Hierarchy Pengendalian Resiko Bahaya di Rumah Sakit

Resiko Bahaya di Rumah Sakit

Hierarchy pengendalian resiko bahaya di rumah sakit – Dengan meningkatnya pemakaian sarana service kesehatan oleh penduduk, tuntutan pengendalian Sistem Manajemen Keselamatan serta Kesehatan Kerja (SMK3) di dalam rumah sakit makin tinggi. Tenaga kerja di dalam rumah sakit, pasien, pengunjung, pengantar pasien, peserta didik serta penduduk di sekitar rumah sakit ingin memperoleh perlindungan dari masalah kesehatan serta kecelakaan kerja, baik lantaran efek kegiatan pemberian service ataupun sebab keadaan fasilitas serta prasarana di dalam rumah sakit yang tidak standard.

Supaya bisa terbentuk sistem manajemen K3 yang baik, diperlukan sdm yang memiliki kompetensi yang baik juga terpenting untuk mendeteksi serta mengatasi resiko bahaya yang ada di lingkungan rumah sakit. Agar bisa mencapai hal itu karyawan rumah sakit mesti tahu beberapa jenis resiko bahaya di dalam rumah sakit serta langkah pengendaliannya, hingga rumah sakit yang aman buat tenaga kerja, pasien, pengunjung, pengantar pasien, peserta didik serta penduduk di seputar rumah sakit bisa terwujud.

Resiko-resiko bahaya itu semua bisa kita kendalikan melalui 5 hierarchy seperti berikut;

a. Eliminasi

Hirarki teratas yakni eliminasi/menghilangkan bahaya dikerjakan saat design, tujuannya ialah untuk menghilangkan kemungkinan kekeliruan manusia dalam menjalankan suatu sistem sebab terdapatnya kekurangan pada design. Penghapusan bahaya adalah cara yang sangat efisien hingga bukan hanya mengandalkan perilaku pekerja dalam hindari resiko, akan tetapi, penghilangan benar-benar pada bahaya tidak selamanya praktis serta ekonomis.
Misalnya: kemungkinan bahaya kimia karena proses reuse hollow fiber HD bisa di eliminasi saat hollow fiber tak perlu reuse kembali atau single use.

b. Substitusi

Cara pengendalian ini mempunyai tujuan untuk merubah bahan, proses, operasi atau perlengkapan dari yang berbahaya jadi lebih tidak beresiko. Dengan pengendalian ini turunkan bahaya serta kemungkinan minimal lewat disain sistem atau design lagi. Beberapa contoh aplikasi substitusi contohnya: Sistem mekanisasi pada mesin untuk kurangi interaksi mesin-mesin beresiko dengan operator, memakai bahan pembersih kimia yang kurang beresiko, kurangi kecepatan, kapabilitas dan arus listrik, ganti bahan baku padat yang memunculkan debu jadi bahan yang cair atau basah.

c. Eksperimen / Enginering.

Pengendalian ini dikerjakan mempunyai tujuan untuk memisahkan bahaya dengan pekerja dan untuk mencegah terjadinya kekeliruan manusia. Pengendalian ini terpasang pada suatu unit sistem mesin atau perlengkapan.
Beberapa contoh implementasi cara ini contoh ialah sistem tekanan negatif pada ruangan perawatan air borne dissease, pemakaian laminar airflow, pemasangan shield /sekat Pb pada pesawat fluoroscopy (X-Ray), dan sebagainya.

d. Administratif

Kontrol administratif diperuntukkan pengendalian dari bagian orang yang akan melakukan pekerjaan. Dengan dikendalikan cara kerja diharapkan orang akan mematuhi, mempunyai potensi serta ketrampilan cukup untuk merampungkan pekerjaan dengan aman. Jenis pengendalian ini diantaranya seleksi karyawan, terdapatnya standard operasional Mekanisme (SOP), pelatihan, pengawasan, modifikasi prilaku, agenda kerja, perputaran kerja, pemeliharaan, manajemen pergantian, agenda istirahat, dan sebagainya.

e. Alat pelindung diri (APD)

Penentuan serta pemakaian alat pelindung diri adalah merupakan perihal yang sekiranya efisien dalam pengendalian bahaya. APD cuma dipakai oleh pekerja yang akan bertemu langsung dengan kemungkinan bahaya dengan memerhatikan jarak serta waktu kontak dengan kemungkinan bahaya itu. Makin jauh dengan kemungkinan bahaya jadi kemungkinan yang didapatkan makin kecil, begitupun makin singkat kontak dengan kemungkinan bahaya kemungkinan yang didapatkan ikut makin kecil.

