5 Jenis Bahaya Kerja yang Mengancam Pekerja

5 Jenis Bahaya Kerja yang Mengancam Pekerja

Tahukah Anda, walau hanya duduk serta berada di depan laptop selama seharian, masih ada bahaya kerja yang mengawasi? Ini kemungkinan bukan berbentuk kecelakaan fisik yang meneror jiwa, tetapi bisa berupa masalah psikologis serta mental. Ya, bahaya kerja yang ditujukan di sini yaitu setiap kondisi dalam lingkungan kerja yang mempunyai potensi memunculkan penyakit atau masalah kesehatan karena kerja.

Sebenarnya, pemerintah sudah mengeluarkan kebijaksanaan untuk melindungi kesehatan serta keselamatan beberapa pekerja yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Pasal 86, UU No. 13 Tahun 2003. UU itu menerangkan mengenai begitu pentingnya kesehatan serta keselamatan kerja (K3).

Ketentuan ini ditujukan untuk jaminan keselamatan serta tingkatkan derajat kesehatan tenaga kerja/buruh dengan mencegah kecelakaan serta penyakit karena kerja, pengaturan bahaya dalam tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan, serta rehabilitasi.

Dampak bahaya (hazard) dari aspek yang diuraikan di atas yang coba diminimalisasi oleh negara. Lalu apakah saja beberapa jenis bahaya kerja itu?

Bahaya Kerja Kimiawi

Bahan kimia dapat beresiko serta beracun bagi badan manusia, ditambah lagi bila terkena dalam jumlah yang banyak. Walau sebenarnya, bahan kimia diperlukan dalam beberapa jenis pekerjaan. Zat kimia dapat masuk ke badan Anda lewat hidung berbentuk udara, kulit, mata, mulut berbentuk gas, uap, serta aerosol (debu, asap, kabut).

Anda yang kerja di laboratorium memiliki dampak terkena beberapa jenis bahan kimia beracun atau berbentuk korosif. Disamping itu, orang yang kerja di pabrik serta pertambangan beresiko terkena asap serta debu hingga memunculkan gangguan pernafasan.

Bahaya Kerja Fisik

Jenis bahaya kerja fisik bisa berbentuk bising, vibrasi, suhu lingkungan yang berlebihan, serta radiasi. Bising dengan stabil yang didapatkan dari pekerja bangunan umumnya bisa memunculkan tuli karena kerja. Vibrasi atau getaran dapat dirasa seluruh badan atau bagian khusus bila memakai satu mesin/alat dalam tempo lama bisa menimbulkan ngilu otot, mual, sampai gangguan pembuluh darah.

Disamping itu, orang yang tugasnya terkait dengan radiasi ionisasi (sinar-X, sinar gamma) bisa mengakibatkan kerusakan ikatan kimia di jaringan tubuh bila terkena dalam jumlah besar.

Bahaya Kerja Ergonomi

Ergonomi ialah bagian studi multidisiplin yang pelajari prinsip-prinsip dalam mendesain perlengkapan, mesin, proses serta tempat kerja yang sesuai potensi serta terbatasnya manusia yang memakainya. Pergerakan yang berulang-ulang atau urutan yang tinggal sepanjang kerja bisa memunculkan luka.

Karenanya, konsep ergonomis diaplikasikan dalam pekerjaan guna menghindarkan luka fisik yang berlangsung dalam pekerjaan. Contohnya, posisi duduk, menulis, jarak antar-layar serta mata, mengangkat barang, serta menggenggam alat. Tanda-tanda yang seringkali ada karena tidak ergonomis posisi kita saat kerja ialah pegel linu, ngilu sendi, serta pinggang.

Bahaya Kerja Biologi

Tenaga kesehatan adalah pekerjaan yang paling terancam dari bahaya kerja biologi. Penyakit karena bakteri serta virus seperti tuberkulosis, hepatitis B, C, serta HIV rawan menulari tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, serta laboratoris. Selain itu, pekerja yang terkait dengan hewan beresiko terkena penyakit seperti rabies serta antraks.

