Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehat Sebagai Upaya Mengurangi Kecelakaan Kerja

Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehat Sebagai Upaya Mengurangi Kecelakaan Kerja
Bagaimanapun kecilnya resiko yang diderita akibat dari suatu peristiwa kecelakaan kerja, kan berakibat kerugian baik yang berupa cedera pada tenaga kerja, maupun kerusakan pada harta benda. Sekecil apapun kecelakaan itu teljadi, paling tidak akan berakibat penurunan efisiensi. usaha pencegahan kecelakaan dititik beratkan pada perbaikan,  penyempurnaan kondisi peralatan dan lingkungan kelja, karena pada periode tersebut orang masih beranggapan bahwa sebab utama teljadinya kecelakaan adalah dari kondisi peralatan atau lingkungan kerja yang tidak beraturan.

 

Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor manusia. Dengan munculnya teori ini, maka usaha keselamatan kerja tidak hanya diarahkan terhadap perbaikan kondisi yang tidak aman, tetapi juga diarahkank epadap endekatan dari segi manusia. tindakan tidak aman dari segi manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang pendidikan, pengetahuan, ketrampilan, psikologi dan lain sebagainya. Kedua faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja tidak terlepas dari fungsi manajemen di tempat kerja. Berikut ini digambarkan ilustrasi bahwa fungsi manajemen sangat menentukan sekali dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Definisi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesebatan Kerja
Sistemm anajenk eselamatand an kesehatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaanta, nggungjawab,pelaksanaanp,r osedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan,penerapapne,n capaian, pengkajian , dan pemeliharaan kebijakan K3 dalarn rangka pengendalianre siko yang berkaiatand engank egiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang nyaman, efisien dan produktif.

 

4 Prinsip-prinsip Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan daD Kesehatan Kerja

Berikut ini akan dijabarkan prinsip-prinsip dalam melakukan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja

Disini yang perlu menjadi perhatian penting terdiri atas 3 hal yaitu kepemimpinan, tinjauan awal K3 dan kebijakan K3.

1. Kepernimpinand an Komitmen

Pembentukan komittmen untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dati seluruh pihak yang ada di tempat kerja. Disamping itu juga perlu diejawantahkan dengan adanya organisasiorganisasi dari tempat..”kerja yang mendukung terciptanya sistem manajemen K3; penyediaan anggaran dan personel, melakukan perencanaan K3 serta yang terakhir melakukan penilaian atas kinerja K3 yang telah djterapkan.

2. Tinjauan Awal K3
Tempat kerja harus diIakukan peninjauan awal atas K3 di tempat kerja dengan tara -cara :

  • Mengidentiflkasi kondisi yang ada ditempat kerja,.
  • mengidentiflkasi sumberbahaya dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tempat kerja
  • Adanya pemenuhan akan pengetahuan dan peraturan perundangan
  • Membandingkan penerapan yang ada di tempat kerja dengan penerapan yang dilakukan oleh tempat kerja lain yang lebih baik.
  • Meninjau sebab akibat dari kejadian yang membahayakan dan hal-hal lain yang terkait dengan K3; dan
  • Menilai efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang telah disediakan

3. Kebijakan K3

Kebijakan ini harus melewati proses konsultasi dengan pekerja atau wakil pekerja dan disebarluaskan kepada seluruh pekerja.

Kebijakan ini juga harus bersifat dinamis , artinya sering ditinjau ulang agar selalu sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk benar-benar menunjukkan kesungguhan dari komitmen yang diiniliki, maka komitmen tersebut harus tertulis dan ditanda tangani oleh pengurus tertinggi dari tempat kerja tersebut. Komitmen tertulis tersebut selanjutnya disebut kebijakan yang harus memuat visi dan misi, kerangka dan program kerja yang bersifat wnwn dan atau operasional

PERENCANAAN

Perencanaan yang dibuat barns efektif dengan mernuat sasaran yang jelas sebagai pengejawantahand ari kebijakan K3 di tempat kerja dan indikator kinerja serta apat menjawab kebijakan K3. Hal yang perlu diperbatikan dalam perencanaan adalah identiflkasi sumber bahaya, penilaian dan pengendalian resiko serta basil tinjauan awal terbadap K3.

Dalam perencanaan ini  secara lebih rinci terbagi menjadi beberapa hal :

Perencanaan identiflkasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko dari kegiatan, produk barang dan jasa.

  1. Pemenuhan akan peraturan perundangan dan persyaratanla iIU1ya.
  2. Menetapkan tujuan dan sasaran dari kebijakan K3 yang dapat diukur menggunakan satuan lindikator
  3. pengukurans, asaranp encapaiand anj angka waktu pencapaian.
  4. Menggunakan indikator kinerja sebagai penilaian kineIja K3 sekaligus menjadi informasi keberhasilan pencapaian sistem
    manajemen K3
  5. Menetapkan sistem pertanggung jawaban dan Saranau ntuk mencapaki ebijakan K3.

