Beragam Faktor Pemicu Kecelakaan Kerja di Area Pertambangan

kecelakaan kerja pertambangan

Pada intinya pemicu terjadinya suatu kecelakaan tambang mempunyai faktor-faktor yakni:
1. Aspek langsung
2. Aspek pendukung

I. Dalam aspek langsung ada dua perihal pemicu terjadinya aspek langsung ini yakni :
1. Tindakan tidak aman
2. Kondisi tidak aman

*Kemudian yang termasuk tindakan tidak aman yakni :

1. Kerja tanpa memerhatikan tanda-tanda
2. Kerja dengan kecepatan beresiko
3. Tidak menggunakan alat pengaman (safety) yang digunakan
4. Memakai alat yang tidak aman
5. Peletakan barang tidak aman
6. Tempat kerja beresiko
7. Mengganggu orang yang lain yang tengah bekerja
8. Tidak menggunakan alat perlindungan

*Selanjutnya yang termasuk kondisi tidak aman yakni :

1. Alat pengaman kurang prima
2. Mesin rusak atau haus
3. Design mesin kurang baik
4. Tata letak mesin tidak aman
5. Pencahayaan tidak prima
6. Ventilasi tidak baik
7. Alat protwksi diri tidak berperan dengan baik

II. Aspek Pendukung dalam kecelakaan kerja yakni mencakup :
1. Pengawas
2. Fisik pekerja
3. Mental pekerja

Dalam soal pengawas bentuk peristiwanya yakni :
1. Tidak hadir
2. Tidak lakukan pekerjaan dengan berbagai alas an

*Kemudian dalam soal fisik pekerja bentuk peristiwanya yakni :
1. Sakit
2. Capek

*Dan paling akhir mental pekerja bentuk peristiwanya yakni :
1. Mengantuk
2. Mabuk
3. Emosi, Sedih, Takut
4. Tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja dengan beragam fakta

I. KLASIFIKASI AKIBAT KECELAKAAN KERJA (STANDAR OSHA)

Berdasar pada standard OSHA tahun 1970, semua luka yang disebabkan oleh kecelakaan bisa dibagi menjadi:

1. PERAWATAN RINGAN ( FIRST AID )
Perawatan ringan adalah suatu tindakan/ perawatan pada luka kecil tersebut observasinya, yang tidak membutuhkan perawatan medis (medical treatment) meskipun pertolongan pertama itu dikerjakan oleh dokter atau paramedis. Perawatan ringan ini pula adalah perawatan dengan keadaan luka ringan, bukan tindakan perawatan darurat dengan luka yang serius serta hanya 1x perawatan dengan observasi selanjutnya.

2. PERAWATAN MEDIS ( MEDICAL TREATMENT )
Perawatan Medis adalah perawatan dengan tindakan untuk perawatan luka yang hanya bisa dikerjakan oleh tenaga medis profesional seperti dokter atau paramedis. Yang bisa digolongkan perawatan medis jika hanya dapat dikerjakan oleh tenaga medis yang pofesional: terganggunya peranan tubuh seperti jantung, hati, penurunan manfaat ginjal dan lain-lain; menyebabkan rusaknya struktur fisik serta menyebabkan komplikasi luka yang membutuhkan perawatan medis kelanjutan.

3. HARI KERJA YANG HILANG (LOST WORK DAYS)
Hari kerja yang hilang adalah setiap hari kerja di mana sesorang pekerja tidak bisa melakukan semua pekerjaan rutinnya sebab mengalami kecelakaan kerja atau sakit karena pekerjaan yan dideritanya. Hari kerja hilang ini bisa dibagi jadi dua jenis :

• Banyaknya hari tidak bekerja (days away from work) yakni semua hari kerja di mana sesorang pekerja tidak bisa mengerjakan setiap kegunaan tugasnya sebab kecelakaan kerja atau sakit karena pekerjaan yang dideritanya.
• Jumlahnya hari kerja dengan kegiatan hanya terbatas (days of restricted activities), yakni semua kerja di mana seorang pekerja sebab mengalami kecelakaan kerja atau sakit karena pekerjaan yang dideritanya, dialihkan sesaat ke pekerjaan lainnya atau pekerja masih bekerja pada tempatnya tapi tidak bisa kerjakan dengan normal semua pekerjaannya. Untuk ke-2 masalah di atas, ada pengecualian di hari waktu kecelakaan atau waktu terjadinya sakit, hari libur, cuti, serta hari istirahat.

4. KEMATIAN (FATALITY)
Dalam perihal ini, kematian yang berlangsung tanpa melihat waktu yang telah berlalu pada saat terjadinya kecelakaan kerja aaupun sakit yang dikarenakan oleh pekerjaan yang dideritanya, dan waktu si korban meninggal.

II. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA (INDUSTRI MIGAS)

1.FATAL/MENINGGAL :
Kecelakaan yang mengakibatkan kematian tanpa mempertimbangkan tenggang waktu pada terjadinya kecelakaan dengan wafatnya korban.

