Tujuan dan Fungsi K3 Dalam Produktivitas Kerja

Teori dan Konsep Hubungan Keselamatan Kerja dan Produktivitas Kerja Karyawan

Perkembangan industri di Indonesia sekarang ini berlangsung sangat pesat. Proses industrialisasi makin cepat dengan berdirinya perusahaan dan tempat kerja yang beraneka ragam. Hal ini diiringi pula oleh adanya risiko bahaya yang lebih besar dan beraneka ragam karena adanya alih teknologi dimana penggunaan mesin dan peralatan kerja yang semakin kompleks untuk mendukung proses produksi sehingga menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja.

Majunya industrialisasi, mekanisasi, elektrifikasi dan modernisasi, maka dalam kebanyakan hal berlangsung pulalah peningkatan intensitas kerja operasional dan tempo kerja para pekerja. Hal tersebut memerlukan pengerahan tenaga secara intensif dari para pekerja.

Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perusahaan sangat diperlukan untuk menjalankan aktivitas organisasinya sebagai pelaksana penting dalam mengelola produksi agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak terdapat bahaya, maka kecelakaan dan absen tak terhindarkan.

Secara global, ILO memperkirakan sekitar 337 juta kecelakaan kerja terjadi setiap tahunnya yang mengakibatkan 2,3 juta pekerja kehilangan nyawa. Sementara itu, data PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menunjukkan bahwa sekitar 0,7 persen pekerja Indonesia mengalami kecelakaan kerja (http://www.ilo.org).

Di tingkat global, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja juga mendapat perhatian ILO (International Labour Organization) melalui berbagai pedoman dan konvensi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Sebagai anggota ILO, Indonesia telah mengklarifikasi dan mengikuti berbagai standar dan persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja termasuk sistem manajemen K3.

Program keselamatan dan kesehatan kerja telah dilaksanakan oleh banyak organisasi yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari resiko kecelakaan kerja. Sistem manajemen K3 merupakan konsep pengelolaan K3 secara sistematis dan komprehensif dalam suatu sistem manajemen yang utuh melalui proses perencanaan, penerapan, pengukuran, dan pengawasan.

Kecelakaan kerja juga mempengaruhi produktivitas. Oleh karena itu tenaga kerja harus dijaga, dibina, dan dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Keselamatan dan kesehatan kerja berperan menjamin keamanan proses produksi sehingga produktivitasnya dapat tercapai.

Manajemen sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan pegawai. Hal tersebut dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara professional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Pada dasarnya sumber kekuatan yang ada di dalam perusahaan yaitu terletak pada sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut. Apabila tenaga kerja diperlakukan secara tepat dan sesuai dengan harkat dan martabatnya, perusahaan akan mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan.

Pentingnya faktor sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan, karyawan sebagai sumber daya manusia dari perusahaan yang merupakan faktor penentu keberhasilan untuk menjalankan visi dan misi didalam mencapai target perusahaan, maka dari itu sumber daya manusia perlu mendapatkan perhatian lebih dari perusahaan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk mencapai target yang diinginkan yaitu melakukan adanya program keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan adanya program tersebut, maka setiap karyawan akan mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja baik secara fisik, sosial, maupun psikologis agar setiap karyawan merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

Program kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan. Resiko kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan. Lingkungan dapat membuat tekanan emosi atau gangguan fisik. menerangkan bahwa kesehatan kerja diartikan sebagai ilmu kesehatan dan penerapannya yang bertujuan mewujudkan tenaga kerja sehat, produktif dalam bekerja, berada dalam keseimbangan yang mantap antara kapasitas kerja, beban kerja dan keadaan lingkungan kerja, serta terlindungi dari penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.

Program keselamatan dan kesehatan kerja ini juga mengacu pada motivasi seorang karyawan. Apabila seseorang memiliki motivasi yang tinggi, maka akan berdampak pada produktivitas karyawan tersebut. Menurut Suprihanto (2003; 41), “bahwa motivasi merupakan konsep yang digunakan untuk menguraikan kekuatan- kekuatan yang bekerja terhadap atau di dalam diri individu memulai dan mengarahkan perilaku”. Dari uraian diatas, maka motivasi berperan penting didalam program keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan adanya program K3 ini, kesejahteraan karyawan lebih diperhatikan dan dapat membuat karyawan lebih termotivasi untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Dengan meningkatnya motivasi, maka akan berdampak positif pada peningkatan produktivitasnya.

Motivasi kerja adalah faktor yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas karyawan. Menurut Mangkunegara (2007) produktivitas karyawan merupakan hasil perkalian atau fungsi dari motivasi kerja. Karyawan yang termotivasi dalam bekerja akan mampu mencapai produktivitas kerja yang optimal. Produktivitas yang baik merupakan suatu langkah untuk tercapainya tujuan organisasi.

Motivasi sering kali diartikan dengan istilah dorongan atau kebutuhan. Dorongan atau kebutuhan tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat, sehingga motif tersebut merupakan driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku, dan didalamnya mempunyai tujuan tertentu. faktor pendorong penting sumber daya manusia bekerja (motivasi keja) adalah karena adanya kebutuhan. Setiap manusia mempunyai needs (kebutuhan, dorongan, faktor intrinsik dan ekstrinsik), yang pemunculannya sangat tergantung dari kepentingan individu.