 

PENERAPAN

Setelah membuatk omitmen dan perencanaanm, aka selanjutnya adalah penerapan sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatank erja. Yang perlu menjadi perhatian pada tahap ini adalah :

Adanya Jaminan Kemampuan Ketersediaan personil yang terlatih dal1 memaharni sistemm anajemen keselamatan dan kesehatan kerja, sarana yang menunjang dan ketersediaan dana yang mencukupi dari perencanaan yang telah dibuat.

Menjadikan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem m~ajemen perusahaan.

Menjadikan semua pihak untuk berperan serta 3ecara aktif dalam penerapan dan menciptakan budaya kerja yang mendukung penerapan dan pengeinbangan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini ditunjang dengan penunjukkan tanggung jawab dan tanggung gugat dari pekerjaan serta menciptakan jalur komunikasi yang efektif.

Mengadakan pembicaraan dengan pekerja mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatkan motivasi dan kesadaran dari semua pihak tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Mengadakan pelatihan untuk terus menunjang sistem manajemen yang telah diterapkan.

Kegiatan Pendukung Diperlukan komunikasi dua arab yang efektif antara pekerja dan pengurus serta pelaporan rutin sebagai sumber penting dalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Juga perlu dijamin bahwa infonnasi mengalir dari pengurus ke karya\”an demikian juga sebaliknya.

Prosedur pelaporan informasi yang terkait clan tepat wakw harus ditetapkan untuk menjamin bahwa sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dipantau clan kinerjanya ditingkatkan. Pelaporan dibedakan alas kepentigannya menjadi internal (terjadinya insiden, ketidaksesuaian, kinerja K3 dan identi[lkasi sumber bahaya) clan eksternal (menangani yang dipersyaratkan di peraturan perundangan).

Perdokumentasian harus dibuat sesuai dengan kebutuhan .Proses dan prosedur kegiatan di tempat kerja harus ditentukan clan didokumentasilca Tahap berik11t adalah pendokumentasian. Dokumen harus dapat diidentifikasi, ditinjau ulang, direvisi, disetujui oleh personil yang bertanggungja wab beradad i tempat yang diperlukan dan dokumen usang harus segera disingkirkan kecuali yang digunakan untuk keperluan khusus. Te rakhir adalaha danyaja minan pencatatan yang merupakan sarana untuk menunjukkan kesesuaian penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

ldentifikasi sumber bahaya, penilaian dan pengendalian resiko Dilakukan manajemen resiko ( identifikasl sumber bahaya, penilaian resiko clan pngendalian resiko). Pengendalian resiko tersebut sudah harus dimulai dari sebelum perancangan clan rekayasa, pada saat perancangan clan rekayasa, setelah perancangan clan rekayasa dengan melakukan tinjauan ulang kontrak dan memperhatikanp ada saatp embelian. Disamping itu untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan perlu dipersiapkan prosedur untuk menghadapi keadaan darurat,m enghadapini siden dan pemulihan keadaan darurat.

PENGUKURAN DAN EVALUASI

Pengkuran dan evaluasi ini merupakan alat yang berg~a untuk :

  • Mengetahui keberhasilan penerapan sistem
    manajemen keselmnatan dan kesehatan
    kerja
  • Melakukan identiftkasi tindakan perbaikan
  • Mengukur, memantau dan meengevaluasi kinerja sistem manajemen dan keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk menjaga tingkat kepercayaan terhadap data yang akan dipero1eh maka beberapa proses harns di1akukan seperti kalibrasi a1at, pengujian pera1atan dan contoh piranti 1unak d’ln perangkat keras.

Ada 3 (tiga) kegiatan da1am me1akukan

pengukurand an eva1uasi:

1. Inspeksi dan Pengujian .
Harus ditetapkan dan dijaga konsistensi dari prosedur inspeksi, pengujian dan pemantauan yang berkaiatan dengan kebijakan K3.

2. Audit sistem manajemen kese1amatan dan kesehatan kerja
Audit ini di1akukan untuk mengetahui keefektifan dari penerapan sistem manajemen kesematan daIl kesehataIl kelja di ternpat kelja. Hal yang perlu diperhatikan dalam audit adalah :

  • Sisternatik dan independen
  • Frekuensi audit berkala
  • Kemampuan dan keahlian
    petugasnya
  • Metodologi yang digunakan
  • Berdasarkan hasil audit
    sebelumnya dan sumber bahaya
    yangada
  • Hasilnya dijadikan sebagai bahan
    tinjauan manajernen dan jika
    diperlukan ditindak lanjuti
    dengan tindakan perbaikan

3. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Merupakan basil temuan dari audit dan harus disetujui oleh pihak manajemen dan dijamin pelaksanaalulya secara sisternatik dan efektif

 

 

Artikel terkait lainnya