Pemakaian beberapa APD terkadang mempunyai dampak negatif pada pekerja seperti kurang bebas dalam kerja, terbatasnya komunikasi dengan pekerja lainnya, alergi pada APD spesifik, dan sebagainya. Beberpa pekeerja yang kurang faham pada efek kemungkinan bahaya dari pekerjaan yang dikerjakan terkadang kepatuhan dalam pemakaian APD ikut jadi rendah. APD reuse memerlukan perawatan serta penyimpanan yang baik hingga kualitas perlindungan dari APD itu tetap maksimal.

Analisa dan Identifikasi Potensi-potensi Bahaya Kebakaran

bahaya kebakaran ditempat kerja

Identifikasi Bahaya

Ilustrasikan pertanyaan :

  1. Adakah potensi kebakaran ?
  2. Berapa besar potensi serta kemungkinannya?
  3. Apakah karena kebakaran ?
  4. Bagaimana program mencegah serta penanggulangannya bila terjadi kebakaran ?

Identifikasi Bahaya

Arah identifikasi bahaya :

  1. Tahu potensi bahaya kebakaran yang ada di tempat kerja.
  2. Tahu tempat serta potensi kebakaran .
  3. Sistimatika Identifikasi Potensi Bahaya
  4. Metodologi identifikasi bahaya

Catatan Rekaman Data Kebakaran

Data Insiden/peristiwa kebakaran yang sempat terjadi awal mulanya baik pada perusahaan tersebut ataupun peristiwa kebakaran dalam tempat lain.

1.Survey potensi
Survey pada semua keadaan yang bisa memunculkan kebakaran dengan memakai daftar periksa:

2. Material
Membuat rincian semua material dengan kwantitatif serta kwalitatif dengan keadaan serta kemungkinan kebakaran yang diakibatkan

3. Perlengkapan Proses
Mengiventarisasi semua proses serta perlengkapan yang berpotensi untuk terjadinya kebakaran.

4. Keadaan Lingkungan
Membuat rincian semua situasi keadaan kerja yang memiliki peluang mengakibatkan kebakaran

WHAT IF ANALYSIS
Metoda simpel yang bisa dipakai dalam identifikasi bahaya ialah what if analysis : tehnik identifikasi bahaya dengan sistematis dengan memakai kata basic what if ….

KelebihanTeknik identifikasi ini:

  • Begitu efisien dipakai pada tahap awal pekerjaan (feasibility study)
  • Menjadi tahap saringan untuk melakukan analisis dengan mendalam dengan memakai teknik-telmik yang lain.
  • Membutuhkan sdm lebih sedikit dalam kurun waktu yang lebih pendek.
  • Bisa dipakai oleh manajemen menjadi bahan pengambilan ketetapan dengan sumberdaya serta biaya terbatas
  • Teknik what if memakai kata bertanya what if untuk beberapa perihal contohnya :
  • What If jika pompa mati mendadak
  • What If jika reaktor tiba – tiba bocor.
  • What If jika mesin pesawat mati.
  • What If jika terjadi blow out.
  • What If jika tiba – tiba tekenan boiler naik
  • What If jika tanki bocor
  • What If jika pipa ke pompa pecah
  • serta lainnya – lainnya.

What If Work Sheet

Equipment Name: /Work place : Ruang Kelas

Analisis Potensi Bahaya

Kegunaan analisis potensi bahaya :

  • Bisa memastikan sumber serta pemicu munculnya bahaya.
  • Bisa memastikan metoda menangani potensi beresiko.

Tingkatan dalam analisis bahaya ialah seperti berikut:

  • Merangkum Potensi Bahaya Pada Masing-Masing Sumber Bahaya.
  • Memastikan frekuensi /probabilitas terjadinya kebakaran itu

Analisis Akibat
Analisis akibat didefinisikan menjadi suatu pelajari mengenai akibat yang diakibatkan pada manusia, harta benda atau lingkungan bila, terjadinya kebakaran .

  • Memastikan frekuensi /probabilitas terjadinya kebakaran itu
  • Analisis Frekuensi/Probabilitas secara-kulitatif
  • Tinggi atau High (Berlangsung lebih dari 1 kali per tahun)
  • Medium (Berlangsung 1 peristiwa per 1 – 100 tahun)
  • Rendah atau Low (Berlangsung 1 peristiwa per 100 –1000 tahun)
  • Analisis Tingkat Keparahan dengan kuantitatif
  • Kebakaran karena kegagalan elemen tunggal misalnya: kegagalan pipa, kegagalan relief valve atau untuk kegagalan satu sistem seperti kegagalan sistem otomatis untuk menghambat meluapnya tangki, ataupun kebakaran di alat transportasi & gedung .

Program Pengendalian Bahaya

Program pengendalian bahaya kebakaran ialah usaha yang dibutuhkan untuk mencegah serta penangulangan kemungkinan kebakaran

Cakupan pekerjaan :

  • Lingkungan Fisik
  • Manusia
  • Perlengkapan

Tujuan :

  • “Engineering” (Eksperimen)
  • “Education” (Pembinaan)
  • “Enforcement” (Penerapan)
  • “Enthusiasm” (Semangat)

Engineering
Engineering atau eksperimen terkait dengan rencana perlengkapan industri seperti perlindungan kebakaran.

