Kebijakan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Laboratorium

Kesehatan kerja (Occupational health) merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang mempengaruhi kesehatan pekerja. Bahaya pekerjaan (akibat kerja), seperti halnya masalah kesehatan lingkungan lain, bersifat akut atau kronis (sementara atau berkelanjutan) dan efeknya mungkin segera terjadi atau perlu waktu lama. Efek terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan masyarakat kerja perlu diperhatikan, oleh karena selain dapat menimbulkan gangguan tingkat produktivitas, kesehatan masyarakat kerja tersebut dapat timbul akibat pekerjaannya.

Sasaran kesehatan kerja khususnya adalah para pekerja dan peralatan kerja di lingkungan Laboratoria pada Program Studi Teknik Fisika. Melalui usaha kesehatan pencegahan di lingkungan kerja masing-masing dapat dicegah adanya bahaya dan penyakit akibat dampak pencemaran lingkungan maupun akibat aktivitas dan produk Laboratorium terhadap masyarakat konsumen baik di lingkungan Laboratorium itu sendiri maupun masyarakat sekitarnya.

Tujuan kesehatan kerja adalah:

  1. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan pekerjaan ke tingkat yang setinggi-tingginya, baik fisik, mental maupun kesehatan sosial.
  2. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh tindakan/kondisi lingkungan kerjanya.
  3. Memberikan perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan.
  4. Menempatkan dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjanya.

Kesehatan kerja mempengaruhi manusia dalam hubungannya dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, baik secara fisik maupun psikis yang meliputi, antara lain: metode bekerja, kondisi kerja dan lingkungan kerja yang mungkin dapat menyebabkan kecelakaan kerja, penyakit ataupun perubahan dari kesehatan seseorang. Pada hakikatnya ilmu kesehatan kerja mempelajari dinamika, akibat dan problematika yang ditimbulkan akibat hubungan interaktif

3 komponen utama yang mempengaruhi seseorang bila bekerja yaitu:

1. Kapasitas kerja: Status kesehatan kerja, gizi kerja, dan lain-lain.
2. Beban kerja: fisik maupun mental.
3. Beban tambahan yang berasal dari lingkungan kerja antara lain: bising, panas, debu, parasit, dan lain-lain.

Bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dicapai suatu kesehatan kerja yang optimal. Sebaliknya bila terdapat ketidakserasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja

Adapun dasar hukum yang terkait dengan pelaksanaan sistem manajemen K3 antara lain:

  1. UU No.1 tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  2. UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
  3. Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
  4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor: Kep-51/Men/1999 Tentang Nilai Ambang
    Batas Faktor Fisika di tempat kerja.
  5. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor: Kep-187/Men/1999 Tentang Pengendalian
    Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja.
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
    Lingkungan.
  7. Surat Edaran Dirjen Binawas No.SE.05/BW/1997 tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri.
  8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
  9. Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang timbul Akibat hubungan
    Kerja.
  10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876/Menkes/SK/IX/VIII/2001 tentang Pedoman
    teknis analisis dampak lingkungan.
  11. Keputusan Menteri kesehatan Nomor 1217/Menkes/SK/IX/2001 tentang pedoman
    penanganan dampak radiasi.
  12. Keputusan Menteri kesehatan Nomor 315/Menkes/SK/III/2003 tentang
    1405/MENKES/SK/IX/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran
    dan Industri.
  13. Keputusan Menteri kesehatan Nomor 315/Menkes/SK/III/2003 tentang komite kesehatan
    dan keselamatan kerja sektor kesehatan.

 

Artikel terkait lainnya

  • Pengertian atau Definisi Kesehatan dan Keselamatan KerjaPengertian atau Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Secara Keseluruhan atau secara garis besar Pengertian Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang […]
  • Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan KerjaPerlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Penyebab kecelakaan kerja yang kerap kali di temui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut diatas terjadi […]
  • Ruang Lingkup Kesehatan dan Keselamatan KerjaRuang Lingkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja Program Pelayanan Kesehatan Kerja. Sebagaimana pelayanan kesehatan masyarakat pada umumnya, pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat pekerja yaitu meliputi pelayanan preventif, […]
  • Kesehatan kerja dan Keselamatan kerjaKesehatan kerja dan Keselamatan kerja Keselamatan kerja yaitu: Keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara […]
  • Jenis Resiko Pekerjaan di LaboratoriumJenis Resiko Pekerjaan di Laboratorium Pekerjaan laboratorium memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko tersebut bisa dari dalam ataupun luar laboratarium. Resiko itu dapat mempengaruhi perusahaan atau lembaga laboratorium atau […]
  • Alat Keselamatan Kerja KapalAlat Keselamatan Kerja Kapal Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan […]
  • Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan KerjaSistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pekerjaan-pekerjaan teknik bangunan banyak berhubungan dengan alat,baik yang sederhana sampai yang rumit, dari yang ringan sampai alat-alat berat sekalipun. Sejak revolusi industri […]
  • OHSAS 18001 dalam Penerapan SMK3OHSAS 18001 dalam Penerapan SMK3 OHSAS 18001 dalam Penerapan SMK3 Kesehatan dan keselamatan di tempat kerja merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan disamping hak-hak normatif lainnya. Perusahaan […]
  • 3 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja (Three Main Factor Theory)3 Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja (Three Main Factor Theory) Teori Tiga Faktor Utama (Three Main Factor Theory) Dari beberapa teori tentang faktor penyebab kecelakaan yang ada, salah satunya yang sering digunakan adalah teori tiga faktor utama […]
  • Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Di Industri PertambanganKesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Di Industri Pertambangan Pekerjaan pertambangan merupakan pekerjaan yang harus mendapat perhatian ekstra karena pekerjaan pertambangan mempunyai tingkat resiko yang cukup tinggi. kesehatan dan keselamatan kerja […]
  • Tujuan Keselamatan Kerja dan Kesehatan KerjaTujuan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Beberapa pendapat para ahli tentang tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja antara lain untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat kepada setiap […]
  • 3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Untuk para pencari kerja di Indonesia, bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas adalah impian akan masa depan yang cerah. Benar adanya, […]
  • Pencegahan Kecelakaan IndustriPencegahan Kecelakaan Industri Pencegahan kecelakaan kerja dapat didefinisikan sebagai "sebuah program yang terintegrasi, rangkaian kegiatan yang terkoordinasi, diarahkan untuk kontrol kondisi mekanis yang tidak aman". […]
  • Tips Merawat Sepatu SafetyTips Merawat Sepatu Safety Sepatu safety akan bertahan lama jika anda merawatnya dengan baik. Jika anda merawat sepatu dengan cara yang tidak benar sepatu anda tidak akan bertahan lama. Banyak para user/pemakai […]
  • Bahaya Jam Kerja Terlalu Lama Bagi WanitaBahaya Jam Kerja Terlalu Lama Bagi Wanita Beberapa dari kita yang percaya bahwa kerja lama di kantor dapat mempermudah kita mendapatkan promosi, Tapi tunggu dulu.. ternyata hal itu salah. Sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita […]