Tips keselamatan kerja di laboratorium

Tips Atau Langkah-langkah Keselamatan Kerja di Laboratorium

Bekerja di laboratorium dibutuhkan rules atau aturan keselamatan kerja di laboratorium. Ini adalah hal mutlak yang harus dimiliki dan ditaati oleh para pengguna laboratorium jenis apapun.

Pengertian laboratorium sendiri adalah tempat atau ruangan tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan, pengukuran, riset ataupun pelatihan ilmiah. Bekerja di laboratorium dapat memicu bahaya sehingga memerlukan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat.

Tips keselamatan kerja di laboratorium:

Lakukan Pengawasan Berkala

Pemakaian laboratorium harus terus dipantau atau diawasi secara berkala demi keselamatan bersama. Anda tidak boleh membiarkan sembarang orang -dengan pengetahuan tentang keselamatan kerja di laboratorium yang kurang- melakukan eksperimen di laboratorium tanpa adanya pengawasan.

Penyeleksian izin pemakaian laboratorium adalah sebuah keharusan. Pastikan laboratorium digunakan oleh orang yang memiliki pengetahuan memadai tentang keselamatan kerja di laboratorium.

Menjaga Ruang Kerja Steril

Bekerja di laboratorium, terutama laboratorium mikrobiologi harus steril dari berbagai kemungkinan kontaminan. Seperti semua barang pribadi laboran meliputi tas, jaket dan lain sebagainya. Tidak membawa makanan atau minuman ke dalam laboratorium.

Untuk itulah, hendaknya laboratorium juga dilengkapi dengan ruang penyimpanan barang-barang pribadi laboran. Bisa dalam bentuk loker atau ruangan yang memang disediakan khusus yang jauh dari laboratorium.

Baca juga : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium Kimia

Perhatikan Kondisi Lab

Kondisi sebelum dan sesudah pemakaian laboratorium harus Anda diperhatikan. Ada beberapa hal yang perlu diseksamai yaitu jangan meninggalkan eksperimen dalam kondisi masih berlangsung atau berjalan. Selain itu, sebelum meninggalkan laboratorium, Anda harus memastikan semua peralatan laboratorium dalam kondisi mati dan bersih.

Jangan pernah meninggalkan pembakar bunsen dan peralatan pemanas lainnya dalam kondisi menyala. Jika ingin keluar atau meninggalkan laboratorium untuk keperluan tertentu, maka sebaiknya Anda mematikan terlebih dahulu pembakar bunsen atau pemanas lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran.

Gunakan Peralatan Perlindungan

Dari semua aturan keselamatan kerja di laboratorium, bagian ini adalah salah satu yang juga urgent yaitu pemakaian peralatan perlindungan diri. Adapun peralatan standar yang dibutuhkan meliputi sarung tangan, kacamata, alas kaki, sarung tangan dan peralatan perlindungan lainnya.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam aturan keselamatan kerja di laboratorium adalah mengetahui lokasi peralatan keselamatan dan nomor darurat, identifikasi material atau bahan kimia berbahaya dan berhati-hati dalam memakai peralatan atau bahan yang ada.

Tips Menghindari Bahaya dari Tumpahan Zat Kimia

keselamatan kerja di laboratorium kimia

Tumpahan chemical spill atau zat kimia seringkali dapat terjadi atau ditemukan apabila Anda bekerja di laboratorium kimia. Berlainan dengan tumpahan air atau cat, tumpahan zat kimia ini nyatanya sangat berbahaya lho! Terdapat banyak dampak negatif jika terkena tumpahan zat itu. Maka, perlu penanganan selekas mungjin bila terkena tumpahan zat kimia.

Perlu untuk diketahui jika di Indonesia terdapat beberapa kasus seperti keracunan uap yang disebabkan dari bahan itu. Hal itu terjadi sebab terdapatnya penguapan zat beresiko dengan perlahan, karena tumpahan zat kimia yang dilewatkan. Selanjutnya, tumpahan zat kimia ada juga yang bersifat korosif, hingga jika mengenai badan atau material logam serta keramik akan segera mengakibatkan kerusakan. Ditambah lagi jika zat kimia yang tertumpah ialah zat yang gampang meledak atau terbakar, hingga dampaknya cukup serius sebab dapat menimbulkan kebakaran. Contoh kasus yang lain, zat kimia yang tertumpah sudah terkontaminasi oleh mikroba tertentu, terutama pada beberapa bahan mikrobiologi hingga bisa membuat reaksi berantai dalam tempat pembuangan atau meninggalkan sisa pada permukaan.