Bahaya Kerja Psikologis

Tidak hanya permasalahan kesehatan fisik di atas, masalah psikologis bisa juga beresiko berlangsung pada beberapa pekerja. Hal yang seringkali membuat ini ialah depresi karena terdapatnya perkembangan jenis pekerjaan, agenda, tingkat tanggung jawab, serta perbedaan dengan atasan atau rekanan kerja.

Apa saja pekerjaan yang Anda tekuni setiap hari, masih mempunyai dampak kesehatan yang disebutkan bahaya kerja. Tidak hanya dampak penyakit karena pekerjaan, mencegah terjadinya kecelakaan bagian penting dalam kesehatan serta keselamatan kerja (K3) agar menjaga para pekerja tetap sehat serta produktif. Karenanya, dengan pengendalian yang baik dari perusahaan, bahaya kerja bisa dihindari serta diminimalisir.

Langkah Mengidentifikasi Kemungkinan Bahaya serta Dampak di Industri

Langkah Mengidentifikasi Kemungkinan Bahaya serta Dampak di Industri

Tahukah Kamu apakah yang dimaksud dengan istilah “Identifikasi Kemungkinan Bahaya serta Resikonya”?

Dalam tiap kegiatan yang dikerjakan, baik yang berbentuk teknis atau non-teknis, pasti ada peluang terjadinya atau timbulnya kesalahan. Kesalahan yang dikerjakan itu seringkali mempunyai resiko serta dampak pada keselamatan manusia.

Tingkat bahaya serta dampak yang dimiliki oleh satu jenis pekerjaan pasti berlainan dengan pekerjaan lain. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu parameter untuk mengukur tingkat bahaya serta dampak yang disebabkan dari suatu kegiatan kegiatan kerja.

Proses pertimbangan pada resiko bahaya serta dampak pekerjaan tersebutlah yang diberi nama sebagai proses identifikasi bahaya serta dampak, dan yang merupakan bagian tanggung jawab dan peranan dari keselamatan serta kesehatan kerja di suatu ruangan kerja.

Proses pengenalan itu dikerjakan pada saat awal (sebelum terjadi insiden) serta data yang didapat diharapkan dapat bermanfaat untuk mengantisipasi peluang bahaya serta dampak yang berlangsung kemudian .

Identifikasi peluang bahaya serta dampak bisa mencakup penelusuran dampak kegiatan serta perlengkapan di suatu tempat khusus, mengukur resiko yang diakibatkan pada keselamatan serta kesehatan kerja karyawan, dan melakukan tindakan penanganan saat terjadi peristiwa bahaya itu.

Langkah yang dilakukan untuk mengenali peluang bahaya serta dampak bisa berupa:

  1. Konsultasi dengan faksi Human Safety and Risk Manajement – departemen yang bertanggungjawab atas pengendalian dampak serta keselamatan kerja.
  2. Konsultasi dengan pekerja – tidak menutup peluang bahwa beberapa pekerja lah yang paham secara detail bahaya serta resiko suatu alat atau pekerjaan tertentu.
  3. Lakukan peninjauan ruangan kerja – ini adalah langkah reguler yang bisa dikerjakan seseorang untuk pelajari beberapa peluang bahaya dan dampak kerja.
  4. Pelajari dokumen yang berisi catatan kecelakaan – ini akan berguna untuk mengantisipasi peluang terjadinya kecelakaan serupa kembali dan mempelajari proses penanggulangannya dengan empiris.
  5. Ikuti perkembangan berita sekitar ruangan kerja – jika berlangsung suatu kecelakaan atau kesalahan di suatu ruang kerja khusus, proses penanggulangan akan bisa dengan cepat dikerjakan.

Pada dasarnya, tujuan penting dari pengenalan kemungkinan bahaya serta dampak di suatu ruang kerja untuk memungkinkan para pekerja dalam bertindak pencegahan, atau penanggulangan disaat suatu peluang itu lebih bersifat ‘tidak terhindarkan’.

