifikasi yang harus dimiliki seorang calon pekerja yang ingin menjadi Senior Geologist adalah:

• Memiliki gelar sarjana Geologi
• Menguasai modeling software
• Paling tidak berpengalaman selama 10 tahun di industri yang sama
• Memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Geophysicist

sepatu safety tahan minyak

Tanggung jawab seorang Geophysicist di antaranya menghitung, menganalisa keadaan fisik bumi secara keseluruhan, termasuk menentukan peralatan dan metode yang cocok dengan keadaan keadaan bumi sebelum eksplorasi dilakukan. Posisi ini akan banyak bekerja di lapangan dan laboratorium.

• Memiliki gelar sarjana teknik geofisika.
• Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam menerjemahkan data yang diperoleh kepada anggota tim, klien, manajer senior dan rekannya dalam presentasi .
• Spesialisasi tertentu sangat bisa menjadi nilai tambahnya. Contohnya seperti menjadi seismologist (‘membaca’ gerakan bumi, gempa), tectnophysicist (mempelajari lempeng tektonik).