Mengapa Angka Kecelakaan Kerja di Indonesia Masih Tinggi?

alat keselamatan kerja beserta gambarnyaAda beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, yaitu unsafe condition dan unsafe behavior. Unsafe Behavior merupakan perilaku dan kebiasaan yang mengarah pada terjadinya kecelakaan kerja seperti tidak menggunakan Alat Pelindung Diri  (APD) dan penggunaan peralatan yang tidak standard sedangkan Unsafe Condition merupakan kondisi tempat kerja yang tidak aman seperti terlalu gelap, panas dan gangguan-gangguan faktor fisik lingkungan kerja lainnya. Faktor-faktor kecelakaan kerja tersebut dapat dieliminasi dengan adanya komitmen perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan peraturan K3 serta didukung oleh kualitas SDM perusahaan dalam pelaksanaannya.


Sayangnya, masih sedikit perusahaan di Indonesia yang berkomitmen untuk melaksanakan pedoman SMK3 dalam lingkungan kerjanya. Menurut catatan SPSI, baru sekitar 45% dari total jumlah perusahaan di Indonesia (data Depnaker tahun 2002, perusahaan di bawah pengawasannya sebanyak 176.713) yang memuat komitmen K3 dalam perjanjian kerja bersamanya. Jika perusahaan sadar, komitmennya dalam melaksanakan kebijakan K3 sebenarnya dapat membantu mengurangi angka kecelakaan kerja di lingkungan kerja.
Dengan sadar dan berkomitmen, perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan kondisi kerja yang aman dan sehat. Komitmen perusahaan yang rendah ini diperburuk lagi dengan masih rendahnya kualitas SDM di Indonesia yang turut memberikan point dalam kejadian kecelakaan kerja, data dari Badan Pusat Statistik tahun 2003 menunjukkan bahwa hanya 2.7% angkatan kerja di Indonesia yang mempunyai latar belakang pendidikan perguruan tinggi dan 54.6% angkatan kerja hanya tamatan SD.

penyebab kecelakaan kerjaSebenarnya, penerapan K3 dalam sistem manajemen perusahaan memberikan banyak keuntungan selain peningkatan produktifitas kerja dan tetap terjaganya kesehatan, keselamatan pekerja, penerapan K3 juga dapat meningkatkan citra baik perusahaan yang dapat memperkuat posisi bisnis perusahaan. Satu lagi hal penting bahwa dengan komitmen penerapan K3, angka kecelakaan kerja dapat ditekan sehingga dapat menekan biaya kompensasi akibat kecelakaan kerja. Perlu diketahui bahwa nilai kompensasi yang harus dibayar karena kecelakaan kerja di Indonesia tahun 2004 sebesar 102,461 milliar rupiah apalagi jika kita lihat data 2003 yang sebesar 190,607 milliar rupiah, sungguh suatu nilai yang sangat disayangkan jika harus dibuang percuma! Sebenarnya keadaan ini tidak jauh berbeda dengan di AS, tahun 1995 pemerintah AS harus menderita kerugian sebesar 119 milliar dollar karena kecelakaan kerja dengan tingkat pertumbuhan kerugian sebesar 67,9 milliar dollar dalam kurun waktu 15 tahun sejak tahun 1980.

Usaha pemerhati K3 dunia untuk menurunkan angka kecelakaan kerja melalui suatu pedoman terhadap pelaksanaan K3 telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Awalnya adalah dengan penerbitan suatu pendekatan sistem manajemen yaitu Health and Safety Management-HS(G)65 yang dikembangkan oleh Health and Safety Executive Inggris yang diterbitkan terakhir pada tahun 1977. Mei 1996 muncul standar pelaksanaan K3,BS 8800 (British Standard 8800) yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi K3 melalui penyediaan pedoman bagaimana manajemen K3 berintegrasi dengan manajemen dari aspek bisnis yang lain. Hingga tahun 1999 muncul standar baru yaitu OHSAS 18001 yang dikeluarkan sebagai spesifikasi dan didasarkan pada model yang sama dengan ISO 14001, bersamaan dengan itu diterbitkan pula OHSAS 18002 sebagai pedoman pada penerapan OHSAS 18001. Apa yang dimaksud OSHAS?

