Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Pengelasan

Bekerja dengan menggunakan media pengelasan semakin berkembang , sehingga disetiap kesempatan kerja selalu diikuti dengan potensi terjadinya kecelakaan kerja akibat kurangnya perhatian manusia, cara penggunaan peralatan yang salah atau tidak semestinya, pemakaian pelindung diri yang kurang baik dan kesalahan lain yang terjadi dilingkungan kerja bidang pengelasan. Keselamatan dan kesehatan kerja paling banyak membicarakan adanya kecelakaan dan perbuatan yang mengarah pada tindakan yang mengandung bahaya.

Untuk menghindari atau mengeliminir terjadinya kecelakaan perlu penguasaan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dan mengetahui tindakan tindakan yang harus diambil agar keselamatan dan kesehatan kerja dapat berperan dengan baik. Untuk membahas hal tersebut faktor yang paling dominan adalah kecelakaan, perbuatan yang tidak aman, dan kondisi yang tidak aman.

a. Kecelakaan
Faktor yang paling banyak terjadi di lingkungan kerja adalah adanya kecelakaan, dimana kecelakaan merupakan:
1) Kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan cedera fisik seseorang bahkan fatal sampai kematian/cacat seumur hidup dan kerusakan harta milik
2) Kecelakaan biasanya akibat kontak dengan sumber energi diatas nilai ambang batas dari badan atau bangunan
3) Kejadian yang tidak diinginkan yang mungkin dapat menurunkan efisiensi operasional suatu usaha

Hal-hal dalam kecelakaan dapat meliputi:
1) Kecelakaan dapat terjadi setiap saat (80% Kecelakaan akibat kelalaian)
2) Kecelakaan tidak memilih cara tertentu untuk terjadi
3) Kecelakaan selalu dapat menimbulkan kerugian
4) Kecelakaan selalu menimbulkan gangguan
5) Kecelakaan selalu mempunyai sebab
6) Kecelakaan dapat dicegah/dieliminir

b. Perbuatan tidak aman (berbahaya)
1) Tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) standard yaitu: Helm dengan tali, sabuk pengaman, stiwel dan sepatu tahan pukul, pakaian kerja, sarung tangan kerja dan APD sesuai kondisi bahaya kerja yang dihadapi saat bekerja
pengelasan.
2) Melakukan tindakan ceroboh/tidak mengikuti prosedur kerja yang berlaku bidang pengelasan.
3) Pengetahuan dan keterampilan pelaksana yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan padanya.
4) Mental dan fisik yang belum siap ntuk tugas-tugas yang diembannya.

c. Kondisi tidak aman (berbahaya)
1) Lokasi kerja yang kumuh dan kotor
2) Alokasi personil/pekerja yang tidak terencana dengan baik, sehingga pada satu lokasi dipenuhi oleh beberapa pekerja. Sangat berpotensi bahaya
3) Fasilitas/sarana kerja yang tidak memenuhi standard minimal, seperti scaffolding/perancah tidak aman, pada proses pekerjaan dalam tangki tidak tersedia exhaust blower
4) Terjadi pencemaran dan polusi pada lingkungan kerja, misal debu, tumpahan oli, minyak dan B3 (bahan berbahaya dan beracun)

d. Waspadai kondisi berbahaya sebagai berikut:
1) Saat berada didalam ruang tertutup/tangki waspadailah gas hasil pengelasan.
2) Gas mulia/Inert gas: gas yang mendesak oksigen sehingga kadar oksigen berkurang dibawah 19,5% sehingga berbahaya bagi pernapasan manusia.
e. Bahaya-bahaya dalam pengelasan dan pencegahannya sebagai berikut:
1) Kejutan listrik selama pelaksanaan pengelasan dengan mesin las busur listrik
2) Ledakan karena adanya kebocoran pada gas-gas yang mudah terbakar seperti gas asetilin
3) Cedera pada mata akibat penyinaran
4) Silau nyala api gas
5) Cedera karena asap dan gas yang dihasilkan selama proses pengelasan
6) Kebakaran, ledakan dan luka bakar akibat percikan terak pengelasan
7) Ledakan tabung asetilin, oksigen, gas CO2 dan gas argon

