Pendidikan Terhadap Perilaku K3 dan Kejadian Kecelakaan Kerja

penyebab kecelakaan kerjaOrang-orang yang masih menetap di perusahaan memiliki pengalaman kerja yang lebih lama, itu karena mereka memang tidak memiliki alasan untuk keluar dari perusahaan kecuali karena usia atau mengalami kecelakaan kerja. Sehingga masa kerja atau pengalaman kerja yang lama bukan merupakan faktor penentu bahwa pekerja dapat berperilaku aman selama bekerja.

Masa kerja dapat menjadi penyebab dari terjadinya kecelakaan pada suatu pekerjaan karena tenaga kerja baru biasanya belum mengetahui secara mendalam tentang pekerjaan dan keselamatannya. Sementara itu, masa kerja yang lama ditambah dengan praktik yang terus-menerus akan dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan kecakapan seseorang, pekerjaan juga akan semakin bermutu dan cepat selesai.

Mengutip Notoatmodjo (2003), perilaku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong dan kekuatan penahan. Kekuatan pendorong dalam hal ini adala faktor yang mendorong motivasi pekerja dan penahannya adalah faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pekerja. Oleh karena itu, sebaiknya pekerja diberikan reward sebagai bentuk penghargaan dari perilaku aman yang telah diterapkan sebagai bentuk dukungan kepada perusahaan dalam mengurangi frekuensi kejadian kecelakaan kerja. Penghargaan merupakan konsekuensi positif yang diberikan kepada individu atau kelompok dengan tujuan untuk mengembangkan, mendukung, dan memelihara perilaku yang diharapkan.

Pendidikan Terhadap Perilaku K3 dan Kejadian Kecelakaan Kerja

Pendidikan seseorang penting dan harus diperhatikan untuk meningkatkan kesadaran akan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Pendidikan adalah proses seseoarang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat ia hidup, proses sosial yakni orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal. Sehingga semakin tinggi pendidikan normal yang dicapai, maka semakin baik pula proses pemahaman seseorang dalam menerima sebuah informasi baru. Terdapat jenis pekerjaan tertentu yang lebih membutuhkan keterampilan, fisik dan skill dibandingkan dengan kemampuan pendidikan formal. Sehingga faktor pendidikan belum tentu menentukan tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pekerja.

 

Artikel terkait lainnya