3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas

Untuk para pencari kerja di Indonesia, bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas adalah impian akan masa depan yang cerah. Benar adanya, Perusahaan pertambangan minyak dan gas dikenal sebagai perusahaan yang memberikan gaji/kompensasi tinggi.

Indonesia memiliki banyak ladang minyak dan gas yang sudah maupun belum diekspoitasi sehingga banyak perusahaan asing menanamkan modal mereka di negara ini. Para penacari kerja ataupun  para karyawan yang sudah bekerja di untungkan dengan hal ini karena masih banyak peluang pekerjaan, Selain darpada itu, Bekerja di sebuah perusahaan pertambangan juga memberikan prestise bagi pekerjanya karena mereka telah berhasil mengalahkan ribuan pesaing.

Perusahaan pertambangan minyak dan gas memberikan gaji yang jauh diatas rata-rata bagi para pekerja entry level di bandingkan perusahaan lainnya. Di perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang mengelola pertambangan di Indonesia, gaji pekerja entry level mereka bisa mencapai Rp. 4.000.000 – Rp. 8.000.000, tergantung dengan posisi dan kompetensi yang dimiliki pekerja. Di perusahaan asing, anda bisa mendapat jumlah gaji yang lebih besar lagi.

Dari data salah satu situs penyedia lowongan pekerjaan di Indonesia, terdapat 3 posisi yang paling dibutuhkan di perusahaan pertambangan, diantaranya adalah

1. Health Safety and Environment Senior Officer

Health Safety and Environment

Divisi ini diciptakan untuk menjamin dan memberikan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan perusahaan. Posisi ini diharuskan meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan dan kecelakaan kerja.

Biasanya Persyaratan untuk bekerja di posisi ini adalah :

• Memiliki gelar sarjana di bidang yang terkait dengan pertambangan, pengalaman paling tidak 5 tahun.
• Menguasai pengetahuan yang mendalam mengenai perijinan, peraturan keselamatan, sistem manajemen dan audit, berbagai jenis pelatihan dibidang keselamatan, kesehatan dan lingkungan.
• Mempunyai kemampuan untuk menganalisa keadaan dan kebutuhan perusahaan dengan akurat, memiliki integritas tinggi dan berkomitmen dengan keselamatan tenaga kerja.

2. Senior Geologist

sepatu safety pekerjaan pertambangan

Senior geologist bertugas untuk merencanakan mulai dari riset, review dan menilai data geologi dan geofisika dari sebuah area pertambangan. Setelah selesai merencanakan, mereka akan bekerja sama dengan tim pengeboran untuk memulai dan melaksanakan program eksplorasi. Seorang Senior Geologist harus dapat mengawasi setiap aktifitas selama proses dan berlangsungnya pengeboran dan eksplorasi, mengembangkan dan menjaga model geological untuk setiap area eksplorasi.

Kualifikasi yang harus dimiliki seorang calon pekerja yang ingin menjadi Senior Geologist adalah:

• Memiliki gelar sarjana Geologi
• Menguasai modeling software
• Paling tidak berpengalaman selama 10 tahun di industri yang sama
• Memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik

3. Geophysicist

sepatu safety tahan minyak

Tanggung jawab seorang Geophysicist di antaranya menghitung, menganalisa keadaan fisik bumi secara keseluruhan, termasuk menentukan peralatan dan metode yang cocok dengan keadaan keadaan bumi sebelum eksplorasi dilakukan. Posisi ini akan banyak bekerja di lapangan dan laboratorium.

• Memiliki gelar sarjana teknik geofisika.
• Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam menerjemahkan data yang diperoleh kepada anggota tim, klien, manajer senior dan rekannya dalam presentasi .
• Spesialisasi tertentu sangat bisa menjadi nilai tambahnya. Contohnya seperti menjadi seismologist (‘membaca’ gerakan bumi, gempa), tectnophysicist (mempelajari lempeng tektonik).