f. Sebab-sebab utama kejutan listrik selama pengelasan dengan busur listrik
1) Karena perlu menyalakan kembali dan menjaga kestabilan busur las, maka tegangan listrik AC pada mesin las busur listrik harus dijaga agar tetap tinggi
2) Isolasi yang tidak efektif karena adanya kerusakan pada pembungkus kabel las
3) Isolasi yang tidak efektif dari mesin las busur listrik dan terbukanya bidang pengisian pada terminal penghubung kabel mesin las
4) Isolasi yang tidak efektif pada gagang batang las
5) Pengelasan busur listrik pada lokasi dikelilingi oleh material konduksi seperti bejana tekan atau struktur dasar ganda dari kapal

g. Cara-cara mencegah bahaya kejutan listrik selama pengelasan dengan busur listrik
1) Pencegahan arus listrik mengalir ke seluruh tubuh manusia

  • Pakaian kerja harus kering dan tidak boleh basah oleh keringat atau air
  • Sarung tangan harus terbuat dari kulit, kering dan tanpa lubang pada ujung jari
  • Harus memakai sepatu karet yang seluruhnya terisolasi.
  • Mesin las busur listrik AC harus memiliki alat penurun tegangan otomatis atau mesin las busur listrik DC tegangannya harus relatif rendah, sekitar 60V

2) Memastikan tidak adanya kebocoran arus listrik

  • Mesin-mesin las busur listrik itu sendiri, meja kerja las dan lembar kerja yang akan dilas harus benar-benar “membumi”.
  • Jika pembungkus kabel-kabel input atau output sobek dan kawatnya terbuka, maka tutuplah dengan pita isolasi atau ganti seluruh kabelnya.
  • Isolasi terminal-terminal kabel pada sisi input/output, kabel pada gagang elektrode dan sisi gagang elektrode, dan hubungan pada konektor kabel harus sempurna.
  • Hubungan kabel-kabel yang ada di meja kerja las, lembar kerja yang akan dilas dan logam dasar dengan benar menggunakan penjepit-penjepit khusus.
  • Ketika meninggalkan bengkel pengelasan untuk beristirahat, pastikan bahwa batang elektrode las telah dilepaskan dari gagang elektrode (holder).

h. Bahaya-bahaya sinar busur las dan nyala api gas
1) Temperatur busur las sama tingginya dengan temperatur permukaan matahari, kira-kira 5000-60000C, sedangkan temperatur nyala api gas asetilin adalah kirakira 31000C.
2) Keduanya menimbulkan radiasi sinar yang kuat sehingga berbahaya bagi mata. Sinar-sinar tersebut meliputi, sinar-sinar yang kasat mata, juga sinar ultraviolet (gelombang elektromagnetik) dan sinar inframerah (thermal) yang tidak kasat mata.
3) Sinar yang ada pada las busur listrik kebanyakan adalah sinar ultraviolet, sedangkan nyala api las memancarkan sinar infrared. Sinar ultraviolet dan sinar infrared menimbulkan kerusakan pada mata dan kulit dapat terbakar seperti terbakar sinarmata

i. Alat-alat pelindung dari sinar yang berbahaya
1) Kaus tangan atau masker pelindung wajah sejenis helm dengan plat-plat baja anti-cahaya dilengkapi dengan jumlah penyaring yang cukup memadai serta kacamata pelindung digunakan ketika mengerjakan las busur listrik atau las gas
2) Pekerja las harus memakai pakaian kerja lengan panjang dan menutupi leher dengan handuk sehingga kulit terlindung dari paparan sinar busur las
3) Pekerja harus merawat kedua matanya dengan meneteskan obat tetes mata dan menggunakan kompres pendingin untuk melindungi lingkungan pekerja dari sinar-sinar yang berbahaya tersebut, perlu digunakan layar pelindung cahaya

