Pekerja Proyek Bangunan Jakarta

Mungkin kita sudah sering melihat para pekerja proyek melakukan aktivitasnya, Pekerja proyek sering kita lihat baik itu pembangunan rumah, pembangunan gedung atapun pembangunan jalan. Di jakarta sendiri para pekerja proyek setiap hari dapat kita jumpai. Pekerja proyek di jakarta yang sering kita lihat di jalan biasanya adalah dalam pengerjaan proyek pemerintah yang masa pengerjaannya cukup lama.

Bekerja sebagai tukang bangunan atau pekerja proyek adalah pekerjaan yang cukup mempunyai resiko tinggi. Di Samping harus selalu berhadapan dengan benda-benda berat juga harus selalu fit, karena kekuatan fisik untuk pekerja proyek menjadi bagian utama.

Di jakarta hampir setiap hari kita dapat melihat kegiatan pembangunan yang kesemuanya itu pasti adalah campur tangan dari para pekerja proyek. Oleh sebab itu sejatinya kita harus berterima kasih untuk para pekerja proyek yang rela untuk mengeluarkan tenaga dan keringatnya untuk membangun sebuah fasilitas kota jakarta.

Jenis-jenis keahlian tukang

  • Tukang batu yang mempunyai keahlian pemasangan konstruksi batu dan beton.
  • Tukang kayu yang ahli dalam bidang perkayuan seperti pembuatan kusen pintu jendela
  • Tukang besi yang ahli dalam pekerjaan pembesian struktur beton bertulang atau struktur baja.
  • Tukang mesin
  • Tukang begisting
  • Tukang cat
  • Tukang cor beton
  • Tukang plumbing / listrik
  • Kenek / pekerja / pembantu tukang
  • Kepala tukang / mandor
  • dan banyak lagi jenis profesi tukang lainya.

Gaji Pekerja Proyek bangunan

Besarnya upah per hari menyesuaikan beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan, diantaranya yaitu:

  • Tingkat keahlian tukang, semakin bagus hasil kerja tukang maka nilai standar upah mengikuti ketrampilan.
  • Lokasi kerja, misalnya bekerja di pembangunan rumah menawarkan gaji yang lebih besar jika dibanding kerja di proyek, karena di rumah berhubungan langsung dengan pemilik sedangkan pada proyek masih harus memberikan keuntungan bagi pemborong atau pemilik perusahaan.
  • Kota tempat bangunan dibangun juga mempunyai standar berbeda untuk masing-masing wilayah.
  • dan hal-hal lain yang mempengaruhi besarnya upah tukang perhari.

 

 

Standard Sepatu Safety

standar sepatu safety

Sepatu safety yaitu satu kewajiban apabila bekerja didunia industri. Pada umumnya banyak yang berasumsi sepatu safety merupakan sepatu yang ada pelindung baja di ujungnya. Memanglah benar demikian. Nyatanya tidak hanya itu saja, terdapat banyak parameter spesifikasi sepatu yang lain hingga disebut sepatu safety (keselamatan).

Sebagian klasifikasi ini untuk mempermudah pemakai memastikan sepatu yang pas dengan lingkungan pekerjaanya. Di sini di ambil dari standard EN ISO20345: 2004/A1 : 2007, Karena SNI untuk kelas sepatu safety belum ada.

KELAS S1 (A + FO + E)

Semuanya sepatu dari type S1 memenuhi feature basic untuk sepatu keselamatan:

  • Ketinggian kain atas
  • Pelindung di ujung Sepatu (dengan panjang minimal dan lebar)
  • Kain atas dengan kulit atau setara dengan bahan sintetis
  • Mempunyai lapisan kain atas dapat di buka pada sepatu rendah

dengan penambahan mempunyai ciri-ciri seperti berikut:

  • Zona tertutup pada tumit
  • Feature antistatis
  • Penyerapan energi dibagian tumit
  • Sol sepatu tahan pada hidrokarbon

KELAS S1P (A + FO + E + P)

Sepatu Keselamatan type S1P tidak mempunyai kelas keselamatan dengan cara sendiri, namun karena sering dipakai, type sepatu ini di sebutkan dengan cara terpisah. Sepatu keselamatan ini semuanya didasarkan pada kelas keselamatan S1 dengan sol anti-perforasi sebagai feature penambahan. Ini berarti kalau sepatu keselamatan S1P mempunyai feature seperti berikut:

  • Semuanya feature basic untuk sepatu safety
  • Semuanya feature penambahan dalam keselamatan kelas S1 (A + FO + E)

KELAS S2 (A + FO + E + WRU)

Sepatu Keselamatan type S2 mempunyai feature yang sama dengan sepatu dalam keselamatan kelas S1 dengan menambahkan kwalitas ekstra:

  • resistensi berbahan atas pada penetrasi oleh benda-benda asing serta penyerapan air.

Ini berarti kalau sepatu S2 mempunyai feature seperti berikut:

  • Semuanya feature basic untuk sepatu safety
  • Semuanya feature penambahan dalam keselamatan kelas S1 (A + FO + E)
  • Feature penambahan WRU

KELAS S3 (A + FO + E + WRU + P)

Sepatu Keselamatan type S3 mempunyai feature yang sama juga dengan sepatu dalam keselamatan kelas S2 dengan menambahkan kwalitas ekstra:

  • Anti-perforasi tunggal

Ini berati kalau sepatu S3 mempunyai feature seperti berikut:

  • Semua feature basic untuk sepatu safety
  • Semua feature penambahan dalam keselamatan kelas S2 (A + FO + E + WRU)
  • Feature penambahan P Anti-perforasi

 

SIMBOL dan KETERANGANNYA

P : Anti-perforasi tunggal

E : penyerapan daya dibagian tumit

C : alas kaki konduktif

A : feature Antistatis

I : terisolasi pada listrik

AN : perlindungan pergelangan kaki ekstra

FO : Sole mempunyai ketahanan pada hidrokarbon

HI : sol pelindung panas

CI : sol pelindung dingin

WRU : Bahan Atas tahan pada penetrasi oleh benda-benda asing serta penyerapan air

HRO : Sol tahan pada panas sepanjang kontak

ORO : anti hidrokarbon

SRO : Anti slip

WR : dengan penambahan sol Waterproof pada sepatu

M : Perlindungan ekstra untuk kaki sisi tengah

CR : kain atas tahan potongan