Jenis- jenis Pemadam Kebakaran yang Harus Anda Ketahui

Resiko Bahaya di Rumah Sakit

Di laboratorium kimia sekolah perlu disediakan alat pemadam kebakaran yang dapat di bawa-bawa atau dipindah-pindah. Alat pemadam seperti ini berbentuk tabung yang dapat digantungkan di dinding laboratoriumatau bagian lain bangunan yang mudah dijangkau. Alat pemadam kebakaran tersebut mempunyai berbagai jenisPenggunaan jenis pemadam kebakaran bergantung pada bahan yangterbakar.

Jika bahan yang terbakar berbeda maka akan berbeda pula penggunaaan jenis pemadam kebakaran. Namun pada saat sekarangtersedia alat pemadam kebakaran yang bisa mengatasi kebakaran dariberbagai sifat bahan yang terbakar yang disebut dengan alat pemadam“Multy purpose”.

Model alat pemadam kebakaran jenis tabung, dapat dilihat pada tayangan power point. Beberapa jenis alat pemadam kebakaran dari jenis lain:

a. Pemadam Kebakaran Jenis Air.

Pemadam jenis air ini bekerja atas dasar pendinginan. Suhu benda yang terbakar dapat diturunkan. Bentuk yang sederhana dari pemadam kebakaran jenis air ini adalah air yang disiramkan dengan menggunakanember. Akan tetapi ada pula alat pemadam kebakaran jenis air yang tersimpan dalam tabung atau silinder. Tabung itu berisi kira-kira 10 literair. Di dalam tabung atau silinder itu terdapat silinder lain yang berisi karbondioksida yang bertekanan. Pada waktu digunakan silinder yangberisi karbondioksida itu dibocorkan dengan jalan ditusuk sehingga karbondioksida akan mendesak air dan air akan keluar dengan deras.

Sekali dijalankan, semprotan air itu tidak dapat dihentikan dan alat ini bersifat sekali pakai. Ada pula alat pemadam kebakaran jenis air yang menggunakan larutan natrium bikarbonat (NaHCO3) yang disimpan dalam tabung logam. Dalam tabung logam itu terdapat pula asam sulfat yang ditempatkan dalam satu wadah. Pada waktu digunakan, asam sulfat bereaksi dengan natrium bikarbonat dan menimbulkan karbondioksida. Karbondioksida ini yang mendesak dan menyemprotkan air (larutan) itu
keluar melalui selang (pipa).

b. Pemadam kebakaran Jenis Karbondioksida.

Pemadam kebakaran jenis ini bekerja atas dasar mengurangi persediaan oksigen. Karena massa jenis gas karbondioksida lebih besar daripada massa jenis udara, maka gas ini dapat membentuk suatu selimut yang mencegah bahan berhubungan dengan udara (oksigen).Tabung pemadam ini dilengkapi dengan penyalur/selang gas yangujungnya berbentuk corong yang terbuat dari plastik/karet. Melaluicorong ini gas diarahkan ke api yang hendak dipadamkan. Semprotangas karbondioksida ini sangat dingin dan dapat membekukan uap air di udara yang melewati gas itu, sehingga terbentuk sejenis kabut putih.,kabut ini berfungsi menghalangi oksigen berhubungan dengan bahanbakar.

c. Pemadam Kebakaran Jenis Busa.

Alat pemadam kebakaran ini mengandung larutan bahan-bahanyang bila bercampur/bereaksi dapat menimbulkan busa. Busa ini yangdapat menghalangi udara (oksigen) berhubungan dengan bahan bakar.Dalam hal ini terjadi sedikit pendinginan agar berhasil memadamkan api,dalam pelaksanaannya lapisan busa yang menutupi api tidak terputus-putus. Jadi bahan bakar itu betul-betul terselimuti dengan lapisan busa, sehingga bahan bakar dapat terisolasi dari oksigen di udara.

d. Pemadam Kebakaran Jenis Serbuk.