Artikel terkait lainnya

  • Tujuan Keselamatan Kerja dan Kesehatan KerjaTujuan Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Beberapa pendapat para ahli tentang tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja antara lain untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat kepada setiap […]
  • Standard Sepatu SafetyStandard Sepatu Safety Sepatu safety yaitu satu kewajiban apabila bekerja didunia industri. Pada umumnya banyak yang berasumsi sepatu safety merupakan sepatu yang ada pelindung baja di ujungnya. Memanglah […]
  • Komputer yang Ergonomis untuk meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan KerjaKomputer yang Ergonomis untuk meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Berkomputer dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara tepat dalam menghindari ketidaknyamanan, yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti yang […]
  • Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan KerjaPrinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan Kerja Pengertian kecelakaan yang sering dikaitkan dengan alat yang ditimbulkan, untuk memahami dengan baik tetang kecelakaan, maka hal yang harus dipertimbangkan adalah konsepsi akibat yang […]
  • Ahli K3 OHS ExpertAhli K3 OHS Expert Setiap tempat kerja harus memiliki Ahli K3 Umum. Setiap pekerjaan konstruksi harus memiliki petugas K3 yang memiliki lisensi Ahli K3 Konstruksi sesuai dengan Permenaker R.I Nomor : […]
  • Penanganan Kebakaran di LaboratoriumPenanganan Kebakaran di Laboratorium Di laboratorium sangat mungkin terjadi kebakaran. Kebakaran dilaboratorium dapat disebabkan oleh arus pendek, pemanasan zat yang mudah terbakar atau kertas yang berserakan di atas meja […]
  • Jenis-jenis Bahaya Pekerjaan di KetinggianJenis-jenis Bahaya Pekerjaan di Ketinggian Bahaya adalah segala sesuatu termasuk sesuatu termasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau cidera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya. Karena […]
  • Kebijakan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja LaboratoriumKebijakan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Laboratorium Kesehatan kerja (Occupational health) merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang mempengaruhi […]
  • Keselamatan Kerja Menggunakan ListrikKeselamatan Kerja Menggunakan Listrik Listrik merupakan energi dibangkitkan oleh sumber energi biasanya generator dan dapat yang mengalir dari satu titik ke titik lain melalui konduktor dalam rangkaian tertutup. Potensi bahaya […]
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium KimiaKeselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium Kimia Keselamatan dan Keamanan Kerja atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus , karena penelitian menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkawatirkan […]
  • Bahaya di Area Kerja Tenaga Perawat dan PencegahannyaBahaya di Area Kerja Tenaga Perawat dan Pencegahannya Bahaya di area kerja tenaga perawat: Bahaya utama adalah penyakit menular, cedera otot dan tulang, gangguan tidur. 1.Penyakit menular Tenaga perawat kemungkinan melakukan kontak yang […]
  • Cara Membudayakan Keselamatan di Tempat KerjaCara Membudayakan Keselamatan di Tempat Kerja Seringkali kita menganggap bahwa membudayakan Keselamatan Kerja adalah sesuatu yang sulit. Sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, Hal-hal yang dianggap sulit bisa menjadi sederhana […]
  • Laporan Kecelakaan KerjaLaporan Kecelakaan Kerja Mengumpulkan fakta-fakta (dengan cara peninjuan on the spot, wawancara dan lain-lain) adalah bagian dari pekerjaan berkaitan dengan pemeriksaan kecelakaan kerja. Nilai dari perkerjaan […]
  • Penerapan dan Perlengkapan Safety RidingPenerapan dan Perlengkapan Safety Riding Penerapan Safety Riding sudah diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pad a BAS XI Pasal 203 Ayat 2 huruf a yang berbunyi : "Untuk menjamin […]
  • Memilih Sepatu Safety Untuk WanitaMemilih Sepatu Safety Untuk Wanita Model sepatu safety perempuan memang tidaklah banyak, Hal ini karena wanita tidak terlalu banyak bekerja pada medan-medan yang ekstrim. Namun sepatu safety untuk wanita sebenarnya […]