Jenis-jenis Standar ISO yang digunakan Berbagai Sektor Industri

Jenis-jenis Standar ISO yang digunakan Berbagai Sektor Industri

Dalam dunia bisnis, kita kenal istilah ISO (International Organization for Standardization). Sedikit unik memang, sebab kependekannya ISO serta bukan IOS jika dibaca dengan teliti. ISO diketahui sebagai standard yang diterapkan di hasil produk, pekerjaan produksi, dan tingkat keamanan serta service pada faksi berkaitan baik pekerja atau customer yang terkait dengan industri agar disebutkan bermutu di mata dunia. Jadi, satu produk bisa disebutkan mempunyai kualitas jika sudah memenuhi standard yang telah diputuskan, khususnya standarisasi ISO.

Wajar saja jika tiap perusahaan berupaya untuk mengejar standard itu, guna kepentingan audit sampai taktik pemasaran produk hingga citra perusahaan serta produk lebih disadari oleh customer. Hal itu karena persyaratan dari ISO tergantung pada proses manajemen perusahaan, kualitas pelayanan, standardisasi proses produksi, kualitas produk, standard peralatan safety dalam produksi, serta keamanan produk pada customer.

Sayangnya untuk memperoleh ISO tidak sesederhana yang dipikirkan. Untuk mencapai serta pastikan standard ISO, perusahaan perlu melakukan penghitungan, training ,serta research agar menerapkan ISO pada produknya, termasuk langkah penataan dokumen, audit sampai laporan. Berikut beberapa macam ISO yang seringkali dipakai oleh perusahaan atau industri:

ISO 9001:2008

ISO ini ialah standard manajemen kualitas yang mendasarkan kepuasan customer sebagai standard serta kriteria untuk sebuah perusahaan atau organisasi dalam menghasilkan produk atau layanan. Untuk memenuhi standard yang satu ini, produk yang dikeluarkan suatu perusahaan atau organisasi harus mempunyai tingkat kepuasan customer sesuai dengan standard ISO. Kepuasan yang disebut mempunyai banyak parameter yang perlu dipenuhi oleh tiap perusahaan agar memenuhi standard ini.

ISO 14000:2004

Yang ke dua yakni standarisasi berkaitan risiko pencemaran lingkungan. Tujuannya untuk tiap perusahaan atau organisasi harus memberi agunan jika proses produksi serta pemakaian produknya tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan. ISO ini meliputi efek pencemaran lingkungan dari semua serangkaian prose produksi sampai pemakaian. Seperti misalnya penerapan ISO pada APAR (Alat Pemadam Api Ringan) agar tidak memakai beberapa zat aditif yang bisa mengakibatkan kerusakan susunan ozon, atau yang beresiko bagi manusia. Dari sisi pengukurannya, ada banyak patokan berkaitan dengan ISO itu.

Disamping itu, ada juga kampanye GO Green yang diketahui terkait dengan ISO 14001.Tujuan dari ISO ini untuk kurangi polusi, jaga lingkungan dengan bertahap serta sesuaikan tiap ketentuan perusahaan sesuai keperluan lingkungan tempat produksi baik dengan lokal atau internasional.

OHSAS 18001:2007

OHSAS ialah Occupational Health and Safety Assessment Series. Dari namanya, telah dinyatakan jika OHSAS terkait dengan kesehatan serta safety. ISO OHSAS ini memprioritaskan keselamatan serta kesehatan pekerja. Jadi, tiap perusahaan terutama di bagian industri pertambangan, konstruksi, atau industri yang lain dengan risiko keselamatan kerja, diharuskan memenuhi standard ini. Tetapi, bukan bermakna industri lain tak perlu memenuhi standard ini, yah. Sebab hal itu bergantung dari kebijaksanaan masing-masing perusahaan dan ketentuan industri yang berlaku.

ISO/IEC 17025:2008

Bagi industri kimia atau yang terkait dengan perlengkapan laboratorium, sangatlah diharuskan untuk memenuhi standard yang satu ini, sebab berisi mengenai standard pengujian serta kalibrasi laboratorium. Perusahaan yang beroperasi di sektor farmasi, agrobisnis, dan sebagainya yang memakai laboratorium untuk pekerjaan R&D, tentu diwajibkan untuk memenuhi standard ini. Ini meliputi sterilisasi perlengkapan serta bahan yang dipakai, dan penilaian pada efek beberapa zat bagi lingkungan serta customer.

ISO / TS 16949

ISO TS 16949 berlaku untuk industri otomotif. Standard ini diresmikan sebagai kontrol pada tiap produknya agar mempunyai standard perform yang sama. Hingga, istilah seperti cacat produk serta yang lain bisa dihindari di pasar. Selain itu, standard ini berlaku juga untuk kategori produk hand alat, perlengkapan otomotif, dan lain-lain.

ISO 27001

Beberapa hal berkaitan dengan standard keamanan info & data pasti terkait dengan ISO ini. Fungsinya untuk jaga keamanan data customer, termasuk data perusahaan agar aman dari serangan luar. Umumnya penerapan standard ini dikerjakan pada industri telekomunikasi sampai perbankan yang memprioritaskan keamanan info customer.

ISO 2859 (MIL STD 105E & 414)

Setelah itu ada juga ISO yang terkait dengan standard kualitas sample. Seperti ISO 2859 ini dipakai untuk industri yang memerlukan pengukuran serta analisa pada tiap proses produksinya. Sebab kesukaran proses produksi serta ketidakstabilan analisis, karena itu ISO ini bermanfaat bagi industri manufaktur, sampai industri yang memakai sistem IoT serta robot sebagai bagian proses dari produksi.

ISO 22000:2005

Bagi beberapa produsen yang ingin menghasilkan suatu makanan, karena itu ISO ini akan bertindak dalam penerapan standarisasi. Hal itu karena terdapatnya standard yang diputuskan tentang kebersihan serta keamanan produk makanan untuk dikonsumsi warga. Makanan itu harus bebas dari toksin, serta zat beresiko yang lain untuk memenuhi standard ini. Tidak lupa proses pengerjaan serta bahan baku makanan jadikan subyek standarisasi pada ISO tipe ini.

RSPO & ISPO

Nah untuk ketentuan standard terakhir yang akan dibahas yakni RSPO serta ISPO. Keduanya ialah standard untuk industri perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit, termasuk kegiatan produksinya diharuskan tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan serta aman. Bedanya ialah RSPO berlaku internasional, sedangkan ISPO ialah standard nasional spesial di Indonesia. Ini pasti untuk kurangi risiko kerusakan hutan karena pembakaran serta cuaca ekstrim yang bisa menyebabkan fatal bagi lingkungan.

Demikian beberapa jenis ISO yang tersebar sebagai standarisasi industri sekarang. Perlu diingat jika tiap ISO mempunyai sistem training, implementasi, serta penerapan yang berlainan. Apa Anda mempunyai salah satu dari ISO di atas dalam perusahaan Anda?