Pekerja Wajib Ketahui Jenis dan Sumber Bahaya Di Lingkungan Kerja

sumber bahaya k3

Pengertian Bahaya

sumber bahaya k3 – Bahaya ialah suatu hal yang mempunyai potensi menjadi pemicu kerusakan serta bisa mengakibatkan kerugian baik pada harta benda, lingkungan, atau manusia.

Tipe-tipe Bahaya

Beberapa jenis bahaya, didalamnya meliputu :

Bahaya Keselamatan (Safety Hazard)

Bahaya keselamatan (safety hazard) fokus pada keselamatan manusia yang ikut serta dalam proses, perlengkapan, serta teknologi. Dampak safety hazard bersifat akut, resiko tinggi, serta probabilitas untuk terjadi rendah. Bahaya keselamatan (Safety hazard) bisa menimbulkan resiko cidera, kebakaran, serta segala kondisi yang bisa mengakibatkan kecelakaan pada tempat kerja. Beberapa jenis safety hazard, diantaranya :

  1. Mechanical Hazard, bahaya yang ada pada benda atau proses yang bergerak yang bisa mengakibatkan efek, seperti tertusuk, terpotong, terjepit, tergores, terbentur, dan sebagainya.
  2. Hazard Electrical, adalah bahaya yang berasal dari arus listrik.
  3. Chemical Hazard, bahaya bahan kimia baik berbentuk gas, cair, serta padat yang memiliki sifat gampang terbakar, gampang meledak, serta korosif.

Bahaya Kesehatan

Bahaya kesehatan fokus pada kesehatan manusia. Resiko bahaya kesehatan bersifat akut, konsekuensi rendah, berbentuk tiada henti, serta probabilitas untuk berlangsung tinggi. Beberapa jenis bahaya kesehatan, diantaranya :

  1. Physical Hazard, berupa energi seperti kegaduhan, radiasi, pencahayaan, temperature ekstrim, getaran, dan sebagainya.
  2. Chemical Hazard, berwujud bahan kimia baik berbentuk gas, cair, serta padat yang memiliki karakter toksik, beracun, iritan, serta patologik.
    Biological Hazard, bahaya dari mikroorganisme, terutama yang pathogen yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan.
  3. Ergonomi, adalah bahaya yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan sebagai akibat ketidaksesuaian bentuk kerja dengan pekerja. Urutan kerja yang salah serta dipaksakan bisa mengakibatkan gampang capek hingga kerja jadi kurang efektif serta dalam periode panjang bisa menyebakan masalah fisik serta psikologis (stress) dengan keluhan yang seringkali ialah nyeri pinggang kerja

Sumber-Sumber Bahaya di Lingkungan Kerja

Biasanya di semua tempat kerja tetap ada sumber bahaya yang bisa meneror keselamatan atau kesehatan tenaga kerja. Menurut Syukri Sahab (1997), Sumber bahaya itu bisa datang dari :

Manusia
Termasuk juga pekerja serta manajemen. Kesalahan penting kebanyakan kecelakaan, kerugian, serta kerusakan terdapat pada karyawan yang kurang bergairah, kurang trampil, kurang pas, terganggu emosinya yang biasanya mengakibatkan kecelakaan serta kerugian. Disamping itu apa yang diterima atau gagal diterima lewat pendidikan, motivasi, dan pemakaian perlengkapan kerja berhubungan langsung dengan sikap pimpinan dalam tempat kerja.

Bangunan, Instalasi, serta Perlengkapan
Proses bahaya yang berasal dari bangunan, instalasi, serta perlengkapan yang diperlukan dapat berbentuk konstruksi bangunan yang kurang kuat serta tidak memenuhi syarat-syarat yang ada. Diluar itu design ruangan serta tempat kerja dan ventilasi yang baik adalah beberapa hal yang perlu dilihat.