Artikel terkait lainnya

  • 3 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja (Three Main Factor Theory)3 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja (Three Main Factor Theory) Teori Tiga Faktor Utama (Three Main Factor Theory) Dari beberapa teori tentang faktor penyebab kecelakaan yang ada, salah satunya yang sering digunakan adalah teori tiga faktor utama […]
  • Teori dan Konsep Hubungan Keselamatan Kerja dan Produktivitas Kerja KaryawanTeori dan Konsep Hubungan Keselamatan Kerja dan Produktivitas Kerja Karyawan Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan […]
  • Jenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan KerjaJenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja terjadi bukan karena keinginan pekerja itu sendiri, Namun kecelakaan kerja dapat di minimalkan atau dapat dihindari jika sudah memenuhi standar keselamatan kerja. […]
  • Laporan Kecelakaan KerjaLaporan Kecelakaan Kerja Mengumpulkan fakta-fakta (dengan cara peninjuan on the spot, wawancara dan lain-lain) adalah bagian dari pekerjaan berkaitan dengan pemeriksaan kecelakaan kerja. Nilai dari perkerjaan […]
  • Pencegahan Kecelakaan IndustriPencegahan Kecelakaan Industri Pencegahan kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai "sebuah program yang terintegrasi, rangkaian kegiatan yang terkoordinasi, diarahkan untuk kontrol kondisi mekanis yang tidak aman". […]
  • Alat Keselamatan Kerja KapalAlat Keselamatan Kerja Kapal Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan […]
  • Memahami Tujuan dan Manfaat Safety InductionMemahami Tujuan dan Manfaat Safety Induction Safety Induction adalah pengenalan dasar-dasar Keselamatan kerja dan Kesehatan Kerja (K3) kepada karyawan baru atau visitor (tamu) dan dilakukan oleh karyawan dengan jabatan setingkat […]
  • Manfaat dari Pelatihan Safety RidingManfaat dari Pelatihan Safety Riding Di indonesia kecelakaan berkendara menjadi tingkat kecelakaan berkendara yang paling tinggi. Kecelakaan berkendara sepeda motor pertahun semakin bertambah. Data kecelakaan lalulintas yang […]
  • 4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja Cara untuk menyusun laporan investigasi kecelakaan kerja - Kecelakaan kerja adalah hal terburuk yang perlu diatasi oleh banyak profesional Keselamatan serta Kesehatan kerja sebab tidak ada […]
  • Jenis Resiko Pekerjaan di LaboratoriumJenis Resiko Pekerjaan di Laboratorium Pekerjaan laboratorium memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko tersebut bisa dari dalam ataupun luar laboratarium. Resiko itu dapat mempengaruhi perusahaan atau lembaga laboratorium atau […]
  • 3 Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya3 Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya Merujuk pada data penjualan sepeda motor Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), terlihat bahwa penjualan sepeda motor terus bertumbuh. Data itu menyebutkan empat tahun terakhir, […]
  • 3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Untuk para pencari kerja di Indonesia, bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas adalah impian akan masa depan yang cerah. Benar adanya, […]
  • Tujuan dan Fungsi K3 Dalam Produktivitas KerjaTujuan dan Fungsi K3 Dalam Produktivitas Kerja Perkembangan industri di Indonesia sekarang ini berlangsung sangat pesat. Proses industrialisasi makin cepat dengan berdirinya perusahaan dan tempat kerja yang beraneka ragam. Hal ini […]
  • Jenis-Jenis Pekerjaan Di Perusahaan Batu baraJenis-Jenis Pekerjaan Di Perusahaan Batu bara Batu bara berperan dalam industri produksi semen, aluminium, pabrik kertas, bahan kimia dan obat-obatan. Selain daripada itu, beberapa produksi seperti bahan metanol, garam amoniak, produk […]
  • Hak Tenaga Kerja Menurut Undang-UndangHak Tenaga Kerja Menurut Undang-Undang Ditujukan untuk siapa Keselamatan dan Kesehataan Kerja ? Berdasarkan Undang-undang Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja itu ditujukan untuk seluruh pekerja dimanapun tempat kerjanya […]