2.BERAT (SERIOUS)
Kecelakaan yang memunculkan hari hilang lebih dari 21 hari kalender atau yang mengakibatkan kehilangan anggota tubuh atau kegunaan tubuh.

3. SEDANG (MINOR) :
Kecelakaan yang memunculkan hari hilang tidak lebih dari 21 hari kerja kalender serta tidak mengakibatkan kehilangan anggota tubuh atau manfaat tubuh. Termasuk juga dalam klasifikasi sedang ialah kecelakaan yang mengakibatkan pekerjaan hanya bisa lakukan kegiatan terbatas (restricted activity) serta mengakibatkan tidak sadarkan diri.

4.RINGAN (NON LOST TIME):
Kecelakaan yang tidak memunculkan hari hilang. Termasuk juga dalam klasifikasi ringan ialah kecelakaan yang membutuhkan pertolongan ringan (first aid).

III. MENURUT SNI 13-6619-2001 PENGGOLONGAN CEDERA PEKERJAAN TAMBANG :

1.MATI ( FATAL)

Kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja yang tidak bergantung saat peristiwa Atau kapanpun tapi karena meningkatnya keparahan cedera karena kecelakaan

2.CACAT TETAP ( PERMANENT DISABILITY)

Cedera yang bukan menyebabkan mati tapi menyebabkan ketidaksanggupan tetap atau menurunnya ataupun kehilangan beberapa atau semua kegunaan di bagian tubuh spesifik (seperti sebelah ke-2 mata, tangan/lengan, kaki)serta amputasi dan dislokasi. Cedera ini tidak termasuk juga hilangnya kuku jari tangan/kaki, hilangnya ujung jari tangan / kaki tapi tidak terkena tulang, hilang bentuk / terlihat buruk, keseleo yang tidak menyebabkan terbatasnya gerak yang tetap

3.CEDERA HILANG WAKTU KERJA ( LOST TIME INJURY)
Semua cedera karena kecelakaan tambang yang menyebabkan korban tidak dapat lakukan pekerjaan semula pada gilir kerja selanjutnya berdasar pada info dokter yang ditunjuk oleh perusahaan

4. CEDERA RAWAT MEDIS ( MEDICAL AID INJURY)
Cedera karena kerja yang tingkat keparahannya membutuhkan perawatan dokter atau juru rawat di bawah pengawasan dokter atau membutuhkan perawatan melewati potensi petugas PPPK serta di kirim ke rumah sakit / klinik (contohnya membutuhkan jahitan, X Ray dan lain-lain)

5. CEDERA PERTOLONGAN PERTAMA ( FIRST AID INJURY)
Cedera ringan yang cukuplah memperoleh perawatan dari petugas pertolongan pertama (PPPK) di tempat kerja atau oleh juru rawat di dalam rumah sakit yang tidak membutuhkan perawatan dokter

IV. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA MENURUT ILO 1962

1. KLASIFIKASI MENURUT JENIS KECELAKAAN :

• Terjatuh
• Tertimpa benda
• Tertumbuk atau terkena beberapa benda
• Terjepit oleh benda
• Beberapa gerakan melewati potensi
• Efek suhu tinggi
• Terserang arus listrik
• Kontak beberapa bahan beresiko atau radiasi

2. KLASIFIKASI MENURUT PENYEBAB

• Mesin, contohnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajiankayu, dan lain-lain.
• Alat angkut, Alat angkut darat, udara serta air
• Perlengkapan lainnya contohnya dapur pembakar serta pemanas, instalasi pendingin,alat-alat listrik, dan lain-lain.
• Beberapa bahan, beberapa zat serta radiasi, contohnya bahan peledak, gas, zat-zatkimia, dan lain-lain.
• Lingkungan kerja (di luar bangunan, di dalam bangunan serta dibawahtanah

3. KLASIFIKASI MENURUT SIFAT LUKA ATAU KELAINAN :

• Patah tulang
• Dislokasi (keseleo)
• Regang otot
• Memar serta luka dalam yang lainnya
• Amputasi
• Luka di permukaan
• Gegar serta remuk
• Luka bakar
• Keracunan-keracunan mendadak yang di pengaruhi oleh radiasi

4. KLASIFIKASI MENURUT LETAK KELAINAN ATAU LUKA DI TUBUH :

• Kepala
• Leher
• Tubuh
• Anggota atas
• Anggota bawah
• Banyak tempat
• Letak lainnya yang tidak termasuk juga dalam klasifikasi itu

V. KLASIFIKASI KECELAKAAN MENURUT ANSI SEBAGAI BERIKUT :

a. Nature of Injury (Karakter fisik cedera)
b. Part of Body Affected (Anggota badan yang cedera)
c. Source of Injury (Sumber pemicu cedera)
d. Accident Type (Corak kecelakaan)
e. Hazardous Condition (Keadaan beresiko)
f. Agency of Accident (Pemicu kecelakaan)
g. Agency of Accident Part (Bagian dari pemicu kecelakaan)
h. Unsafe Act (Tindakan beresiko)