Hierarchy Pengendalian Resiko Bahaya di Rumah Sakit

Resiko Bahaya di Rumah Sakit

Hierarchy pengendalian resiko bahaya di rumah sakit – Dengan meningkatnya pemakaian sarana service kesehatan oleh penduduk, tuntutan pengendalian Sistem Manajemen Keselamatan serta Kesehatan Kerja (SMK3) di dalam rumah sakit makin tinggi. Tenaga kerja di dalam rumah sakit, pasien, pengunjung, pengantar pasien, peserta didik serta penduduk di sekitar rumah sakit ingin memperoleh perlindungan dari masalah kesehatan serta kecelakaan kerja, baik lantaran efek kegiatan pemberian service ataupun sebab keadaan fasilitas serta prasarana di dalam rumah sakit yang tidak standard.

Supaya bisa terbentuk sistem manajemen K3 yang baik, diperlukan sdm yang memiliki kompetensi yang baik juga terpenting untuk mendeteksi serta mengatasi resiko bahaya yang ada di lingkungan rumah sakit. Agar bisa mencapai hal itu karyawan rumah sakit mesti tahu beberapa jenis resiko bahaya di dalam rumah sakit serta langkah pengendaliannya, hingga rumah sakit yang aman buat tenaga kerja, pasien, pengunjung, pengantar pasien, peserta didik serta penduduk di seputar rumah sakit bisa terwujud.

Resiko-resiko bahaya itu semua bisa kita kendalikan melalui 5 hierarchy seperti berikut;

a. Eliminasi

Hirarki teratas yakni eliminasi/menghilangkan bahaya dikerjakan saat design, tujuannya ialah untuk menghilangkan kemungkinan kekeliruan manusia dalam menjalankan suatu sistem sebab terdapatnya kekurangan pada design. Penghapusan bahaya adalah cara yang sangat efisien hingga bukan hanya mengandalkan perilaku pekerja dalam hindari resiko, akan tetapi, penghilangan benar-benar pada bahaya tidak selamanya praktis serta ekonomis.
Misalnya: kemungkinan bahaya kimia karena proses reuse hollow fiber HD bisa di eliminasi saat hollow fiber tak perlu reuse kembali atau single use.

b. Substitusi

Cara pengendalian ini mempunyai tujuan untuk merubah bahan, proses, operasi atau perlengkapan dari yang berbahaya jadi lebih tidak beresiko. Dengan pengendalian ini turunkan bahaya serta kemungkinan minimal lewat disain sistem atau design lagi. Beberapa contoh aplikasi substitusi contohnya: Sistem mekanisasi pada mesin untuk kurangi interaksi mesin-mesin beresiko dengan operator, memakai bahan pembersih kimia yang kurang beresiko, kurangi kecepatan, kapabilitas dan arus listrik, ganti bahan baku padat yang memunculkan debu jadi bahan yang cair atau basah.

c. Eksperimen / Enginering.

Pengendalian ini dikerjakan mempunyai tujuan untuk memisahkan bahaya dengan pekerja dan untuk mencegah terjadinya kekeliruan manusia. Pengendalian ini terpasang pada suatu unit sistem mesin atau perlengkapan.
Beberapa contoh implementasi cara ini contoh ialah sistem tekanan negatif pada ruangan perawatan air borne dissease, pemakaian laminar airflow, pemasangan shield /sekat Pb pada pesawat fluoroscopy (X-Ray), dan sebagainya.

d. Administratif

Kontrol administratif diperuntukkan pengendalian dari bagian orang yang akan melakukan pekerjaan. Dengan dikendalikan cara kerja diharapkan orang akan mematuhi, mempunyai potensi serta ketrampilan cukup untuk merampungkan pekerjaan dengan aman. Jenis pengendalian ini diantaranya seleksi karyawan, terdapatnya standard operasional Mekanisme (SOP), pelatihan, pengawasan, modifikasi prilaku, agenda kerja, perputaran kerja, pemeliharaan, manajemen pergantian, agenda istirahat, dan sebagainya.

e. Alat pelindung diri (APD)

Penentuan serta pemakaian alat pelindung diri adalah merupakan perihal yang sekiranya efisien dalam pengendalian bahaya. APD cuma dipakai oleh pekerja yang akan bertemu langsung dengan kemungkinan bahaya dengan memerhatikan jarak serta waktu kontak dengan kemungkinan bahaya itu. Makin jauh dengan kemungkinan bahaya jadi kemungkinan yang didapatkan makin kecil, begitupun makin singkat kontak dengan kemungkinan bahaya kemungkinan yang didapatkan ikut makin kecil.