Bahan Baku
Bahan baku yang dipakai pada proses produksi bisa mempunyai bahaya serta dampak yang sesuai karakter bahan baku, diantaranya :

  • Gampang terbakar serta meledak
  • Mengakibatkan alergi
  • Bahan iritan
  • Karsinogen
  • Berbentuk racun
  • Radioaktif
  • Proses Kerja

Bahaya dari proses benar-benar beragam bergantung dari teknologi yang dipakai. Proses yang ada di industri ada yang simpel, tapi ada pula yang prosedurnya sulit. Ada proses yang beresiko serta ada pula proses yang kurang beresiko. Dalam proses kebanyakan dipakai suhu serta tekanan tinggi yang jadi besar dampak bahayanya. Proses dari ini kadang muncul asap, debu, panas, gaduh, serta bahaya mekanis seperti terjepit, terpotong, atau tertimpa bahan. Ini bisa menyebabkan kecelakaan serta penyakit karena kerja.

Langkah Kerja

Bahaya dari langkah kerja yang dikerjakan oleh pekerja yang bisa membahayakan pekerja tersebut atau orang lain di sekelilingnya, yakni :

  1. Langkah mengangkut serta mengangkat, jika dikerjakan secara salah karena itu bisa mengakibatkan cidera serta yang seringkali ialah cidera pada tulang punggung.
  2. Langkah kerja yang menyebabkan hamburan debu serta serbuk logam, percikan api, dan tumpahan bahan beresiko.
    Menggunakan alat pelindung diri yang tidak seharusnya/ tidak cocok keperluan serta langkah menggunakan yang salah.

Lingkungan

Bahaya yang datang dari lingkungan kerja bisa dikelompokkan atas beberapa tipe bahaya yang bisa menyebabkan beberapa masalah keselamatan serta kesehatan kerja, dan penurunan produktivitas kerja serta efisiensi kerja.

Potensi Bahaya yang Mengakibatkan Risiko Langsung pada Keselamatan

Kategori ini berkaitan dengan masalah atau kejadian yang memiliki potensi menyebabkan cidera dengan segera. Cidera tersebut biasanya disebabkan oleh kecelakaan kerja. Ini biasanya terjadi ketika risiko yang tidak dikendalikan
dengan baik. Saat prosedur kerja aman tidak tersedia atau sebaliknya tetapi tidak diikuti.

Sebagai contoh:
• alat berat jatuh menimpa kaki pekerja dan mengakibatkan patah tulang;
• posisi papan perancah tidak benar dan jatuh ketika pekerja melangkah.

Selain kecelakaan kerja, terdapat kejadian yang tidak biasa di tempat kerja yang mungkin dapat berakibat membahayakan orang atau properti jika keadaan sedikit berbeda. Hal ini biasa disebut “Hampir celaka” Baik kecelakaan atau hampir celaka mengakibatkan cedera, masing-masing harus diselidiki untuk menentukan akar penyebabnya. Tindakan korektif kemudian dapat diambil untuk mencegah kemungkinan terulangnya kejadian dan cedera yang sama.

Kecelakaan atau hampir celaka jarang terjadi karena satu hal. Sebaliknya, seringkali dipicu oleh beberapa faktor kausal yang mengakibatkan kecelakaan. Faktor-faktor ini seperti penghubung dalam rantai yang berakhir dengan
kecelakaan.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penyebab kecelakaan dapat dikelompokkan menjadi lima kategori:

  • Faktor manusia: Tindakan-tindakan yang diambil atau tidak diambil, untuk mengontrol cara kerja yang dilakukan
  • Faktor material: Risiko ledakan, kebakaran dan trauma paparan tak terduga untuk zat yang sangat beracun, seperti asam
  • Faktor Peralatan: Peralatan, jika tidak terjaga dengan baik, rentan terhadap kegagalan yang dapat menyebabkan kecelakaan
  • Faktor lingkungan: lingkungan mengacu pada keadaan tempat kerja. Suhu, kelembaban, kebisingan, udara dan kualitas pencahayaan merupakan contoh faktor lingkungan.
  • Faktor proses: Ini termasuk risiko yang timbul dari proses produksi dan produk samping seperti panas, kebisingan, debu, uap dan asap.

