Langkah Mengidentifikasi Kemungkinan Bahaya serta Dampak di Industri

Langkah Mengidentifikasi Kemungkinan Bahaya serta Dampak di Industri

Tahukah Kamu apakah yang dimaksud dengan istilah “Identifikasi Kemungkinan Bahaya serta Resikonya”?

Dalam tiap kegiatan yang dikerjakan, baik yang berbentuk teknis atau non-teknis, pasti ada peluang terjadinya atau timbulnya kesalahan. Kesalahan yang dikerjakan itu seringkali mempunyai resiko serta dampak pada keselamatan manusia.

Tingkat bahaya serta dampak yang dimiliki oleh satu jenis pekerjaan pasti berlainan dengan pekerjaan lain. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu parameter untuk mengukur tingkat bahaya serta dampak yang disebabkan dari suatu kegiatan kegiatan kerja.

Proses pertimbangan pada resiko bahaya serta dampak pekerjaan tersebutlah yang diberi nama sebagai proses identifikasi bahaya serta dampak, dan yang merupakan bagian tanggung jawab dan peranan dari keselamatan serta kesehatan kerja di suatu ruangan kerja.

Proses pengenalan itu dikerjakan pada saat awal (sebelum terjadi insiden) serta data yang didapat diharapkan dapat bermanfaat untuk mengantisipasi peluang bahaya serta dampak yang berlangsung kemudian .

Identifikasi peluang bahaya serta dampak bisa mencakup penelusuran dampak kegiatan serta perlengkapan di suatu tempat khusus, mengukur resiko yang diakibatkan pada keselamatan serta kesehatan kerja karyawan, dan melakukan tindakan penanganan saat terjadi peristiwa bahaya itu.

Langkah yang dilakukan untuk mengenali peluang bahaya serta dampak bisa berupa:

  1. Konsultasi dengan faksi Human Safety and Risk Manajement – departemen yang bertanggungjawab atas pengendalian dampak serta keselamatan kerja.
  2. Konsultasi dengan pekerja – tidak menutup peluang bahwa beberapa pekerja lah yang paham secara detail bahaya serta resiko suatu alat atau pekerjaan tertentu.
  3. Lakukan peninjauan ruangan kerja – ini adalah langkah reguler yang bisa dikerjakan seseorang untuk pelajari beberapa peluang bahaya dan dampak kerja.
  4. Pelajari dokumen yang berisi catatan kecelakaan – ini akan berguna untuk mengantisipasi peluang terjadinya kecelakaan serupa kembali dan mempelajari proses penanggulangannya dengan empiris.
  5. Ikuti perkembangan berita sekitar ruangan kerja – jika berlangsung suatu kecelakaan atau kesalahan di suatu ruang kerja khusus, proses penanggulangan akan bisa dengan cepat dikerjakan.

Pada dasarnya, tujuan penting dari pengenalan kemungkinan bahaya serta dampak di suatu ruang kerja untuk memungkinkan para pekerja dalam bertindak pencegahan, atau penanggulangan disaat suatu peluang itu lebih bersifat ‘tidak terhindarkan’.

Pengenalan Metode-metode Identifikasi Bahaya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Erat Produktivitas Kerja

Pengenalan metode metode identifikasi bahaya – Metode identifikasi adalah teknik yang di kembangkan untuk mengetahui serta mengevaluasi beberapa bahaya yang ada dalam proses kerja. Beberapa cara yang bisa digunakan dalam mengidentifikasi potensi bahaya dalam pekerjaan industri ialah sebagai berikut:

1. What if/check list
Dalam cara ini, tiap-tiap proses dipelajari melalui pendekatan brainstorming untuk memformulasikan tiap-tiap pertanyaan mencakup peristiwa yang akan memunculkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Masing-masing pertanyaan dibagi ke tahapan operasi, teknik, pemeliharaan serta pengawasan.