Serbuk yang digunakan adalah pasir atau bahan kimia kering, yaitunatrium bikarbonat. Jenis pemadam kebakaran ini merupakan pemadamkebakaran yang paling sederhana. Penggunaannya adalah dengan disiramkan pada nyala api yang akan dipadamkan sampai tertimbun sehingga udara tidak dapat masuk ke bahan yang sedang terbakar Lapisan natrium bikarbonat menyelimuti api saat karbondioksida mendorongnya keluar.

Karbondioksida keluar karena picu ditekan.Pemanasan terhadap natrium bikarbonat oleh api yang ada menyebabkan terjadinya karbondioksida. Persamaan Reaksi: 2 NaHCO3  Na2CO3 + H2O + CO2Catatan:“Siapkan pasir dalam ember di laboratorium kimia untuk digunakan sewaktu- waktu ketika diperlukan”

e. Pemadam Kebakaran Jenis Selimut.

Selimut yang paling sederhana yang dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran adalah karung/kain basah. Selimut ini ditutupkan pada nyala api yang hendak dipadamkan, dengan demikian penyediaan oksigen dihentikan. Selain karung/kain dapat pula digunakan bahan serat yang tahan api. Selimut pemadam kebakaran, kebanyakan terbuat dari bahan kaca serat (fiber glass) yang bersifat agak lemas. Selimut yang terbuat dari asbes tidak digunakan lagi karena dapat menimbulkan kanker jika terhirup serat-seratnya.

Mengoperasikan alat Pemadam Kebakaran Jenis tabung Perlu diketahui bahwa alat-alat pemadam kebakaran yang telah dibahas hanya mampu memadamkan kebakaran-kebakaran kecil sajadan sekali pakai.

Kebakaran besar harus ditangani oleh unit-unit pemadam kebakaran. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam mengoperasikan alat pemadam kebakaran jenis tabung, sebagai berikut.

a. Alat Perangkat tabung pemadam kebakaran jenis multy purpose terbuat dari logam dengan komponen pemadan kebakaran sebagai berikut;

1) tabung, tempat menyimpan serbuk zat, di dalamnya terdapat pula tabung gas yang berisi CO2
2) alat picu
3) kunci pengaman
4) selang karet/plastik .

b. Bahan Tabung pemadam kebakaran berisi serbuk Natriumbikarbonat (NaHCO3), dan gas karbondioksida (CO2 ).
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Hati-hati ketika menggunakan alat pemadan, karena serbuk yang dikeluarkan dapat menyebabkan iritasi pada mata maupun hidung.
d. Langkah Kerja;

1) Lepaskan selang karet dari dinding tabung alat pemadam. Melepas selang karet dinding tabung alat pemadam kebakaran
2) Cabut kunci pengaman pada tabung alat pemadam. Melepas kunci pengaman tangkai alat pemadam kebakaran
3) Arahkan selang pada titik apinya. Mengarahkan selang pada titik api
4) Tekan picu tabung bersamaan dengan arah selang sambil badan bergerak memutar mengelilingi api. Menekan picu tabung alat pemadam kebakaran
5) Menggunakan pemadam jenis selimut. Menggunakan model selimut alat pemadam kebakaran.

Memilih Pemadam Sesuai Dengan jenis/kelas Kebakaran

1. Jenis kebakaran kelas A disebabkan bahan yang terbakar mengandung karbon, seperti kayu, kertas, plastik, dan karet. Untuk mengatasinya gunakan alat pemadam kebakaran air, serbuk kering atau selimut api, tetapi jangan menggunakan air jika ada resiko bahaya listrik.

2. Jenis kebakaran kelas B disebabkan bahan yang terbakar berasal dari bahan yang mudah terbakar meliputi zat cair, misalnya: minyak tanah, bensin, alkohol. Untuk mengatasinya gunakan pemadam kebakaran jenis busa, karbondioksida, serbuk kering, selimut api atau pasir. Jangan menggunakan busa jika ada kemungkinan resiko bahaya listrik dan jangan sekali-kali menggunakan air.

3. Jenis kebakaran kelas C disebabkan listrik untuk mengatasinya pertama matikan saklar utama dengan maksud menghentikan arus yang mengalir melalui saklar. Selanjutnya gunakan pemadam jenis karbondioksida. Jangan sekali-kali menggunakan air, sebab air adalah penghantar listrik sehingga akan membahayakan bagi penolong kebakaran.

