Tips Antisipasi Menghindari Kebakaran di Area Pabrik

cara mencegah kebakaran

cara mencegah kebakaran – Di dunia industri, semua pabrik wajib jalankan perlindungan kebakaran sesuai ketentuan penanggulangan bencana kebakaran. Sayangnya, banyak pabrik di lokasi industri yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi bahaya kebakaran yang dapat berlangsung setiap saat. Beberapa alat perlindungan kebakaran tidak lengkap atau tidak berfungsi secara baik. Nah, berikut 6 perlindungan kebakaran yang sebaiknya disiapkan di pabrik yang ada dalam kawasan industri.

Hidran

Hydrant atau Hidran ialah perlengkapan yang diperlengkapi fire hose atau selang serta mulut pemancar. Perlengkapan ini berperan untuk mengalirkan air bertekanan tinggi yang digunakan untuk memadamkan api bila berlangsung kebakaran.

Perlengkapan hidran itu perlu didukung juga dengan beberapa elemen yaitu skema persediaan air, jaringan pipa, skema kontrol desakan serta saluran, kopling outlet atau landing valve, serta skema pompa yang terbagi dalam jocket pump atau pompa picu untuk menjaga tekanan statis pada skema hidran, pompa penting atau pompa electric untuk penggerak utama skema hidran serta pompa cadangan atau diesel pump yang berperan untuk cadangan pada skema hidran. Pompa cadangan ini harus berada dalam kondisi yang sempurna serta siap digunakan kapan saja saat pompa penting mengalami kerusakan atau bila berlangsung pemadaman listrik hingga pompa utama tidak dapat dipakai.

Alarm

Alarm kebakaran atau fire alarm sistem otomatis begitu direferensikan untuk pabrik yang ada di lokasi industri. Perangkat ini adalah serangkaian alarm yang mempunyai detektor asap, detektor panas, detektor api serta detektor gas yang berperan untuk mengirimkan peringatan terdapatnya kebakaran. Alarm kebakaran akan memberikan peringatan kebakaran sejak awal hingga bisa mencegah kebakaran yang semakin besar.

APAR (Alat Pemadam Kebakaran Ringan)

Fire extinguisher atau yang biasa disebut juga Alat pemadam kebakaran ringan ialah alat pemadam kebakaran yang dipakai untuk memadamkan kebakaran kecil atau mengisolasi kebakaran hingga tidak meluas. APAR biasanya berupa tabung, berisi media pemadam kebakaran serta bertekanan tinggi.

Ada 4 tipe APAR berdasarkan isi media yang dimasukkan ke tabung yaitu fire extinguisher dengan isi media gas clean agent yang dapat dipakai di semua kelas kebakaran baik kelas A (kain, kertas, plastik, kayu serta karet), kelas B (cat, pernis, lemak memiliki bahan fundamen minyak, tar, bensin serta minyak) atau kelas C (kabel, kotak sekering, pemutus circuit, gas yang gampang terbakar serta komputer), fire extinguisher dengan isi media powder untuk mematikan api pada kelas kebakaran A, B serta C, fire extinguisher dengan isi media CO2 atau karbondioksida untuk kelompok kebakaran kelas B serta kelas C, dan fire extinguisher dengan isi media busa atau foam untuk kelompok kebakaran kelas A serta B.

Jalur Evakuasi

Tiap pabrik atau gedung perkantoran semestinya mempunyai jalan evakuasi bencana. Jalur ini akan membantu mencegah jatuhnya korban jiwa dalam berbagai musibah yang menerpa termasuk juga saat berlangsung kebakaran. Jalur evakuasi ini harus mempunyai kriteria bisa dilalui minimal dua orang secara bersama-sama, permukaan jalur atau jalan tidak boleh licin, jalur evakuasi harus benar-benar bebas kendala, tidak ada benda-benda yang menghambat pengguna hingga proses evakuasi dapat berlangsung secara cepat.

Simulasi Kebakaran

Baiknya, sebuah pabrik perlu membuat simulasi kebakaran minimal satu tahun sekali. Simulasi ini akan membantu tiap orang yang ada di pabrik untuk mengetahui tindakan yang perlu segera dilaksanakan saat terjadi bencana kebakaran. Contohnya saja mengetahui jalur evakuasi terdekat, tahu tempat penempatan fire extinguisher serta cara memakainya.

Sarana Pemadam Kebakaran Bersama

Beberapa pabrik yang ada di lokasi industri yang sama dianjurkan untuk mendirikan sarana pemadam kebakaran bersama . Contohnya saja 5-10 pabrik bersama sediakan satu unit mobil pemadam kebakaran serta perlengkapan pemadam kebakaran pendukung lainnya yang diperlukan.

Dengan mempersiapkan perlindungan kebakaran ini di pabrik, karena itu kebakaran besar yang mengakibatkan kerugian jiwa serta materiil dapat dihindari. Selain itu, perlu dilaksanakan tindakan pencegahan kebakaran seperti membereskan instalasi listrik serta kehati-hatian dalam pemakaian bahan-bahan kimia yang sangat mudah terbakar.