Tiap-tiap pertanyaan itu memperhitungkan skenario terjadinya insiden, identikasi konsekuensi, penilaian kualitatif untuk memastikan tingkat keparahan konsekuensi, peluang dari semua resiko yang ada serta pembuatan referensi untuk mengurangi bahaya. Cara what if/checklist bisa dipakai untuk mengidentifikasi bahaya potensial dari tiap-tiap tingkatan proses. Cara ini akan efisien jika dikerjakan oleh tim yang memiliki pengalaman untuk evaluasi suatu proses.

2. HAZOPS
Hazard and Operability Study (HAZOPS) dipakai untuk mengidentifikasi persoalan dari operasional proses yang bisa memengaruhi efisiensi produksi serta keselamatan. HAZOPS adalah cara identifikasi resiko yang fokus pada analisa terstruktur tentang operasi yang berlangsung. Dengan memakai HAZOPS, kita harus mempelajari tiap-tiap tingkatan proses untuk mengidentifikasi semua penyimpangan dari keadaan operasi yang normal, menggambarkan bagaimana bisa berlangsung serta memastikan perbaikan dari penyimpangan yang ada.

3. FMEA
Failure Model and Effect Analysis (FMEA) adalah cara identifikasi resiko dengan mengkaji beberapa pertimbangan kesalahan dari perlengkapan yang dipakai serta mengevaluasi dampak dari kekeliruan itu. Kelemahan cara ini ialah tidak memperhitungkan kesalahan manusia. Dalam perihal ini, FMEA mengidentifikasi peluang abnormal atau penyimpangan yang bisa terjadi pada elemen atau perlengkapan yang terlibat dalam proses produksi dan konsekuensi yang ditimbulkan.

4. FTA
Fault Tree Analysis (FTA) adalah suatu teknik yang bisa dipakai untuk memprediksi atau menjadi alat investigasi setelah terjadinya kecelakaan dengan melakukan analisa proses peristiwa. FTA nanti akan menghasilkan penilaian kuantitatif dari probabilitas peristiwa yang tidak diharapkan. FTA adalah cara yang sangat efisien dalam menemukan pokok persoalan sebab bisa memastikan jika kerugian yang diakibatkan tidak berasal dari satu kegagalan. FTA adalah kerangka berfikir terbalik dimana evaluasi berawal dari insiden lalu dikaji sebabnya.

5. ETA
Moment Tree Analysis (ETA) ialah cara yang menunjukkan dampak yang mungkin berlangsung dengan diawali oleh identifikasi penyebab peristiwa serta proses dalam tiap-tiap tingkatan yang memunculkan terjadinya kecelakaan. Dalam melakukan ETA, kita perlu memahami penyebab dari peristiwa serta manfaat skema keselamatan atau mekanisme
kegawatdaruratan yang ada untuk memastikan langkah perbaikan pada dampak yang diakibatkan.

6. JHA
Job Hazard Analysis (JHA) ialah teknik yang fokus pada tahapan pekerjaan menjadi langkah untuk mengidentifikasi bahaya sebelum suatu peristiwa yang tidak diharapkan muncul. Cara ini lebih fokus pada hubungan pada pekerja, tugas/pekerjaan, alat serta lingkungan. Setelah diketahui bahaya yang tidak bisa di hilangkan, maka dikerjakan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi resiko bahaya ke tingkat level yang dapat di terima (OSHA 3071).

JHA bisa diaplikasikan dalam berbagai jenis tipe pekerjaan, akan tetapi ada banyak prioritas pekerjaa yang perlu dikerjakan JHA, diantaranya:

  1. Pekerjaan dengan tingkat kecelakaan/kesakitan yang tinggi
  2. Pekerjaan yang punya potensi mengakibatkan luka,cacat atau sakit walau tidak ada insiden sebelumnya
  3. Pekerjaan yang jika berlangsung sedikit kesalahan kecil akan menyebabkan terjadinya kecelakaan parah atau luka
  4. Pekerjaan yang baru atau mengalami perubahan dalam proses serta mekanisme
  5. Pekerjaan cukup kompleks untuk ditulis petunjuk pelaksanaannya