Sangat penting untuk memiliki sistem pelaporan kecelakaan dan hampir celaka yang baik, menggabungkan penyelidikan ‘tidak menyalahkan pekerja’. Salah satu atau semua faktor di atas dapat berkontribusi terhadap risiko, yang akhirnya dapat mengakibatkan kecelakaan yang menyebabkan cedera atau kematian. Sebuah sistem pelaporan keselamatan yang baik merupakan cara penting untuk memutus rantai kecelakaan.

Beragam Potensi Bahaya Kerja di Industri Farmasi

faktor lingkungan Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Beragam potensi bahaya kerja di industri farmasi – Pada dasarnya potensi bahaya dikelompokan dalam bahaya mekanis, bahaya elektris, bahaya kimawi, bahaya radiasi, bahaya biologis, bahaya ergonomis dan bahaya kebakaran atau ledakan. Bahaya mekanis di lingkungan industry farmasi antaa lainnya:

  1. Bahaya kejatuhan benda asing, contohnya ditemukan di lingkungan pergudangan. Pekerjaan material handling digudang ialah contoh Kegiatan yang beresiko pada bahaya mekanis, karena itu personil gudang harus sudah menyadari serta secara berkelanjutan melakukan safety mekanisme material handling. Perlengkapan yang dipakai contohnya lifter, helm pelindung, rak dan lain-lain harus dipastikan memenuhi standard keselamatan. Personil yang kerja sudah terbiasa serta memakai APD yang ideal. Operator lifter harus sudah menjalankan pelatihan serta bersertifikat dari Departemen atau badan berkaitan.
  2. Bahaya terkena bagian mesin yang bergerak. Dibagian produksi atau bagian teknik ada mesin mesin yang dengan sisi bergerak dengan mekanis, contohnya vanbelt, roda gigi, piston, punch & Dies, tuas dan lain-lain. Pergerakan ini bisa memunculkan resiko pada keselamatan operator contohnya terjepit, terpotong, tersrempet dan lain-lain. Karena itu perlu dilihat jika semua bagian mesin yang berjalan itu harus ditutup agar tidak membahayakan operator, jika memungkinkan dipasang alat pengaman yang dapat mematikan mesin dengan otomatis jika cover di buka. Perlu juga diberikan papan peringatan agar operator sadar akan potensi bahaya bagian mesin yang bergerak.
  3. Bahaya terkena uap atau cairan panas. Beberapa mesin yang yang dipakai di lingkungan produksi memakai pasokan steam untuk mengoperasikannya. Penyimpanan Purified Water serta Water for Injection ikut memakai sirkulasi dalam loop sistem yang dipanaskan pada suhu 70 – 90° C. Kesalahan mekanisme yang dikerjakan oleh operator atau kebocoran pada valve bisa menimbulkan kemungkinan terkena cairan panas. Peletakan safety valve yang sangat dekat dengan work station bisa melukai operator yang bekerja. Pipa utility yang tidak diberi insulasi serta penandaan yang ideal juga punya potensi memunculkan luka yang serius. Harus diberi peringatan yang jelas perlengkapan peralatan yang memunculkan bahaya panas contohnya hot plate diberi tulisan “AWAS PANAS”
  4. Bahaya kerja diruang tertutup. Harus ada mekanisme ketat bila ada tangki yang langkah pembersihannya personil harus masuk kedalam. Pastikan jika bahan di dalam tangki tidak ada bahan yang bersifat toksis, serta personil kerja diperlengkapi dengan perlengkapan yang ideal dan melakukan semua safety mekanisme dengan benar, untuk memastikan hal tersebut personil itu tidak bisa bekerja seorang diri, harus didampingi oleh petugas lainnya dan dipastikan mekanisme LOTO (loct out tag out) telah dikerjakan dengan benar. Tetapi masih harus diupayakan supaya langkah pembersihan semacam ini dihindari, digantikan dengan sistem yang lebih aman contohnya cara CIP serta SIP yang tidak hanya hasilnya lebih baik ikut lebih aman.
  5. Kondisi udara dengan kelembaban sangat rendah. Harus ditata agar personil yang bekerja di ruangan produksi dengan kelembaban udara yang sangat rendah agar dengan periodik keluar dari ruangan serta minum air yang cukup supaya tidak mengalami dehidrasi.
  6. Bahaya kebisingan. Suara mesin yang tingkat kebisingannya lebih dari 85 db peronel yang kerja harus memakai pelindung telinga.

