Analisa dan Identifikasi Potensi-potensi Bahaya Kebakaran

bahaya kebakaran ditempat kerja

Identifikasi Bahaya

Ilustrasikan pertanyaan :

  1. Adakah potensi kebakaran ?
  2. Berapa besar potensi serta kemungkinannya?
  3. Apakah karena kebakaran ?
  4. Bagaimana program mencegah serta penanggulangannya bila terjadi kebakaran ?

Identifikasi Bahaya

Arah identifikasi bahaya :

  1. Tahu potensi bahaya kebakaran yang ada di tempat kerja.
  2. Tahu tempat serta potensi kebakaran .
  3. Sistimatika Identifikasi Potensi Bahaya
  4. Metodologi identifikasi bahaya

Catatan Rekaman Data Kebakaran

Data Insiden/peristiwa kebakaran yang sempat terjadi awal mulanya baik pada perusahaan tersebut ataupun peristiwa kebakaran dalam tempat lain.

1.Survey potensi
Survey pada semua keadaan yang bisa memunculkan kebakaran dengan memakai daftar periksa:

2. Material
Membuat rincian semua material dengan kwantitatif serta kwalitatif dengan keadaan serta kemungkinan kebakaran yang diakibatkan

3. Perlengkapan Proses
Mengiventarisasi semua proses serta perlengkapan yang berpotensi untuk terjadinya kebakaran.

4. Keadaan Lingkungan
Membuat rincian semua situasi keadaan kerja yang memiliki peluang mengakibatkan kebakaran

WHAT IF ANALYSIS
Metoda simpel yang bisa dipakai dalam identifikasi bahaya ialah what if analysis : tehnik identifikasi bahaya dengan sistematis dengan memakai kata basic what if ….

KelebihanTeknik identifikasi ini:

  • Begitu efisien dipakai pada tahap awal pekerjaan (feasibility study)
  • Menjadi tahap saringan untuk melakukan analisis dengan mendalam dengan memakai teknik-telmik yang lain.
  • Membutuhkan sdm lebih sedikit dalam kurun waktu yang lebih pendek.
  • Bisa dipakai oleh manajemen menjadi bahan pengambilan ketetapan dengan sumberdaya serta biaya terbatas
  • Teknik what if memakai kata bertanya what if untuk beberapa perihal contohnya :
  • What If jika pompa mati mendadak
  • What If jika reaktor tiba – tiba bocor.
  • What If jika mesin pesawat mati.
  • What If jika terjadi blow out.
  • What If jika tiba – tiba tekenan boiler naik
  • What If jika tanki bocor
  • What If jika pipa ke pompa pecah
  • serta lainnya – lainnya.

What If Work Sheet

Equipment Name: /Work place : Ruang Kelas

Analisis Potensi Bahaya

Kegunaan analisis potensi bahaya :

  • Bisa memastikan sumber serta pemicu munculnya bahaya.
  • Bisa memastikan metoda menangani potensi beresiko.

Tingkatan dalam analisis bahaya ialah seperti berikut:

  • Merangkum Potensi Bahaya Pada Masing-Masing Sumber Bahaya.
  • Memastikan frekuensi /probabilitas terjadinya kebakaran itu

Analisis Akibat
Analisis akibat didefinisikan menjadi suatu pelajari mengenai akibat yang diakibatkan pada manusia, harta benda atau lingkungan bila, terjadinya kebakaran .

  • Memastikan frekuensi /probabilitas terjadinya kebakaran itu
  • Analisis Frekuensi/Probabilitas secara-kulitatif
  • Tinggi atau High (Berlangsung lebih dari 1 kali per tahun)
  • Medium (Berlangsung 1 peristiwa per 1 – 100 tahun)
  • Rendah atau Low (Berlangsung 1 peristiwa per 100 –1000 tahun)
  • Analisis Tingkat Keparahan dengan kuantitatif
  • Kebakaran karena kegagalan elemen tunggal misalnya: kegagalan pipa, kegagalan relief valve atau untuk kegagalan satu sistem seperti kegagalan sistem otomatis untuk menghambat meluapnya tangki, ataupun kebakaran di alat transportasi & gedung .

Program Pengendalian Bahaya

Program pengendalian bahaya kebakaran ialah usaha yang dibutuhkan untuk mencegah serta penangulangan kemungkinan kebakaran

Cakupan pekerjaan :

  • Lingkungan Fisik
  • Manusia
  • Perlengkapan

Tujuan :

  • “Engineering” (Eksperimen)
  • “Education” (Pembinaan)
  • “Enforcement” (Penerapan)
  • “Enthusiasm” (Semangat)

Engineering
Engineering atau eksperimen terkait dengan rencana perlengkapan industri seperti perlindungan kebakaran.

Education (Pembinaan)
Pembinaan ialah satu fungsi terpenting dalam mengusahakan mencegah kebakaran yang maksimal, sebab proses ini adalah pekerjaan yang menuju penambahan pengetahuan serta keterampilan beberapa karyawan.

Pengawasan K3 kebakaran
House Keeping yang baik
Safe work practice (cara–kerja yang aman)
Pelatihan dll

Bentuk pembinaan ini ditujukan supaya setiap orang bisa melakukan tindakan aman dalam lakukan tugasnya.

Enforcement (Penerapan)
Kepatuhan serta ketaatan berbentuk tindakan serta tindakan pencegahan serta penanggulangan kebakaran adalah tanda keberhasilan penerapan program
Kunci penting ialah dukungan dari Top Management.

Dukungan yang dibutuhkan berupa :

  1. Prinsip : suatu kemauan atau kesanggupan dari pimpinan puncak yang dituangkan dengan tertulis dengan singkat berisi kebijaksanaan serta tujuan perusahaan di bagian pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
  2. Personel : personel yang memiliki wawasan faktor potensi kebakaran.
  3. D a n a : Semua pekerjaan yang memakai fasilitas, sdm serta teknologi tak kan lepas dari keperluan dana.

Keterlibatan
Keterlibatan berdasarkan pekerjaan serta tanggung jawab di antara tingkat jenjang jabatan, sebab unsur pencegahan kebakaran mesti masuk dalam semua pekerjaan yang ada disuatu perusahaan.

Kunci kesuksesan unsur keterlibatan ini bergantung dari keterkaitan Top Manajemen sebab dengan aktifnya Top Manajemen dalam bagian mencegah kebakaran akan dibarengi oleh eselon-eselon dibawahnya.

Contoh keterlibatan Top Manajemen :

  1. Membuat pertemuan untuk mengkaji pencegahan serta penanggulangan kebakaran
  2. Membuat pengawasan
  3. Lakukan tindak lanjut laporan pekerjaan mencegah keebakaran dll
  4. Enthusiasm (Semangat)
  5. Semangat karyawan dalam lakukan pekerjaan sebenarnya tak kan lepas dari aspek dominan yang ada di dalam perusahaan tersebut, meskipun ada pula aspek luar yang memengaruhi.

Aspek terpenting meningkatkan semangat ialah sebab aspek kenal serta imbalan seperti :

  1. Pengenalan program yang terkait dengan keselamatan
  2. Pemberian reward
  3. Peletakan pegawai sama dengan keperluan dengan psikologis pada pekerjaan
  4. Peluang ikut memberikan saran/pendapat

Artikel terkait lainnya