4. Kebakaran kelas D disebabkan oleh bahan yang terbakar meliputi logam (metal) misalnya natrium, kalium, dan magnesium. Untuk mengatasinya gunakan pasir atau selimut api.

Artikel terkait lainnya

  • Hak Tenaga Kerja Menurut Undang-UndangHak Tenaga Kerja Menurut Undang-Undang Ditujukan untuk siapa Keselamatan dan Kesehataan Kerja ? Berdasarkan Undang-undang Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja itu ditujukan untuk seluruh pekerja dimanapun tempat kerjanya […]
  • Cara Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya di LabolatoriumCara Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya di Labolatorium Mengelompokkan bahan kimia berbahaya di dalam penyimpanannya mutlak diperlukan, sehingga tempat/ruangan yang ada dapat di manfaatkan sebaikbaiknya dan aman. Mengabaikan sifat-sifat […]
  • Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan KerjaPerlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Penyebab kecelakaan kerja yang kerap kali di temui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut diatas terjadi […]
  • Tips Merawat Sepatu SafetyTips Merawat Sepatu Safety Harga sepatu safety (safety shoes) cukup mahal dibanding dengan jenis sepatu lainya, karena terbuat dari bahan yang berkualitas guna faktor keamanan. Bahan utama dari sepatu ini adalah […]
  • Alat Keselamatan Kerja KapalAlat Keselamatan Kerja Kapal Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan […]
  • Peraturan Keselamatan KerjaPeraturan Keselamatan Kerja PERATURAN KESELAMATAN KERJA UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA No. 1 Tahun 1970 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA Per.05/MEN/1996 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ILO […]
  • Industri PerminyakanIndustri Perminyakan Dunia industri perminyakan (migas) adalah industri yang berbisnis untuk mengangkat cadangan munyak dan gas (hidrokarbon) yang ada di bawah bumi menuju ke permukaan . Sifat industri […]
  • Perkembangan Berbagai Industri di IndonesiaPerkembangan Berbagai Industri di Indonesia Industri pertanian adalah industri yang mengolah dan menghasilkan barang yang mendukung sector pertanian. Industri pertanian itu sendiri meliputi industry pertanian, […]
  • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan KerjaManajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian dari proses manajemen keseluruhan mempunyai peranan penting di dalam pencapaian tujuan perusahaan melalui pengendalian rugi […]
  • Jenis-Jenis Risiko Yang Harus di Hindari Oleh PerusahaanJenis-Jenis Risiko Yang Harus di Hindari Oleh Perusahaan Risiko yang dihadapi oleh suatu organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, risiko dalam organisasi sangat beragam sesuai […]
  • Keselamatan & Kesehatan Kerja (k3)Keselamatan & Kesehatan Kerja (k3) Apa itu K3? Adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja maupun orang lain di tempat kerja. K3 diatur dalam […]
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium KimiaKeselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium Kimia Keselamatan dan Keamanan Kerja atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus , karena penelitian menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkawatirkan […]
  • PolyurethanePolyurethane Polyurethane merupakan polymeric material yang mengandung urethane grup ( -NH-CO-O-) , hasil reaksi dari polyol dengan isocyanate yang berbentuk liquid (cairan). Sampai saat ini […]
  • Keselamatan Kerja Pengoperasian Peralatan CraneKeselamatan Kerja Pengoperasian Peralatan Crane a. Syarat layak pemakaian crane: Crane yang akan digunakan harus memiliki pengesahan pemakaian yang dikeluarkan oleh KEMENAKERTRANS. Semua safety device berfungsi dan bekerja […]
  • Perencanaan K3 Pekerjaan Bidang KonstruksiPerencanaan K3 Pekerjaan Bidang Konstruksi   Pekerjaan bidang konstruksi adalah merupakan hal yang kompleksitas dan begitu banyak melibatkan unsur ataupun pihak lain, terutama tenaga kerja, alat dan bahan material […]