Untuk langkah pembersihannya, bersihkan tumpahan zat kimia tentu saja berbeda dengan tumpahan biasa. Untuk penanganannya Anda perlu mengikuti panduan serta mekanisme yang telah ditata dalam Material Safety Data Sheet (MSDS). Di bawah ini ialah beberapa mekanisme penanganan tumpahan menurut MSDS:

  • Anda harus mengetahui serta mengenali terlebih dahulu bahan yang tumpah itu. Sebab tiap bahan yang berbeda, berpotensi resiko serta bahaya yang berbeda, karena itu berbeda juga teknik pengamanannnya.
  • Jangan sampai lakukan perlakuan jika Anda tidak diperlengkapi dengan Alat Pengaman Diri (APD). Beberapa APD yang minimum Anda pakai ialah sarung tangan, alat pelindung diri sepatu safety, pelindung muka, pelindung mata, masker pernapasan dan lain-lain.
  • Sebelum perlakuan dimulai, yakinkan Anda lakukan pencegahan tumpahan itu bisa melebar ke mana-mana. Sumber tumpahan harus lekas dibenahi supaya tumpahan tidak menuju ke tempat lainnya. Selain itu, tindakan mencegah ini dikerjakan jika aman. Jika tidak aman, gunakanlah langkah yang telah ditetapkan sebelum lakukan pembersihan.
  • Kerjakan langkah yang tepat serta sesuai dengan mekanisme. Umumnya kecelakaan berlangsung sebab kelalaian manusia yang tidak mengikuti mekanisme. Salah satunya yang dapat Anda kerjakan serta seringkali dikerjakan ialah proses netralisasi.
  • Kali ini, yang akan diulas ialah proses pembersihan dengan netralisasi. Dapat menggunakan bahan seperti lemon atau soda ash untuk proses netralisasi yang dituang pada tumpahan zat kimia yang berbentuk asam. Sedangkan untuk tumpahan zat kimia yang berbentuk basa, karena itu yang bisa dipakai untuk menetralkan zat ialah larutan asam asetat.

Tetapi jika bahan-bahan tersebut cukup sulit diketemukan dalam penanganan untuk kondisi darurat, karena itu ada banyak pilihan lain yang dapat diperhitungkan untuk dipakai dalam proses pembersihan tumpahan zat kimia. Contohnya memakai pasir, tanah, kapur atau jika ada dapat pula memakai natrium karbonat. Meski begitu, tentu saja harus ikuti mekanisme yang ditetapkan dalam MSDS.

Untuk pembersihan lanjutnya, Anda dapat memakai air sabun dengan detergen. Pada saat mengerjakan pembersihan, pastikan semua tumpahan atau sampah dibawa ke tempat yang telah disediakan serta aman untuk penyimpanannya. Ini perlu jadi perhatian untuk mencegah evaporasi atau perkembangan zat yang bisa membuat dampak selanjutnya. Karenanya, sesudah dipindahkan maka perlu ditutup dengan rapat, untuk seterusnya dikerjakan penanganan pada limbah itu.

Perlakuan Limbah atau Sisa Tumpahan

Untuk perlakuan tumpahan zat kimia, tidak seperti perlakuan sampah biasanya yang dapat dibuang ke tempat sampah biasa. Kecuali sampah itu memang diketahui tidak berbahaya serta tidak mencemari lingkungan atau mengakibatkan kerusakan alam, karena itu bisa saja langsung dibuang. Tetapi biasanya dari sampah itu perlu penanganan selanjutnya supaya tidak mencemari lingkungan. Jadi, diperlukan pengetahuan serta pengalaman untuk mereduksi tingkat bahayanya.

Chemical Cleaner Degreaser di KlikMRO.com
Untuk pecahan kaca dapat disimpan dalam tempat khusus, sedang kertas atau tisu contohnya langsung bisa dibuang ke tempat sampah jika dipastikan tidak ada kerancuan mikroba dan lain-lain. Selain itu, untuk cairan kimia perlu dinetralisir lebih dahulu sebelum dibuang. Bahan yang mencemari lingkungan harus dipisah serta dikerjakan proses sterilisasi. Untuk limbah yang terhitung kelompok petrifilm, karena itu perlu dikerjakan sterilisasi selanjutnya dibakar atau dibuang dalam tempat khusus.