Pentingnya pemeliharaan keselamatan dan kesehatan para anggota organisasi sudah diakui secara luas di kalangan manajer karena para karyawan yang sehat dan bugar, dalam arti fisik maupun dalam arti mental psikolog, akan mampu menampilkan kinerja yang prima, motivasi yang tinggi dan tingkat kemangkiran yang rendah (Siagian, 2002; 263). Dengan adanya program K3 ini, sangat erat hubungannya dengan motivasi dan produktivitas karyawan karena jika di dalam perusahaan tersebut menciptakan suasana kerja yang nyaman, aman dan tentram, maka karyawan akan merasa dihargai dan diperhatikan. Oleh karena itu program keselamatan dan kesehatan kerja akan mampu menaikkan motivasi dari masing- masing karyawan yang nantinya akan berpengaruh juga pada peningkatan produktivitas dari para karyawan tersebut.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja melalui penerapan teknologi pengendalian segala aspek yang berpotensi membahayakan para pekerja. Pengendalian juga ditunjukkan pada sumber yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat jenis pekerjaan tersebut, upaya pencegahan kecelakaan penyerasian peralatan kerja/mesin/instrumen, dan karakteristik manusia yang menjalankan pekerjaan tersebut ataupun orang-orang yang berada di sekelilingnya. Keselamatan dan kesehatan kerja diharapkan dapat menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampaknya tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan. Pemberian sarana dan fasilitas pendukung sangat diperlukan untuk mewujudkan usaha-usaha peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian yang penting di dalam mengelola, mengatasi dan mengendalikan bahaya yang dapat terjadi sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Artikel terkait lainnya

  • Sepatu Safety Sebagai Alat Keselamatan KerjaSepatu Safety Sebagai Alat Keselamatan Kerja Alat keselamatan kerja adalah alat yang wajib digunakan oleh setiap pekerja lapangan dengan kondisi medan kerja yang ekstrim sebagai bagian dari alat pelindung diri. namun tak banyak dari […]
  • 3 Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya3 Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya Merujuk pada data penjualan sepeda motor Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), terlihat bahwa penjualan sepeda motor terus bertumbuh. Data itu menyebutkan empat tahun terakhir, […]
  • Penyebab Kecelakaan KerjaPenyebab Kecelakaan Kerja Dunia usaha Indonesia saat ini sedang menghadapi perubahan besar dan cepat sebagai dampak globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia, sehingga perlu meningkatkan daya saing dengan […]
  • 3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas3 Posisi Cemerlang di Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Untuk para pencari kerja di Indonesia, bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas adalah impian akan masa depan yang cerah. Benar adanya, […]
  • Industri PerminyakanIndustri Perminyakan Dunia industri perminyakan (migas) adalah industri yang berbisnis untuk mengangkat cadangan munyak dan gas (hidrokarbon) yang ada di bawah bumi menuju ke permukaan . Sifat industri […]
  • Jenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan KerjaJenis Pekerjaan Yang Rawan Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja terjadi bukan karena keinginan pekerja itu sendiri, Namun kecelakaan kerja dapat di minimalkan atau dapat dihindari jika sudah memenuhi standar keselamatan kerja. […]
  • Jenis-Jenis Pekerjaan Di Perusahaan Batu baraJenis-Jenis Pekerjaan Di Perusahaan Batu bara Batu bara berperan dalam industri produksi semen, aluminium, pabrik kertas, bahan kimia dan obat-obatan. Selain daripada itu, beberapa produksi seperti bahan metanol, garam amoniak, produk […]
  • Apakah di Indonesia ada Undang-Undang yang mengatur mengenai K3?Apakah di Indonesia ada Undang-Undang yang mengatur mengenai K3? Kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat diperlukan, Resiko kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja.Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengatur mengenai […]
  • Manfaat dari Pelatihan Safety RidingManfaat dari Pelatihan Safety Riding Di indonesia kecelakaan berkendara menjadi tingkat kecelakaan berkendara yang paling tinggi. Kecelakaan berkendara sepeda motor pertahun semakin bertambah. Data kecelakaan lalulintas yang […]
  • Teori Penyebab Kecelakaan KerjaTeori Penyebab Kecelakaan Kerja Penyebab Kecelakaan Kerja Suatu industri sangat tidak menginginkan terjadinya kecelakaan, karena dapat menimbulkan kerugian bagi industri tersebut. Kecelakaan dapat disebabkan oleh pekerja […]
  • 4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja4 Cara untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja Cara untuk menyusun laporan investigasi kecelakaan kerja - Kecelakaan kerja adalah hal terburuk yang perlu diatasi oleh banyak profesional Keselamatan serta Kesehatan kerja sebab tidak ada […]
  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi PekerjaPenggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja Pentingnya mengenal lebih jauh apa itu Alat Pelindung Diri (APD) dan fungsinya untuk para pekerja, Bagi Perkerja lapangan Alat Pelindung Diri (APD) adalah equipment keselamatan kerja yang […]
  • Konsep Keselamatan dan Kesehatan KerjaKonsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena apabila hal tersebut diabaikan maka kecekaan yang dialami […]
  • Jenis Resiko Pekerjaan di LaboratoriumJenis Resiko Pekerjaan di Laboratorium Pekerjaan laboratorium memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko tersebut bisa dari dalam ataupun luar laboratarium. Resiko itu dapat mempengaruhi perusahaan atau lembaga laboratorium atau […]
  • Mengapa Angka Kecelakaan Kerja di Indonesia Masih Tinggi?Mengapa Angka Kecelakaan Kerja di Indonesia Masih Tinggi? Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, yaitu unsafe condition dan unsafe behavior. Unsafe Behavior merupakan perilaku dan kebiasaan yang mengarah pada terjadinya […]