Education (Pembinaan)
Pembinaan ialah satu fungsi terpenting dalam mengusahakan mencegah kebakaran yang maksimal, sebab proses ini adalah pekerjaan yang menuju penambahan pengetahuan serta keterampilan beberapa karyawan.

Pengawasan K3 kebakaran
House Keeping yang baik
Safe work practice (cara–kerja yang aman)
Pelatihan dll

Bentuk pembinaan ini ditujukan supaya setiap orang bisa melakukan tindakan aman dalam lakukan tugasnya.

Enforcement (Penerapan)
Kepatuhan serta ketaatan berbentuk tindakan serta tindakan pencegahan serta penanggulangan kebakaran adalah tanda keberhasilan penerapan program
Kunci penting ialah dukungan dari Top Management.

Dukungan yang dibutuhkan berupa :

  1. Prinsip : suatu kemauan atau kesanggupan dari pimpinan puncak yang dituangkan dengan tertulis dengan singkat berisi kebijaksanaan serta tujuan perusahaan di bagian pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
  2. Personel : personel yang memiliki wawasan faktor potensi kebakaran.
  3. D a n a : Semua pekerjaan yang memakai fasilitas, sdm serta teknologi tak kan lepas dari keperluan dana.

Keterlibatan
Keterlibatan berdasarkan pekerjaan serta tanggung jawab di antara tingkat jenjang jabatan, sebab unsur pencegahan kebakaran mesti masuk dalam semua pekerjaan yang ada disuatu perusahaan.

Kunci kesuksesan unsur keterlibatan ini bergantung dari keterkaitan Top Manajemen sebab dengan aktifnya Top Manajemen dalam bagian mencegah kebakaran akan dibarengi oleh eselon-eselon dibawahnya.

Contoh keterlibatan Top Manajemen :

  1. Membuat pertemuan untuk mengkaji pencegahan serta penanggulangan kebakaran
  2. Membuat pengawasan
  3. Lakukan tindak lanjut laporan pekerjaan mencegah keebakaran dll
  4. Enthusiasm (Semangat)
  5. Semangat karyawan dalam lakukan pekerjaan sebenarnya tak kan lepas dari aspek dominan yang ada di dalam perusahaan tersebut, meskipun ada pula aspek luar yang memengaruhi.

Aspek terpenting meningkatkan semangat ialah sebab aspek kenal serta imbalan seperti :

  1. Pengenalan program yang terkait dengan keselamatan
  2. Pemberian reward
  3. Peletakan pegawai sama dengan keperluan dengan psikologis pada pekerjaan
  4. Peluang ikut memberikan saran/pendapat

Budayakan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dalam Lingkungan Kerja

jenis pekerjaan batu bara

Keselamatan dan kesehatan kerja (k3) dalam lingkungan kerja – Saat bekerja, kita dituntut bekerja dengan detail bahkan juga sempurna. Selain itu, kita juga harus bekerja dengan selamat serta sehat yang seringkali diabaikan oleh beberapa pekerja hingga berakhir kecelakaan kerja.

Di era modern, jenis pekerjaan makin beragam, dimulai dari pekerja buruh sampai profesional. Dengan pekerjaan yang dijalani, tidak hanya memperoleh keuntungan berbentuk materi serta kesejahteraan hidup, tentunya ada resiko yang perlu dijamin. Resiko itu dapat berbentuk kecelakaan kerja.

Anda tentu pernah mendengar mengenai kecelakaan kerja melalui media, melihat langsung dalam tempat kejadian, atau malah sempat merasakannya sendiri. Suatu bagian pekerjaan yang tidak dikerjakan dengan benar dan baik bisa mendatangkan resiko yaitu kecelakaan kerja. Akan tetapi, perihal ini seringkali dihadapi oleh beberapa orang yang memiliki pekerjaan ‘menantang maut’, seperti pekerja bangunan, teknisi listrik, buruh pabrik, dan lain-lain.

Menteri Ketenagakerjaan membeberkan bukti jika angka kecelakaan kerja dengan nasional masih tinggi sekali, yakni 103.000 per tahun. Dari jumlahnya tersebut, 2.400 masalah salah satunya mengakibatkan pekerja meninggal dunia.

Di Indonesia, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kurang diterapkan dengan maksimal. Perihal ini diikuti dengan masih banyaknya masalah kecelakaan kerja dalam tempat kerja yang memunculkan kerugian, baik moril ataupun materiil. Selain itu, kerugian juga harus dijamin bukan hanya pekerja serta pemilik usaha tapi juga penduduk sekitar serta pemerintah, bahkan juga sampai ke permasalahan lingkungan seperti pencemaran lingkungan.