Pemakaian beberapa APD terkadang mempunyai dampak negatif pada pekerja seperti kurang bebas dalam kerja, terbatasnya komunikasi dengan pekerja lainnya, alergi pada APD spesifik, dan sebagainya. Beberpa pekeerja yang kurang faham pada efek kemungkinan bahaya dari pekerjaan yang dikerjakan terkadang kepatuhan dalam pemakaian APD ikut jadi rendah. APD reuse memerlukan perawatan serta penyimpanan yang baik hingga kualitas perlindungan dari APD itu tetap maksimal.

Artikel terkait lainnya

  • 4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja Cara untuk menyusun laporan investigasi kecelakaan kerja - Kecelakaan kerja adalah hal terburuk yang perlu diatasi oleh banyak profesional Keselamatan serta Kesehatan kerja sebab tidak ada […]
  • Jenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan KerjaJenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja terjadi bukan karena keinginan pekerja itu sendiri, Namun kecelakaan kerja dapat di minimalkan atau dapat dihindari jika sudah memenuhi standar keselamatan kerja. […]
  • Analisa dan Identifikasi Potensi-potensi Bahaya KebakaranAnalisa dan Identifikasi Potensi-potensi Bahaya Kebakaran Identifikasi Bahaya Ilustrasikan pertanyaan : Adakah potensi kebakaran ? Berapa besar potensi serta kemungkinannya? Apakah karena kebakaran ? Bagaimana program […]
  • Model Sepatu Safety dan Daftar Harga Sepatu SafetyModel Sepatu Safety dan Daftar Harga Sepatu Safety   Untuk beberapa orang kadang untuk menentukan sepatu safety yang mempunyai kualitas baik serta model yang sesuai cukup sulit. Beberapa daftar harga sepatu safety juga kadang […]
  • Budayakan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dalam Lingkungan KerjaBudayakan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dalam Lingkungan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja (k3) dalam lingkungan kerja - Saat bekerja, kita dituntut bekerja dengan detail bahkan juga sempurna. Selain itu, kita juga harus bekerja dengan selamat […]
  • Alat Keselamatan Kerja KapalAlat Keselamatan Kerja Kapal Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan […]
  • Standard Sepatu SafetyStandard Sepatu Safety Sepatu safety yaitu satu kewajiban apabila bekerja didunia industri. Pada umumnya banyak yang berasumsi sepatu safety merupakan sepatu yang ada pelindung baja di ujungnya. Memanglah […]
  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi PekerjaPenggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja Pentingnya mengenal lebih jauh apa itu Alat Pelindung Diri (APD) dan fungsinya untuk para pekerja, Bagi Perkerja lapangan Alat Pelindung Diri (APD) adalah equipment keselamatan kerja yang […]
  • Memahami Tujuan dan Manfaat Safety InductionMemahami Tujuan dan Manfaat Safety Induction Safety Induction adalah pengenalan dasar-dasar Keselamatan kerja dan Kesehatan Kerja (K3) kepada karyawan baru atau visitor (tamu) dan dilakukan oleh karyawan dengan jabatan setingkat […]
  • Pabrik Sepatu Safety DrOSHAPabrik Sepatu Safety DrOSHA Banyak pertanyaan dari beberapa klien kami yang berada di daerah jakarta barat maupun tangerang. Pertanyaaan yang sering diakukan antara lain pabrik sepatu safety di tangerang apakah […]
  • Bagian-Bagian Sepatu Keselamatan-Sepatu SafetyBagian-Bagian Sepatu Keselamatan-Sepatu Safety Dr Osha terus dan selalu berusaha memberikan informasi guna memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang keamanan kerja kepada masyarakat. Kami akan menjelaskan berbagai instilah dan […]
  • Daftar Pencarian Jual Sepatu Safety di Kota AndaDaftar Pencarian Jual Sepatu Safety di Kota Anda Sepatu Safety atau sepatu keselamatan kerja adalah sepatu yang wajib di kenakan dalam aktivitas kerja di lapangan. Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah mewajibkan para pekerja lapangan […]
  • PolyurethanePolyurethane Polyurethane merupakan polymeric material yang mengandung urethane grup ( -NH-CO-O-) , hasil reaksi dari polyol dengan isocyanate yang berbentuk liquid (cairan). Sampai saat ini […]
  • Manfaat Sepatu Safety Untuk PekerjaManfaat Sepatu Safety Untuk Pekerja Sepatu Safety (Safety Shoes) adalah salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang harus dipakai oleh seseorang ketika bekerja guna menghindari resiko kecelakaan. Bukan sekedar membuat […]
  • Pendidikan Terhadap Perilaku K3 dan Kejadian Kecelakaan KerjaPendidikan Terhadap Perilaku K3 dan Kejadian Kecelakaan Kerja Orang-orang yang masih menetap di perusahaan memiliki pengalaman kerja yang lebih lama, itu karena mereka memang tidak memiliki alasan untuk keluar dari perusahaan kecuali karena usia atau […]