aturan keselamatan di rumah

Panduan Safety Menciptakan Budaya K3 di Lingkungan Rumah

aturan keselamatan di rumah – Tidak bisa dipungkiri jika membangun budaya K3 di lingkungan rumah atau keluarga akan cenderung semakin sulit dibandingkan membangun budaya K3 pada tempat kerja.

Pada tempat kerja, semua ketentuan berkaitan K3 seperti kebijakan, peraturan standard serta mekanisme telah tercatat jelas lengkap dan konsekuensi bila beberapa aturan itu tidak dipatuhi. Serta beberapa industri atau perusahaan akan mengaplikasikan sistem denda atau pengurangan upah/bonus karyawan. Dalam ini, ada kerugian yang dialami. Reward & Punishment.

Sementara di dalam rumah, berlaku sebaliknya, tidak ada ketentuan tertulis atau mekanisme formal, segalanya di atur berdasar pada azas kesadaran atau awareness dan pengetahuan pada issue K3. Untuk situasi semacam ini, dituntut loyalitas serta tidak sepakat pada perilaku-perilaku yang tidak aman. Ini lah sebagai aspek terpenting mengapa budaya K3 di dalam rumah jadi sulit diaplikasikan.

Tahukah anda? bila sebenarnya, banyak incident atau kecelakaan (tidak hanya kendaraan motor) berlangsung di lingkungan rumah, karena lalainya serta tidak perdulinya anggota keluarga pada apakah itu K3 atau yang diketahui dengan term singkat “Safety”?

Berikut contoh-contoh masalah incident di dalam rumah yang terkait dengan K3 atau “safety”:

  1. Seorang anak meninggal waktu mobil si ayah bergerak mundur. Ketika mau pergi ke kantor pada pagi hari, si ayah tidak menduga akan menabrak anaknya sendiri waktu mobil yang dikemudikan bergerak mundur keluar dari garasi tanpa melihat kondisi dan situasi yang ada dibagian belakang mobil. Masalah ini terkait dengan keselamatan berkendara, dimana waktu mobil mundur pastikan bagian belakang mobil aman terlebih dulu.
  2. Lantaran kegemaran, seorang ayah harus kehilangan beberapa ruas jarinya. Sewaktu lakukan hobby-nya yang terkait dengan mesin-mesin pahat, beberapa alat pemotong serta penghalus kayu, seorang ayah mengalami incident yang berbuntut pada kecelakaan dibagian ruas jemari. Ini disebabkan lantaran lalai serta tidak konsentrasi di saat memakai mesin tersebut dan tidak memakai alat pelindung diri apapun, seperti misalnya sarung tangan khusus.
  3. Seorang ibu yang harus mengalami luka bakar saat coba mematikan api. Sebab kurangnya serta minimnya pengetahuan berkaitan perlakuan kebakaran api kecil di dapur, contohnya bagaimana pemakaian APAR – alat pemadam api yang ringan, serta teknik2 lainnya seperti memakai karung basah atau handuk basah. Ini berkaitan pengetahuan si ibu tentang responsif darurat dalam menghadapi suatu bahaya.

Serta ada banyak contoh masalah lainnya, dimana hal yang sangat memilukan ialah banyak masalah menerpa anak-anak. Lantas bagaimana memulai membuat budaya K3 di dalam rumah?

Kenali Bahaya di Dalam Rumah – Analisis Bahaya

Awalilah dengan mengetahui bahaya-bahaya apa yang kemungkinan ada di dalam rumah anda, yang diketahui dengan arti hazard identification atau analisis bahaya. Biasanya bahaya-bahaya yang dapat kita dapatkan di dalam rumah serta sumbernya ialah:

  1. Listrik, bahaya listrik dapat diketemukan karena tindakan beresiko seperti menghubungkan kabel listrik dari rumah ke rumah dengan cara ilegal, pemakaian extention kabel atau colokan listrik yang di sambungkan dari beberapa jenis sumber sampai penuh, contoh : TV, kulkas, rice cooker, microwave serta lainnya, kabel listrik yang mengelupas serta berseliweran dilantai serta anak-anak dapat mencapainya.
  2. Panas, sumber bahayanya dapat ditemukan dari api kompor, air mendidih, setrika, catokan, knalpot mobil.
  3. Ketinggian, situasi beresiko ini dapat ditemukan waktu memanjat tangga, genteng atau atap rumah, pohon serta tempat tinggi yang lain.
  4. Benda Bergerak, berasal dari blender, rantai sepeda motor atau sepeda kaki, mesin pemotong rumput, mobil, serta benda bergerak yang lain.
  5. Benda Tajam, misalnya pisau, kapak, ujung pulpen, jarum, ujung meja, pinggir kaca, gunting, ujung pagar besi, keramik yang retak atau pecah, serta lainnya.
  6. Bahan Kimia, misalnya detergen, sabun mandi, sampo, sabun tangan, sabun pembersih piring, beberapa obat, cairan penghilang hama atau nyamuk, bensin, solar, cairan pencuci lantai, pengharum ruang, kapur barus serta yang lain.
  7. Biologi, misalnya tikus, ular, ulat, kalajengking, nyamuk, rayap, serangga, tawon, ngengat, bakteri, virus serta yang lain.
  8. Benda Bertekanan, misalnya tabung gas, tabung APAR.
  9. Radiasi, misalnya HP, TV, Microwave, serta sebagian contoh mengatakan jika beberapa barang seperti peralatan dinner set serta perlengkapan dapur lainnya dibuat dari bahan-bahan yang tercemar radiasi (bahan fundamen berasal dari negara yang mempunyai paparan radiasi).
  10. Ada banyak contoh bahaya yang lain yang dapat diketemukan di lingkungan rumah. Ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi di dalam rumah masing-masing. Karena itu dapat dilaksanakan dengan menelurusi sisi luar sampai di rumah.

Melakukan Proses Pencegahan, Penanganan, Pengaturan atau Mitigasi Bahaya

Hal yang penting saat telah mendapatkan bahaya-bahaya yang ada di dalam rumah, maka lakukan yang namanya K3 pengaturan bahaya dengan posisi seperti berikut (ini umumnya diterapkan dalam tempat kerja serta dapat jadi contoh):

  1. Eliminasi, alias hilangkan sumber bahaya itu, contoh bahaya listrik dari pekerjaan sambungan listrik ilegal, karena itu perlu diputuskan.
  2. Substitusi, adalah proses mengganti atau mengubah bahan/barang/proses yang mempunyai kegunaan yang serupa tetapi tidak membahayakan. Contoh: Meja kaca yang mempunyai pinggiran-pinggiran tajam dapat ditukar jadi meja yang dibuat dari kayu. Manfaatnya masih sama-sama meja.
  3. Engineering Control, ini adalah upaya pengaturan bahaya dengan modifikasi atau perkembangan (pengurangan/tambahan) desain khusus, seperti pisau misalnya, dibuatkan sarungnya atau penutupnya supaya bertambah aman dan tabung gas atau APAR dibuatkan gantungan atau tempat spesial yang tidak dapat dijangkau oleh beberapa anak.
  4. Administrasi, ini dapat dicontohkan dengan membuat catatan atau peringatan bahaya. Pada botol-botol bahan kimia khusus contohnya, diberi info atau tulisan jika ini adalah bahan kimia beresiko atau menempelkan peringatan bahaya pada electrical panel.
  5. Alat pelindung diri, ini adalah pilihan paling akhir, dimana bila harus terpaksa berdekatan dengan sumber bahaya, karena itu pakailah alat pelindung diri. Alat pelindung diri tidak berperan untuk menghilangkan bahaya, tetapi hanya mengurangi dampak bahaya pada seseorang. Jadi, harus diingat jika, bahaya itu masih ada. Contoh, memakai sarung tangan khusus untuk memakai cairan kimia dan masker. Buat bapak-bapak yang mempunyai hobi berkebun dapat memakai sarung tangan, sepatu pelindung serta lainnya. Salah satunya contoh yang lain ialah pemakaian safety belt waktu mengemudikan mobil.

Jadi, dengan tingkatkan pengetahuan tentang bahaya-bahaya apa yang ada di dalam rumah serta bagaimana pengaturannya, karena itu budaya K3 di dalam rumah bisa dibuat dengan baik dengan cara perlahan-lahan. Ini dibutuhkan suatu tanggung jawab serta kesadaran TIAP HARInya dari semua tiap-tiap anggota keluarga.

Membuat budaya K3 dari rumah memerlukan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Sangatlah disayangkan bila kesadaran tentang keutamaan budaya K3 baru terjaga, bila satu diantara bagian keluarga mengalami incident terlebih dulu.