Aspek pemicu kecelakaan kerja

Perlu diakui jika penerapan K3 bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah tapi juga semua pihak, terutama masyarakat industri. Namun, tidak hanya memahami pentingnya K3 dalam kerja, kita perlu tahu apa aspek yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja agar bisa menghindarinya di waktu mendatang. Berikut faktor-faktor pemicu kecelakaan kerja:

1. Aspek Langsung: Kondisi serta Tindakan Tidak Aman

Aspek langsung yaitu berbentuk kondisi serta tindakan tidak aman atau beresiko. Beberapa dari kondisi tidak aman, yakni tidak terpasangnya pengaman (safeguard) di bagian mesin yang berputar, tajam atau panas, ada instalasi kabel listrik yang kurang standard (isolasi mengelupas, tidak rapi), alat kerja yang kurang layak pakai, dan lain-lain.

Selain itu, tindakan tidak aman diantaranya bisa berupa kecerobohan, meninggalkan langkah kerja, tidak memakai alat pelindung diri (APD), kerja tanpa perintah, meremehkan petunjuk kerja, tidak mematuhi rambu-rambu dalam tempat kerja, serta tidak mengatur izin kerja. Tindakan tidak aman itu sangatlah beresiko sebelum mengawali pekerjaan dengan resiko atau bahaya tinggi.

2. Aspek Tidak Langsung: Pekerjaan serta Pribadi

Aspek tidak langsung terbagi dalam aspek pekerjaan serta aspek pribadi. Termasuk juga dalam aspek pekerjaan yakni pekerjaan yang tidak sesuai, baik dengan tenaga kerja ataupun dengan kondisi sesungguhnya. Termasuk pekerjaan beresiko tinggi tapi belum ada usaha pengendalian di dalamnya, beban kerja yang tidak sesuai, dan lain-lain.

Sementara aspek pribadi terkait dengan mental atau kepribadian tenaga kerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan, konflik, depresi, ketrampilan yang tidak sesuai, dan lain-lain.

3. Aspek Dasar: Lemah Manajemen

Aspek dasar biasanya berkaitan dengan lemahnya manajemen serta pengendaliannya, minimnya fasilitas serta prasarana, minimnya sumber daya, minimnya prinsip, dan lain-lain.

Menurut teori domino H.W Heinrich, peran paling besar pemicu masalah kecelakaan kerja ialah aspek kelalaian manusia, yakni sebesar 88 %. Sedang 10 % yang lain ialah dari aspek ketidaklayakan properti atau barang serta 2 % aspek lain-lain.

Oleh karenanya, sebaiknya kita menjadi pekerja selalu harus konsentrasi serta waspada saat bekerja hingga bisa meminimalisasi kecelakaan itu. Janganlah lupa ikut selalu untuk membuat suasana bahagia saat kita bekerja.

Sejarah Sepatu Boots

model sepatu boots terbaru
Model Sepatu Boots di buat oleh seoarang yang berasal dari Mongol dari kulit binatang Yak

 

Untuk mengulas sejarah sepatu boots, Baiknya kita flash back ke ke beberapa ratus tahun ke belakang. Beberapa versi sejarah sepatu yang saat ini sedang menjadi trend anak muda. Namun kali ini kita akan mengualas di tahun 1200an.

Di tahun 1200an masehi, bangsa mongolia yang terletak di daerah khatulistiwa sudah terlebih dahulu membuat alas kaki yang terbuat dari kulit Yak, Yak adalah sejenis sapi yang hidup di daerah mongolia. Mereka membuat alas kaki dengan model mirip dengan boots di jaman sekarang.

Tujuan bangsa mongolia membuat alas kaki ini adalah untuk melindungi kaki mereka dari dinginnya salju yang sepanjang waktu menyelimuti daerah tempat tinggal mereka.

Efek hangat dari kulit binatang ini menjadi pilihan utama dalam membuat alas kaki. Jadi awalya sepatu boots di buat dengan tujuan untuk melindungi kaki dari dinginnya salju.

Perkembangan jaman membuat perubahan, Penggunaan sepatu boots semakin meluas. Awalnya penyebutan sepatu boots adalah untuk sepatu yang tinggi yang kuat dan dapat melindungi kaki dari benda-benda berbaya. Masa revolusi industri eropa, Sepatu boots banyak digunakan oleh para pekerja untuk melindungi kaki mereka saat bekerja.

model sepatu boot karet
model sepatu boot karet

Saat ini boots yang sering di gunakan pekerja industri terbuat dari karet khusus yang tahan terhadap bahan kimia dan di lengkapi toe cap atau pelindung besi di bagian depan.