Bahaya ergonomis contohnya pergerakan yang salah. Harus diberi pemahaman pada operator mengenai dasar dasar ergonomis. Contohnya untuk mengangkat beban yang sangat berat sebaiknya memakai lifter. Mengangkat beban berat di atas 25 kg dengan punggung membungkuk bisa beresiko memunculkan cedera pada punggung. Operator yang duduk terus menerus dengan tempat meja keja sangat rendah dalam periode panjang bisa mengakibatkan perubahan bentuk tulang punggung (jadi bungkuk) dan lain-lain.

Bahaya listrik yang diakibatkan dalam industri farmasi dibagi jadi 2 bahaya berasal dari sumber listrik serta bahaya elektro statik. Bahaya yang berasal dari sumber listrik biasanya disebabkan oleh :

  1. Instalasi yang tidak memenuhi standard. Penggunaan kabel yang kualitasnya tidak sesuai standard, pemakian kabel yang tidak sesuai beban, tenaga instalatir yang tidak kompeten, sistem penyambungan yang tidak baik, skema grounding yang tidak sempurna ini semua begitu beresiko memunculkan bahaya listrik.
  2. Kabel yang mengelupas. Terkelupasnya kabel bisa disebabkan factor usia, atau sebab pergerakan mekanis contohnya terjepit atau terlipat, atau juga bisa karena digigit oleh binatang pengerat. Untuk dibagian produksi harus dibiasakan buat operator dalam melakukan mekanisme pembersihan mesin harus sekaligus lakukan pengecekkan mesin, bila melihat kabel yang lecet atau sambungan yang kendor segra dilaporkan untuk dikerjakan perbaikan. Demikian pula petugas teknik harus secara periodik lakukan pengontrolan pada instalasi listrik mulai dari gardu induk, panel, jalur distribusi sampai ke mesin.
  3. Kebocoran pipa steam atau utility yang mengakibatkan kerusakan kabel atau panel listrik hingga beresiko pada bahaya hubungan pendek atau bahaya terkena sengatan listrik.
  4. Bahaya Electro statis. Electro statis ialah bahaya listrik yang jarang sekali disadari hingga terkesan kurang diperhatikan, walau sebenarnya tingkat bahaya yang diakibatkan besar sekali bahkan juga dapat fatal. Untuk tangki penyimpanan yang memiliki ukuran besar harus dilengkapi dengan sistem grounding yang baik, sebab proses pengeluaran isi tangki bisa memunculkan tegangan listrik statis. Demikian pula filter bag yang tidak bagus pada mesin fluid bed drayer bisa berpotensi memunculkan ledakan karena elektrostatis.

Potensi bahaya radiasi diantaranya :

  1. Skema pencahayaan yang kurang atau yang terlalu jelas
  2. Bahaya sinar ultra violet pada pass box atau clean room
  3. Radiasi sinar leser. Beberapa industry farmasi ada yang manfaatkan technology laser contohnya untuk sistem coding pada bahan kemas. Teknik coding dengan laser memang lebih irit akan tetapi karena tidak memerlukan tinta atau solvent, namun begitu beresiko terjadinya bahaya kebakaran dan bahaya radiasi.
  4. Radiasi pada proses pengelasan. Personil yang mengelas harus memakai kacamata pelindung.
  5. Radiasi sinar IR. Beberapa mesin diperlengkapi dengan sistem sensor yang memakai sinar infra merah, harus diyakinkan jika intensitas yang dipakai masih juga dalam batas aman
  6. Radiasi sinar X. Beberapa industry farmasi mempunyai alat pendeteksi logam atau memantau isi kemasan dengan perlengkapan yang memakai sinar X. Mesti dipastikan jika intensitas yang dipakai masih dalam batas aman.

