Pengetahuan Dasar OSHA Process Safety Management

Pengetahuan Dasar OSHA Process Safety Management

PSM merupakan suatu peraturan yang dikeluarkan oleh U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA), tujuannya untuk mencegah berlangsungnya kecelakaan atau insiden seperti insiden yang sangat mengerikan di India pada tahun 1984, yakni masalah Bhopal. OSHA menyarankan suatu standard yang mengendalikan langkah penanganan beberapa bahan kimia beresiko serta membuat suatu program dengan mendalam serta terpadu dalam proses teknologi, mekanisme serta manajemen praktis. Selanjutnya OSHA mengeluarkan suatu peraturan mengenai penanganan, pemakaian serta proses beberapa bahan Kimia yang benar-benar beresiko (Title 29 of CFR Section 1910.119).

PSM ini awalnya dibuat membuat perlindungan beberapa industri yang diikuti dengan code SIC, dimana prosedurnya menyertakan lebih dari 5 ton bahan gampang terbakar serta 140 bahan beracun serta reaktif, pada dasarnya kriteria yang dibuat oleh OSHA PSM ialah sebagai berikut:

  1. Lakukan analisis bahaya proses di tempat kerja untuk mengenali serta mengatur bahaya serta meminimalisir resiko dari kecelakan yang benar-benar kronis atau fatal.
  2. Sesuaikan control engineering pada sarana serta perlengkapan produksi, proses, serta bahanbakuuntuk mencegah kecelakaan yang fatal.
  3. Meningkatkan manajemen kontrol skema untuk mengatur bahaya, membuat perlindungan lingkungan serta memberi keselamatan serta kesehatan pada pekerja.
  4. Membuat administrasi kontrol untuk perkembangan sarana, mekanisme operasi, keselamatan kerja, pelatihan dan lain-lain untuk tingkatkan kesadaran pekerja pada keselamatan kerja.
  5. Lakukan audit periodik untuk mengukur efektifitas PSM standard.

Komponen-komponen yang ada dalam OSHA PSM ialah seperti berikut:

1. Process Safety Information

Membuat mekanisme info keselamatan tentang identifikasi bahaya kimia serta proses di tempat kerja, perlengkapan yang dipakai serta tehnologi proses yang dipakai.

2. Process Hazard Analysis

Lakukan analisis bahaya di tempat kerja, terhitung identifikasi kekuatan sumber kecelakaan serta insiden kecelakaan yang pernah berlangsung dan memprediksi efek pada keselamatan serta kesehatan pekerja.

3. Operating Procedures

Meningkatkan serta menerapkan mekanisme operasi untuk proses kimia, terhitung mekanisme untuk masing step operasi, batasan operasi, serta alasan keselamatan serta kesehatan.

4. Employee Participation

Lakukan konsultasi atau diskusi dengan pekerja atau perwakilan pekerja dalam meningkatkan serta lakukan analisis bahaya dalam tempat kerja serta rencana mencegah kecelakaan serta memberi pada mereka akses pada standard yang diperlukan.

5. Pelatihan

Semua pekerja baik baru atau lama harus di pelatihan tentang mekanisme operasi, mekanisme keselamatan, mekanisme emergensi dan sebagainya sesuai keperluan di tempat kerja.

6. Contractors

Pastikan kontraktor serta karyawan kontrak diberi info serta pelatihan yang sesuai dengan.

7. Pre-Startup Safety Review

Lakukan pre-startup review pada semua perlengkapan yang baru di install atau diubah.

8. Mechanical Integrity

Membuat sistem perawatan untuk peralatan-peralatan yang kritikal, terhitung mekanisme tercatat, training pekerja, peninjauan serta pengujian untuk pastikan semua perlengkapan berjalan baik.

9. Hot Work Permit

Hot work permit harus dikeluarkan atau dipakai untuk kerja diarea panas.

10. Management of Change

Membuat procedur yang mengendalikan perkembangan atau modifikasi proses, tehnologi, perlengkapan, bahan baku serta mekanisme kerja.

11. Incident Investigation

Lakukan instigasi pada semua kekuatan kecelakaan yang mempunyai potensi atau bisa menyebabkan kecelakaan besar dalam tempat kerja.

12. Emergency Rencana and Response

Memberi pelatihan atau training pada pekerja serta kontraktor dalam mengahdapi kondisi genting.

13. Compliance Audits

Lakukan ulasan dengan periodik pada analisis bahaya di tempat kerja serta skema responsif genting.

14. Trade Secrete

Sediakan info pada petugas yang bertanggungjawab atau dikasih kuasa yang terkait dengan bahaya proses, kimia, procedur operasi dan sebagainya yang diperlukan terhitung info rahasia dagang bila dibutuhkan.

PSM standard merupakan satu peraturan yang didasarkan pada kapasitas, serta realisasinya sangat fleksibel serta bisa sesuai atau ditingkatkan sesuai kondisi semasing perusahaan. Ini sudah membuat berlangsungnya ketidaksamaan interpretasi dari peraturan itu di antara perusahaan-perusahaan dengan OSHA’s Compliance Safety and Health Officers (CSHOs) hingga memunculkan kesalah pahaman dalam pengerjaannya. Untuk mengatasi hal itu OSHA mengeluarkan dasar penerapan dari PSM standard itu. Dasar yang pertama dikeluarkan tahun 1992 yakni CPL 2-2.45A.