Di Amerika, Sepatu boots lebih populer digunakan oleh cowboy, dengan model lebih runcing di bagian depannya. dan di bagian belakang terdapat gerigi yang berfungsi sebagai pengganti pecut saat menaiki kuda mereka. Anda dapat melihatnya di film-film cowboy pada masa itu.

model sepatu boot cowboy
model sepatu boot cowboy

Di Indonesia, Pada awalnya Boots di kenal sebagai sepatu tinggi berahan karet yang di gunakan oleh para pekerja untuk melindungi kaki dari hujan taupun bahan-bahan kimia yang berbahaya. Saat ini sapatu boots mulai merambah ke dunia fashion dengan bahan yang berbeda-beda dan dengan desain yang variatif.

model sepatu boots safety
model sepatu boots di indonesia

Boot dapat menambah kesan tough dan dare to be defferent bagi pemakainya. kesan itu dapat terlihat ketika melihat para pekerja tambah yang terlihat gagah dan tidak takut dengan apapun yang dipijaknya.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja

grafik alat pelindung diri atau APD

Pentingnya mengenal lebih jauh apa itu Alat Pelindung Diri (APD) dan fungsinya untuk para pekerja, Bagi Perkerja lapangan Alat Pelindung Diri (APD) adalah equipment keselamatan kerja yang mutlak digunakan. Banyak tantangan dan bahay yang tak terduga saat bekerja. untuk itu mari kita mengenal lebih jauh beberapa ulasan tentang Alat Pelindung Diri (APD). Read more “Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja”

ISO 9001

apa itu ISO

Apa Itu ISO ?

ISO adalah Internasional untuk Standardisasi (International Organization for Standardization) dan disingkat ISO. ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Sebelum menjadi nama ISO pada awalnya lembaga tersebut bernama IOS. Tetapi sekarang lebih sering menggunakan singkatan ISO, karena dalam bahasa Yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.

Lembaga ISO Didirikan pada 23 Februari 1947, Lembaga ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya.

Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk bersama-sama membahas standarisasi dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).

Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya.

Dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.

ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.

Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:

  1. Meningkatkan citra perusahaan
  2. Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
  3. Meningkatkan efisiensi kegiatan
  4. Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
  5. Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
  6. Mengurangi risiko usaha
  7. Meningkatkan daya saing
  8. Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
  9. Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal

ISO 9001
ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Generic Generic berarti standar yang sama dapat diterapkan pada berbagai organisasi, besar atau pun kecil, apapun produk dan layanannya, dalam sembarang aktifitas suatu sektor, dan apakah itu adalah perusahaan business, layanan publik atau departemen pemerintahan.

Sistem manajemen mengacu pada apa yang organisasi lakukan untuk mengelola proses, atau aktivitas, sehingga produk atau jasa memenuhi tujuan yang telah ditetapkannya sendiri, seperti:

  • Memenuhi persyaratan kualitas pelanggan,
  • Sesuai dengan peraturan, atau
  • Tujuan lingkungan.

ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.

Pengguna ISO 9001:
Setiap jenis organisasi dapat mengambil manfaat dari penerapan atas persyaratan-persyaratan ISO 9001 berdasarkan delapan prinsip-prinsip manajemen :

  1. Organisasi yang berfokus pada pelanggan
  2. Kepemimpinan
  3. Keterlibatan orang
  4. Pendekatan terhadap proses pendekatan yang sistematik pada manajemen
  5. Pembuatan keputusan berdasarkan
  6. Pendekatan nyata
  7. Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan
  8. Peningkatan berkesinambungan

Manfaat dari ISO 9001
Manfaat-manfaat yang diperoleh dari pendaftaran ISO 9001 adalah:

  1. Kepuasan pelanggan – dengan penyampaian produk secara konsisten dalam memenuhi persyaratan-persyaratan pelangga.
  2. Mengurangi biaya operasional – dengan peningkatan berkesinambungan pada proses-proses dan hasil dari efisiensi operasiona.
  3. Peningkatan hubungan pada pemegang kepentingan – termasuk para staf, pelanggan dan pemasok
  4. Persyaratan kepatuhan hukum – dengan pemahaman bagaimana persyaratan suatu peraturan dan perundang-undangan tersebut mempunyai pengaruh tertentu pada suatu organisasi dan para pelanggan anda.
  5. Peningkatan terhadap pengendalian manajemen resiko – dengan konsistensi secara terus-menerus dan adanya mampu telusur suatu produk dan pelayana.
  6. Tercapainya kepercayaan masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan – dibuktikan dengan adanya verifikasi pihak ketiga yang independen pada standar yang diakui.
  7. Kemampuan untuk mendapatkan lebih banyak bisnis – khususnya pemenuhan spesifikasi-spesifikasi pengadaan yang membutuhkan sertifikasi sebagai suatu persyaratan untuk melakukan suplai barang dan jasa.