 

Kecelakaan Pekerjaan Proyek Bangunan

produktivitas tenaga kerja proyek konstruksi

Konstruksi bangunan adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan seluruh tahapan yang dilakukan di tempat kerja. Pekerjaan proyek konstruksi bangunan melibatkan beberapa aspek diantaranya adalah bahan bangunan, pesawat/ bahan bangunan  instalasi/ bahan bangunan peralatan, tenaga kerja, dan penerapan teknologi. Semua aspek tersebut dapat merupakan sumber kecelakaan kerja yang bahkan dapat mengakibatkan kematian atau kerugian material.

Dulu para ahli beranggapan suatu kecelakaan dikarenakan oleh tindakan pekerja yang salah. Namun sekarang anggapan itu telah berbeda padnangan, yaitu bahwa kecelakaan kerja bukan hanya disebabkan oleh tindakan pekerjanya saja, tetapi juga faktor-faktor organisasi dan manajemen. Para pekerja dan pegawai seharusnya dapat diarahkan dan dikontrol oleh pihak manajemen guna terciptanya suatu kegiatan kerja yang aman. Berdasarkan teori-teori penyebab kecelakaan terbaru, maka pihak manajemen harus bertanggungjawab terhadap keselamatan kerja para pekerjanya.
Pekerja proyek harus di lengakapi alat keselamatan kerja yang memadai dengan standarisasi nasional agar kecelakaan pada saat bekerja dapat berkurang. Alat Pelindung Diri untuk para pekerja proyek bangunan harus benar-benar berkualitas guna terciptanya rasa aman dan nyaman saat bekerja. Alat Pelindung Diri (APD) seperti: Safety Helmet, Safety Belt, Safety Shoes, Sepatu Karet, Sarung Tangan, Masker (Respirator) dan lain-lain sesuai standar nasional.

kecelakaan kerja konstruksi bangunan

Angka kecelakaan kerja konstruksi di Indonesia masih termasuk buruk. Pada tahun 2015 2.375 Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kerja Menurut Juan Somavia, Dirjen ILO, industri konstruksi termasuk paling rentan kecelakaan, diikuti dengan anufaktur makanan dan minuman, Tidak hanya di negara-negara berkembang, di negara maju sekalipun kecelakaan kerja konstruksi masih memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, harus ditemukan cara pencegahan yang efektif.

sepatu safety tahan minyak

Selain daripada itu pekerjaan proyek konstruksi tidak hanya menuntut akurasi dalam perencanaan kekuatan, Tetapi juga perlu dicermati tentang metode dan teknologi konstruksinya. Kesalahan dalam metode konstruksi akan berakibat yang sangat fatal, yaitu korban jiwa tenaga kerjanya. Contoh : Membiarkan tembok baru yang tinggi tanpa bingkai (perkuatan yang cukup) dari kolom dan sloof beton bertulang atau besi profil tentunya sangat berbahaya ketika menerima gaya horisontal (dalam hal ini hembusan angin). Selain itu tembok dengan panjang 50 m, akan sangat riskan jika tidak diberikan dilatansi yang cukup.

sepatu safety yang bagus merk apa

Pemerintah sejak lama sudah mempertimbangkan terkait masalah perlindungan tenaga kerja, yaitu melalui UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. Sesuai dengan perkembangan jaman, pada tahun 2003, pemerintah mengeluarkan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang undang ini mencakup berbagai hal dalam perlindungan pekerja yaitu upah, kesejahteraan, jaminan sosial tenaga kerja, dan termasuk juga masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Permasalahan pada jasa konstruksi yang bertumpu pada tenaga kerja, tentu saja tidak dapat ditangani dengan cara-cara yang umum yang dilakukan di negara maju. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah keteladanan pihak Pemerintah yang mempunyai fungsi sebagai pembina dan juga “the biggest owner.”

Manajemen pekerjaan proyek bangunan sangat berperan dalam pencegahan kecelakaan di proyek konstruksi. Peran tersebut mulai dari perancanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Selanjutnya dapat pula ditinjau dari komponen manusia, material, uang, mesin/alat, metode kerja, informasi.