Bahaya karena berhubungan dengan bahan kimia di industri farmasi diantaranya :

1. Bahaya terkena bahan iritasi atau korosif.

Contohnya di laboratorium QC atau R&D atau personil produksi, seringkali memakai asam kuat seperti HCL, H2SO4, HNO3 dll yang bila terpercik dapat memunculkan luka iritasi atau korosif. Karena itu perlu langkah pengamanan yang mencakup training operator agar mengetahuai langkah kerja yang aman dan APD yang ideal mulai dari baju, sarung tangan, dan kaca mata khusus. Dan diperlengkapi shower pembasuh mata untuk mengantisipasi bila ada percikan yang mengenai mata.

2. Bahaya zat zat oksidator kuat

Bahan bahan oksidator kuat sangatlah beresiko, sebab tidak hanya bahan ini berbentuk korosif bisa juga berpotensi menimbulan ledakan atau kebakaran. Asam kuat seperti peroksida pekat bila menetes di meja kayu palet atau tissue dapat menumbulkan terjadinya kebakaran. Peletakan bahan bahan ini harus dipastikan aman serta tidak terjadi kebocoran. Semua personil yang ikut serta harus diberitahukan langkah kerja yang aman dengan bahan ini.

3. Bahaya terkena bahan beresiko.

Personil produksi atau QC bisa beresiko terkena bahan bahan yang beresiko. Bahan bahan yang dipakai dalam industry farmasi bila terkena dapat memunculkan masalah mulai dari yang paling mudah contohnya alergi serta gatal gatal, sampai bahan yang sangat beresiko contohnya bersifat karsinogenik. Karena itu tersedianya MSDS (material saftey data sheet) dari bahan bahan yang dipakai dalam industry farmasi baik bahan baku, reagen, bahan penolong, pelarut ataupun desinfektan wajib hukumnya, sebab ini bisa menjadi dasar dalam menyusunan mekanisme kerja dan tindakan perlakuan bila terjadi keadaan darurat.

4. Bahaya menghirup atau menelan bahan beresiko.

Saat melakukan kegiatannya baik personil produksi ataupun laboratorium memiliki kemungkinan menelan atau menghirup bahan beresiko. Sistem diproduksi harus di kembangkan agar meminimalisir terjadinya debu contohnya dengan cara mengaplikasikan produksi closed sistem, tata udara harus didesain agar bila dihasilkan debu dapat segera di hilangkan contohnya dilengkapi dust collector pada ruang berdebu atau sistem udara laminar hingga debu yang dibuat tidak mengarah ke operator.

Masker kain bukan alat perlindungan yang sempurna pada resiko menghisap bahan kimia, masker kain hanya membuat perlindungan produk pada percikan ludah saat operator bernafas atau berbicara. Bila dibutuhkan APD yang ideal harus dipakai respirator yang dilengkapi dengan filter udara sesuai dengan kelas bahayanya.

Industri farmasi yang meningkatkan produk produk bioteknologi sangatlah berpotensi memunculkan bahaya kerancuan baik pada keselamatan pekerja ataupun pada lingkungan. Proses pembuatan vaksin, proses pembuatan serum dan proses biosintesis memakai bioteknologi yang jika terjadi kegagalan sistem bisa jadi sumber kontaminan biologis. Standard yang tinggi untuk kelayakan proses baik yang menyangkut sarana serta perlengkapan, mekanisme ataupun personil yang bekerja harus diaplikasikan dengan baik serta tetap dikerjakan evaluasi menjadi upaya untuk meminimalisir resiko.

Fasilitas laboratorium yang melakukan pengujian mikrobiologi harus mengaplikasikan prosedur yang ketat untuk menjamin keamanan pekerja serta lingkungan. Contohnya bahan bahan sisa pengujian sebelum dihilangkan harus dikerjakan mekanisme dekontaminasi terlebih dulu sebelum di kirim ke pengolahan limbah. Penyimpanan bibit strain bakteri untuk kepentingan pengujian harus pada tempat yang aman, dan secara periodik harus dikerjakan sanitasi/fumigasi.