Pendaftaran sertifikasi ISO 9001
Proses registrasi berikut dengan tiga langkah sederhana:

  1. Aplikasi permohonan pendaftaran dilakukan dengan melengkapi kuestioner SMM
  2. Asesmen terhadap ISO 9001 yang dilakukan oleh satu badan sertifikasi – dimana suatu organisasi haruslah dapat menunjukkan bahwa manajemen mutu yang dilakukannya telah benar-benar berjalan secara minimal dalam jangka waktu tiga bulan sesuai seluruh urutan (siklus) dari audit internal
  3. Permohonan pendaftaran disetujui oleh satu badan sertifikasi, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien. Program 6 bulanan atau 12 bulanan (tahunan) kunjungan audit pengawasan (surveilans) haruslah benar-benar dilaksanakan serta proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi ISO 9001 tersebut.

Memahami Tujuan dan Manfaat Safety Induction

Apa yang di Maksud Safety Induction

Bagi Anda yang pernah bekerja di perusahaan pertambangan (pertambangan batubara khususnya), pasti tidak asing dengan istilah induksi safety (safety induction) ini.

Apa yang di Maksud Safety Induction?

Safety Induction adalah pengenalan dasar-dasar Keselamatan kerja dan Kesehatan Kerja (K3) kepada karyawan baru atau visitor (tamu) dan dilakukan oleh karyawan dengan jabatan setingkat supervisory (dari divisi OSHE / Safety) dan bisa juga bisa dilakukan oleh yang paham tentang K3 dengan level jabatan minimum seperti tersebut diatas (minimal Foreman, dan supervisor up).

Adapun Induksi Oleh OSHE Dept. Bertujuan :

  1. Memberikan pemahaman tentang pentingnya K3 di dalam pertambangan.
  2. Memberikan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang sebab kondisi dalam tambang bisa berubah setiap hari.
  3. Memberikan pemahaman tentang peraturan yang berlaku dan sanksi apa yang diberikan jika melanggar peraturan di perusahaan tambang tersebut.
  4. Memberikan informasi tentang prosedur kerja yang ada di wilayah pertambangan tersebut.
  5. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Intinya induksi safety dilakukan untuk menghindarkan seseorang dari kecelakan saat memasuki wilayah pertambangan.

Siapa Sajakah Yang Berhak Mendapatkan Induksi Safety.

  1. Karyawan baru di suatu perusahaan tambang, karena pada umumnya karyawan baru sama sekali belum mengetahui kondisi dalam tambang, walaupun karyawan baru ini telah memiliki pengalaman di tambang lainnya, tetap harus di beri induksi saat berada di perusahaan baru.
  2. Seseorang bukan karyawan yang mendapat ijin untuk memasuki wilayah pertambangan, maka sebelumnya harus diberikan induksi terlebih dahulu.
  3. Karyawan yang baru selesai dari cuti kerja. Walupun sudah lama menjadi karyawan di perusahaan tersebut, karyawan ini harus tetap diberi induksi safety setelah dia kembali dari cuti kerjanya. Hal ini dilakukan karena kondisi dalam tambang sudah banyak berubah (seperti arah jalan tambang) selama dia pulang cuti.

Safety induksi biasa dilakukan pada saat karyawan baru hendak mengurus Kimper atau Mine Permit (Semacam ID Card) baru di perusahaan tersebut. Kimper sendiri diperuntukkan bagi karyawan yang nantinya akan diberikan ijin untuk mengendarai unit atau alat berat (sesuai dengan SIM dan keahlian karyawan tersebut mengemudi) di area pertambangan (Operator, Driver DumpTruck, Foreman, supervisor up, dll).

Sedangkan Mine permit diperuntukkan bagi karyawan umumnya. Karyawan yang mempunyai mine permit namun tidak memiliki kimper tetap tidak diperbolehkan mengendarai unit atau alat berat sendiri (staff kantor, adm, dll). Selama Karyawan baru belum mendapatkan Kimper atau Mine Permit, karyawan tersebut akan diberikan ID Card Visitor dan masih belum dibolehkan mengendarai unit di area pertambangan.

Selain itu Induksi saftey juga dilakukan kepada visitor atau tamu dari luar (bukan karyawan) yang hendak memasuki wilayah pertambangan. Hal ini dilakukan agar tamu tamu tersebut memahami kondisi tambang yang ada dan diharuskan mematuhi segala peraturan yang berlaku dalam tambang. Untuk membuktikan bahwa visitor telah mendapatkan induksi, maka Dept Safety (OSHE Dept) meminjamkan ID Card Visitor kepada pengunjung tersebut dan harus mengembalikannya setelah keperluannya selesai.

Keuntungan Dari Induksi Safety.

  1. Seseorang lebih memahami tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat berada di wilayah pertambangan.
  2. Mendapatkan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang.
  3. Lebih memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi di dalam wilayah tambang dan memahami bagaimana cara mengatasinya
  4. Meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan saat berada dalam wilayah pertambangan.
  5. Dan beberapa keuntungan lainnya yang mungkin belum saya ketahui.

