Tips dan Trik Meningkatkan Penilaian Kualitas Produk dengan Testing Equipment

Inspeksi merupakan suatu pekerjaan penilaian pada suatu produk, apa produk tsb dalam kondisi rusak atau baik untuk penetapan apa suatu produk bisa diterima atau tidak berdasarkan cara & standar yang telah ditentukan. Dalam kata lain inspeksi ialah aktivitas operasional untuk mengecek material atau part yang dibutuhkan oleh proses produksi agar bisa memenuhi detail pada proses selanjutnya atau memenuhi detail pelanggan sebelum produk itu dikirim. Inspeksi meliputi pengukuran material, part-part atau produk jadi dengan cara tertentu serta membandingkan hasilnya dengan standar (drawing, JIS, dll).

Pengukuran yang ditujukan di sini, bukan hanya berbentuk dimensional (vernier caliper, micrometer, dll) atau pengujian properties (hardness dan formasi kimia) dan juga sensory. Disini Testing Equipment penting untuk melakukan pengukuran serta memeriksa apa perlengkapan dalam pabrik itu sudah layak dipakai atau belum. Testing/ Pengujian ialah penerapan pengecekan beberapa sifat properties serta karakteristik produk seperti pengukuran dimensinya, kemampuan material serta komposisinya. Inspeksi adalah bagian yang penting yang perlu dari Quality Control / Pengaturan Kualitas & aktivitas jaminan kualitas.

Peranan Inspeksi/ Pemeriksaan :

Peranan Assurance :

Tujuannya ialah aktivitas pemeriksaan masing-masing part/ lot serta memperbandingkan hasilnya dengan Judgement Standar untuk p enentuan keberterimaan part/ lot itu sebelum pengiriman selanjutnya. Peranan Assurance ini akan berhasil secara baik jika ada : cara, skema, standar & judgement inspeksi, keakurasian perlengkapan inspeksi, pelatihan serta pendidikan inspector yang baik dan terdapatnya persyaratan yang pasti pada perlakuan part/lot yang diperiksa.

Peranan Preventif :

Inspeksi yang ketat bisa mengetahui ketidaksesuaian part/ NG serta menjauhkannya dari part yang sesuai dengan/ OK, tapi tetap tidak bisa menghambat ketidaksesuaian part itu untuk tetap diproduksi. Untuk hilangkan ketidaksesuaian part, ialah diperlukan untuk mengatur proses produksi serta tentukan pemicunya dan mengambil tindakan yang dibutuhkan.

Saat diketemukan ketidaksesuaian produk, berdasar data semestinya langsung diberi masukan pada proses berkaitan hingga ketidaksesuaian produk tidak terus diproduksi. Ini disebut peranan Preventive yang merupakan peranan yang paling dibutuhkan dalam Quality Control tetapi seringkali kurang digunakan. Untuk optimalisasi peranan preventive ini, karena itu bagian inspeksi semestinya secara teratur memberi data masukan dari part yang diperiksa dari pekerjaan Quality Control pada bagian berkaitan mis : design, engineering serta produksi, hingga bisa dilaksanakan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencegah. Agar data masukan dapat efisien, methode pengumpulan data serta mekanisme masukan dari bagian inspeksi pada bagian design, engineering serta produksi perlu ditata lebih detil, contohnya: Petunjuk kerja, SOP, Prosedure ISO, dll.

Seperti dijelaskan “Quality is Built in Process”, kualitas tidak bisa hanya didapat dengan lakukan proses inspeksi. Tujuan dari kontrol dalam Quality control dimulai dari material mentah, blanks sampai pengiriman ialah memastikan jika kualitas dibuat dalam setiap proses serta bukan hanya men “sortir” part di dalam OK atau NG serta menjamin part NG tidak terus dibuat. Quality Control saling penting untuk selalu melakukan pengecekan sample dan pastikan jika “Kualitas” sudah dibuat di tiap proses produksi. Yakni dengan lakukan kontrol proses produksi dengan memakai Bagan Kendali/ Control Chart dan lain-lain serta berdasar analisis data yang didapat, pastikan jika part NG tidak selalu diproduksi.

Aktivitas dalam proses kontrol produksi sangat dibutuhkan hingga penyebab dari ketidaknormalan proses produksi bisa diketahui serta diambil beberapa langkah untuk menanganinya. Selanjutnya, beberapa tindakan perlu dilaksanakan untuk mencegah ketidaksesuaian produk yang berulang-ulang hingga mendapatkan konsistensi proses serta menjadikan produk mempunyai variasi yang sedikit kemungkinan.