 

Apapun bidang pekerjaan yang kita jalani sekarang sangat penting untuk memahami pekerjaan tersebut. Dengan begitu kita bisa memahami potensi-potensi bahaya apa saja yang mungkin ditimbulkan dari pekerjaan kita. Jika kita mengetahui itu semua, maka kita bisa meminimalisir bahkan menghilangkan potensi bahaya yang ada dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetaplah bekerja dengan selamat, sehat, dan aman.

Alat Keselamatan Kerja Kapal

alat keselamatan kerja di kapal

Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan pribadi dan aturan semua operasi yang dibawa diatas kapal

Untuk mencapai keamanan maksimal di kapal, langkah awal memastikan bahwa seluruh crew kapal memakai peralatan pelindung pribadi mereka dibuat untuk berbagai macam jenis pekerjaan yang dilakukan pada kapal.

Berikut ini adalah peralatan dasar pelindung diri yang harus ada disebuah kapal untuk menjamin keselamatan pekerja.

 

  1. Menggunakan Pelindung

Pakaian pelindung adalah coberall yang melindungi tubuh anggota awak dari bahan-bahan berbahaya seperti minyak panas, air, percikan pengelasan dll hal ini dikenal ‘Dangri’ or ‘Boiler Suit’

 

  1. Helm

Bagian paling penting bagi tubuh manusia adalah kepala. Perlu perlindungan terbaik yang sediakan oleh helm plastik keras di atas kapal. Sebuah tali dagu juga di sediakan dengan helm yang menjaga helm di tempat ketika perjalanan atau jatuh.

 

  1. Sepatu Safety

Max dari ruang internal kapal digunakan oleh kargo dan mesin, terbuat dari logam keras yang sangat berbahaya bagi pekerja. Manfaat Sepatu Safety disini untuk memastikan bahwa tidak ada luka yang terjadi di kaki para pekerja atau crew di atas kapal.

 

  1. Sarung Tangan

Berbagai jenis sarung tangan disediakan di kapal, sarung tangan ini digunakan dalam operasi dimana hal ini menjadi keharusan untuk lindungi tangan orang-orang. Beberapa sarung tangan yang diberikan adalah sarung tangan tahan panas, untuk bekerja di permukaan yang panas, sarung tangan kapas, untuk operasi pekerjaan yang normal, sarung tangan las, sarung tangan kimia, dll.

 

  1. Googles

Mata adalah bagian paling sensitif dari tubuh manusia dan pada oprasi sehari-hari memiliki kemungkinan besar untuk cedera mata, kaca pelindung atau kacamata digunakan untuk perlindungan mata, sedangkan kacamata las digunakan untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.

 

  1. Plug

Di ruang mesin kapal menghasilkan suara 110 – 120db ini merupakan frekuensi suara yang sangat tinggi untuk telinga manusia, bahkan dalam beberapa menit dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi dan gangguan pendengaran. Sebuah penutup telinga atau stiker telinga digunakan pada kapal untuk mengimbangi suara yang di dengar oleh manusia dengan aman.

 

  1. Safety Harness

Operasi kapal rutin mencakup perbaikan dan pengecetan permukaan yang tinggi memerlukan anggota crew untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak mudah di akses. Safety harness di gunakan oleh operator di suatu ujung dan di ikat pada titik kuat pada ujung talinya.

 

  1. Masker

Kan karbon yang melibatkan partikel berbahaya dan menor yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terhirup secara langsung, untuk menghindari masker wajah digunakan sebagai perisai dari partikel berbahaya.

 

  1. Chemikcl Suit

Bahan kiami di atas kapal sangat sering digunakan dan beberapa bahan kimia sangat berbahaya bila berkontak langsung dengan kulit manusia, Chemical suit digunakan untuk menghindari situasi seperti itu.

 

  1. Welding Perisai

Welding adalah kegiatan yang umum di atas kapal untuk perbaikan struktural dll. Juru las yang dilengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak langsung dengan sinar ultraviolet dari percikan las. Hal ini harus diperhatikan dan sebaiknya pemakaian Welding sheeld sangat diharuskan untuk keselamatan pekerja.

Manfaat Sepatu Safety Untuk Pekerja

manfaat sepatu safety

Kaki memiliki peran yang begitu utama dalam kehidupan, dengan anggota badan ini kita dapat melakukan apa pun seperti mengambil langkah, bekerja dan yang lain hingga kita perlu melindunginya dari berbagai bahaya. Salah satunya dengan memakai sepatu Safety.

Sepatu Safety (Safety Shoes) adalah salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang harus dipakai oleh seseorang ketika bekerja guna menghindari resiko kecelakaan. Bukan sekedar membuat perlindungan bagian tubuh pekerja pada adanya resiko kecelakaan saja, tetapi dengan memakai sepatu Safety pekerja akan lebih leluasa bergerak hingga dapat meningkatkan efektivitas dan hasil produksi yang diharapkan.

Sepatu ini terbuat dari kulit dipadukan dengan metal, di bagian bawahnya terbuat dari karet yang tebal. Dengan bahan itu, pekerja akan aman dari berbagai kecelakaan pada kakinya. Sangat banyak manfaat yang diperoleh dengan memakai sepatu Safety, berikut ulasannya.

 

Berikut adalah Manfaat Menggunakan Safety Shoes

 

Melindungi dari Benda Tajam dan Berbahaya

Untuk seorang yang bekerja di ruang berbahaya, Sepatu Safety adalah satu diantara Alat Pelindung Diri (APD) yang harus dipakai oleh pekerja yang kemungkinan dapat terkena pecahan kaca, besi ataupun serpihan yang lain yang pastinya sangat membahayakan telapak kaki.

 

Mencegah Kecelakaan Kerja yang Fatal

Bukan sekedar melindungi telapak kaki saja, Sepatu Safety juga dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja fatal seperti kejatuhan benda-benda berat. Safety Shoes ini memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam menahan berat, hingga resiko patah tulang atau masalah yang lain dapat diminimalisir.

 

Membuat perlindungan dari Benda Panas

Di bagian atas dan samping sepatu safety tidak hanya terbuat berbahan kulit saja, namun juga di buat dari bahan metal yang tebal. Dengan hal tersebut sepatu ini dapat melindungi kaki pada benda-benda yang panas. Benda-benda yang panas banyak dihasilkan di ruang seperti pabrik las listrik, pengelolaan lampu dan yang lain.

 

Melindungi dari Cairan Kimia Berbahaya

Kita semua tahu kalau cairan kimia yaitu cairan yang sangat beresiko, dan bagaimana jadinya bila cairan itu mengenai kulit? Untuk pekerja laboratorium kimia, sepatu safety harus dipakai.

 

Membuat Pengguna Tidak Terpeleset

Sepatu safety terbuat dari bahan karet yang didesain sedemikian rupa, hingga sepatu ini dapat di andalkan pada permukaan licin. Dengan demikian, dengan memakai sepatu safety jadi beberapa pekerja semakin lebih lincah dalam bekerja.

 

Daftar Pencarian Jual Sepatu Safety di Kota Anda

Pabrik sepatu safety di tangerang, bekasi, cikarng, medan, pembang, balikpapan, medan

Sepatu Safety atau sepatu keselamatan kerja adalah sepatu yang wajib di kenakan dalam aktivitas kerja di lapangan. Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah mewajibkan para pekerja lapangan untuk selalu dan senantiasa menggunakan sepatu keselamatan.

Di banyak negara sudah mewajibkan para pekerja lapangan untuk menggunakan sepatu keselamatan ini. Di Indonesia sendiri masih kurang para pekerja lapangan yang menggunakan alat safety ini. Alat Safety tidak hanya di butuhkan dalam pekerja di medan yang ekstrim saja, Namun untuk medan-medan dengan kategori pekerja lapangan. Hal-hal yang tidak terduga terkait keselamatan para pekerja bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu setiap pekerja lapangan hendaklah mematuhi Standar Nasional Indonesia guna kepentingan bersama. Selain itu Perusahaan yang menaunginya pun harus Pro Aktif dalam menanggapi atau memperhatikan Keselamtan para pegawai-pegawainya.

Sepatu Safety Dr OSHA tersedia di tiap-tiap kota dalam rekanan Agen sepatu safety ataupun Distributor sepatu safety. Anda dapat menemukan atau membeli sepatu safety Dr OSHA di Agen ataupun Distributor kami yang tersedia di tiap-tiap kota di indonesia.

Jika Anda tidak mendapatkan harga sepatu safety yang sesuai dengan budget Perusahaan Anda, Anda dapat langsung menghubungi kami. Kami akan memberikan layanan sebaik-baiknya untuk memenuhi standar keselamatan para pegawai-pegawai di perusahaan Anda.

Harga sepatu safety kami berbeda-beda sesuai dengan jenis tipe sol sepatu itu sendiri. Jika Anda berencana memesan dalam jumlah banyak Anda dapat langsung menghubungi kami. Banyak perusahan-perusahaan yang berada di daerah yang sudah menjadi rekanan kami.

Di era modern seperti sekarang ini, Anda tidak perlu repot untuk memesan sepatu safety kami. Anda cukup luangkan waktu sedikit untuk livechat dengan kami atau Anda bisa juga menghubungi kami melalui WhatsApp dalam waktu 24 jam. Untuk memudahkan Anda menentukan model sepatu safety kami, Anda dapatu melihat model-modelnya halaman katalog kami disini. Di halaman tersebut Anda dapat melihat daftar harga sepatu safety kami.